Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Risiko Besar Main Saham

Sejak Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menetapkan aturan mekanisma perdagangan auto reject simetris, satu saham bisa turun sampai 20% lebih hanya dalam sehari perdagangan Bursa. Baca juga: Auto Reject Saham Baru (Simetris dan Asimetris). Padahal, aturan sebelumnya harga saham bisa turun dalam sehari maksimal hanya 10%.

Ditetapkannya aturan auto reject simetris ini, ibarat pedang bermata dua: Menguntungkan sekaligus merugikan untuk anda. Menguntungkan karena anda memiliki kesempatan mengambil saham di harga bawah dan menjual di harga tinggi (buy low, sell highest). 

Di satu sisi, kalau harga saham dalam sehari atau bahkan dalam hitungan menit turun sampai 25%, maka potensi kerugian jadi sangat gede. Perhatikan gambar dibawah ini. 

Gambar diatas adalah pergerakan harga saham yang saya ambil saat jam market berlangsung. Anda bisa lihat beberapa saham yang harganya turun sampai 20% lebih (ENRG, PLAS). Dan banyak pula saham2 yang turun lebih dari 10% dalam sehari. 

Jika anda tidak mampu membatasi kerugian (cut loss) dan tidak memilah saham2 berdasarkan analisis yang baik, hal ini bisa sangat membahayakan trading anda. Saya sudah bertahun-tahun mengamati pergerakan harga saham di Bursa. Dan sepengalaman saya, saham2 yang punya potensi (risiko besar) turun cepat dalam waktu cepat ada dua tipe saham: Saham yang harganya sudah naik terlalu kencang dan saham2 lapis 3.  

Kedua jenis saham inilah yang selalu membuat kejutan (harga saham tiba2 anjlok puluhan persen dalam sehari). Dalam hal ini, anda harus bijaksana dalam memilih saham. 

Sekarang anda sudah tahu bahwa saham2 di Bursa Efek bisa turun sangat drastis dan bisa bikin anda para pemula dan trader yang nggak kuat mental akan shock kalau melihat saham anda turun sebanyak itu. 

Kalau anda memutuskan untuk main saham, anda harus bisa berhati-hati memilih saham yang bisa anda pahami secara analisis teknikal. Salah satu kunci dalam main saham adalah: Anda harus bisa menggunakan analisis teknikal yang nyaman untuk anda, bukan sekedar menebak harga saham tanpa arah. Baca juga: Cara Melakukan Screening Saham.

2 komentar:

  1. Sore bung Heze , menurut bung Heze apakah semata mata penurunan kali ini disebabkan karena berbagai sentimen negatif seperti merosotnya harga minyak dan mungkin kondisi negara kita pasca pilkada , jadi masih banyak yg wait and see? Mungkinkah harganya bisa rebound kembali? Terimakasih , salam profit selalu Bung Heze

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat sore,

      Penurunan IHSG belakangan dikarenakan beberapa hal utama:

      Pertama, karena faktor teknikal. Coba anda perhatikan IHSG sejak akhir Januari yang sudah mampu menanjak, termasuk saham2 gorengan yang naik gila2an. Sehingga, ada momen dimana saham2 mulai koreksi

      Kedua, kenaikan bunga the FED masih banyak menimbulkan ketidakpastian

      Ketiga, seperti yang anda katakan pasca pilkada masih menimbulkan banyak ketidakpastian. Hal ini barangkali menyebabkan investor wait and see

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.