Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

IHSG Naik, Investasi Saham Semakin Untung?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia sudah berhasil memecah rekor baru ke 5.606 pada 31 Maret 2017, dan sejak 24 maret 2017, IHSG sebenarnya sudah memecah rekor tertinggi all time. Anda bisa baca lagi analisis saya disini: Prediksi IHSG untuk Jangka Panjang. 

Saya yakin dengan IHSG yang sudah memecah rekor, dan dalam waktu kedepan IHSG cepat atau lama pasti akan mencetak rekor2 baru lagi. Dan sudah pasti ketika IHSG dari waktu ke waktu naik semakin tinggi, akan ada banyak anjuran yang mengatakan: "Inilah waktunya investasi saham. Investasi saham di Bursa saham Indonesia semakin menguntungkan".

Jadi, benarkah ketika IHSG terus naik, maka investasi saham akan semakin menguntungkan? 

Biasanya pertanyaan seperti ini akan dijawab dengan asumsi seperti ini: IHSG tahun 2003 hanya ada di kisaran 1.000. Ketika memasuki tahun 2016, IHSG sudah berada di kisaran 5.500. Artinya, IHSG selama 13 tahun sudah naik sebanyak 4.500 poin, dan mengalami kenaikan sampai 450%. 

Jika anda pegang saham mulai dari tahun 2003, maka return saham anda selama 13 tahun minimal bisa mencapai 450%, tinggal kalikan saja dengan jumlah lot anda, maka anda sudah kayaBanyak sekali para pakar, analis, pemain saham yang menggunakan asumsi perhitungan tersebut sebagai acuan agar anda yang masih pemula / masih awam bisa segera terjun ke dunia investasi saham.  

Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Mengapa demikian? Saya setuju karena jika Indeks Saham terus melorot, maka investasi saham di suatu negara menjadi sangat tidak menguntungkan, dan sebaliknya. Tapi di satu sisi, saya juga tidak setuju.  

Ketika anda memutuskan investasi saham, anda tidak bisa serta merta menjadikan IHSG sebagai acuan. IHSG bisa saja naik signifikan selama beberapa tahun. Namun, tidak semua saham naik. Kenaikan IHSG pada umumnya hanya terdongkrak hanya beberapa saham saja, karena anda pasti tahu kalau pasar saham di Indonesia tidak terlalu likuid. Baca juga: Main Saham Indonesia atau Saham Luar Negeri: Pengalaman Pemain Saham. 

I mean, kalau anda mau investasi saham, anda harus mendalami dan memahami perusahaan. Intinya, anda harus mau belajar analisis fundamental. Anda tidak boleh terlalu optimis investasi saham hanya karena IHSG sedang naik-naiknya, padahal anda belum memiliki persiapan untuk investasi saham. 

Ingat, IHSG naik belum tentu saham anda naik. IHSG naik, belum tentu semua saham di Bursa Efek naik. IHSG naik tetapi emiten memiliki kinerja jelek, saya rasa harga sahamnya juga tidak akan bagus untuk dikoleksi jangka panjang

Di satu sisi, banyak sekali pemain saham yang awalnya ingin menjadi seorang investor, tetapi dalam perjalanannya ternyata mereka lebih cocok menjadi trader. Baca juga: Menjadi Trader atau Investor Saham?- Part I

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.