Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Jual Saham: Sell On Resisten

Dalam analisis teknikal saham selalu berlaku hukum: Tidak ada saham yang kebal terhadap koreksi. Setiap saham yang sudah naik banyak, cepat atau suatu saat pasti akan turun. Logikanya, tidak mungkin ada orang yang beli tapi nggak mau merealisasikan untung sama sekali. 

Salah satu contohnya adalah saham INAF. Saham INAF sejak setahun terakhir sudah memberikan return ribuan persen. Banyak rekan2 yang ingin koleksi INAF bertanya pada saya: "Bung Heze, saham INAF masih bisa naik lagi ya? Sudah break dari resistennya". Jujur saja, ketika harga saham INAF ini sudah tinggi saya sudah tidak mengejarnya lagi. Mengapa demikian?

Pola penurunan harga saham INAF sebenarnya sudah terlihat jelas dari kegagalan trennya untuk menembus resisten. Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan grafik INAF dibawah. 


Perhatikan tanda persegi yang pertama. Saat INAF naik kencang-kencangnya dan membentuk suatu resisten, INAF kembali terkoreksi. Perlahan INAF sudah mulai sideways, tetapi tampak bahwa pelaku pasar mencoba untuk meningkatan kembali tekanan beli pada saham INAF.

INAF tampak mulai naik, tetapi kemudian ketika INAF mencapai  resistennya (perhatikan tanda persegi kedua), INAF mulai koreksi. Setelah terkoreksi, INAF kembali rebound, tetapi ketika mencapai resisten yang ketiga kalinya, INAF kembali terkoreksi lagi. 

Sehingga pada grafik tampak ada 3 kali resisten INAF yang gagal ditembus. Perhatikan, kalau ditarik garis tren yang lurus keatas yang menghubungkan antar resisten, maka dapat disimpulkan satu hal: INAF gagal menembus resistennya pada garis tren yang sama. 

Artinya, pelaku pasar sudah menunjukkan adanya jenuh beli pada saham INAF, dan  antisipasi sinyal take profit sudah terlihat jelas. Tampak pula bahwa kenaikan harga saham INAF sampai membentuk pucuk resisten sebanyak tiga kali tidak didukung volume yang besar.

"Apa artinya ini Bung Heze?" Tanya anda

Kalau kenaikan harga saham tidak didukung volume yang besar artinya minat pelaku pasar terhadap saham tersebut sudah berkurang. Baca juga: Cara Menggunakan Volume Sham dan Forex. Sejak INAF naik mulai dari harga 400-an sampai 3.300 dalam satu tahun saja, baru belakangan ini INAF gagal menembus resisten pucuknya sampai tiga kali dan INAF tampak sudah mulai koreksi dan sideways.

Sinyal jual INAF sebenarnya sudah mulai tampak ketika INAF gagal menembus resisten pucuk sampai dua kali dalam satu garis tren yang sama. Ketika terjadi ketiga kalinya, maka ini menjadi sinyal kuat bahwa INAF akan koreksi. 

Oleh karena itu, ketika saya melihat INAF sudah dua kali gagal menembus garis resisten dalam satu garis tren yang sama, saya sudah tidak berminat mengejar saham ini. Dan benar, ketika INAF gagal menembus resisten pucuk yang ketiga dalam satu garis tren, anda bisa INAF.

Analisis ini bisa anda gunakan untuk menganalisis saham2 lainnya untuk melihat apakah saham tersebut masih ada kekuatan untuk naik atau tidak. Saat anda menemukan saham dengan pola seperti ini, anda harus sudah exit terlebih dahulu (sell on resistn).

5 komentar:

  1. sam heze, pembahasan ini mirip dengan double top pada JPFA ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Gigantor Dumay,

      Saya tidak menulis pos tentang "double top padasaham JPFA". Mungkin yang anda maksud "Double top pada saham PWON?

      http://www.sahamgain.com/2017/01/double-top-pada-saham-pwon.html

      Sell on resisten di pos ini tidak mirip dengan double top... Sell on resisten adalah sell berdasarkan garis tren yang ditarik lurus keatas setelah melalui pengujian resisten (gagal ditembus)..

      Sedangkan double top melihat harga puncak 2 resisten yang sama / hampir sama..

      yaa agak mirip2 tapi nggak sama

      Delete
  2. o iya ding, saham PWON, hehehe... typo

    ReplyDelete
  3. Kalau garis resistennya dari kiri ke kanan menurun bagaimana? Apakah prinsipnya sama? Thanks mas Heze.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Orange,

      Prinsip dan konsepnya tetap sama: Sell on resisten

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.