Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Garis Tren: Saham Sideways, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Pernahkah Anda membeli suatu saham, saham perusahaan tersebut punya prospek yang cukup bagus. Atau, saham tersebut biasanya berada di harga resisten puncak, tetapi karena koreksi Anda beli sahamnya. Sayangnya, setelah Anda beli sahamnya, harga sahamnya bukannya naik, tapi juga nggak turun, alias SIDEWAYS / TRENDLESS. Jika Anda belum paham istilah2 trend, silahkan baca pos: Saham Uptrend, Downtrend, dan Sideways Part ISaham Uptrend, Downtrend, dan Sideways Part II.

Sideways bisa juga disebut sebagai fase konsolidasi. Intinya, konsolidasi adalah proses mencari pergerakan harga yang baru. Baca juga: Istilah Konsolidasi di Pasar Modal. Karena konsolidasi: Mencari pergerakan harga yang  baru setelah berada dalam tren tertentu (naik atau turun), maka arah pergerakan harga saham selanjutnya kalau nggak naik ya turun. 

Masalahnya, Anda dan saya tidak akan tahu apakah harga saham setelah sideways akan cenderung naik atau turun. Maka dari itu, jika Anda menemukan saham yang trendless, saran saya adalah: WAIT AND SEE. Jangan pernah masuk posisi kalau belum ada tanda2 saham akan rebound. Karena kalau Anda masuk (buy) dan ternyata harga sahamnya anjlok, maka Anda bisa loss. Contohnya: Saham JSMR. Perhatikan tren JSMR dibawah ini. 


JSMR sempat berada dalam fase konsolidasi yang lumayan panjang di harga 5.500,  setelah mengalami tren naik (Perhatikan tanda persegi). Setelah berada dalam konsolidasi, JSMR sempat rebound , namun masih terlihat sideways, artinya belum ada tanda2 JSMR akan ditarik naik. Setelah rebound sedikit, JMSR tiba2 anjlok.

Jika Anda ngotot membeli JSMR di harga 5.500, maka saham Anda akan nyangkut. Karena JSMR terus saja turun sampai 4.700. JMSR memang perusahaan berfundamental baik, tetapi jika momentum trading Anda tidak tepat, maka tidak menutup kemungkinan Anda akan rugi. 

Jadi, kalau Anda menemukan saham2 sideways, dan belum ada konfirmasi kuat apakah saham tersebut akan naik saya sarankan Anda untuk wait and see, jangan buy.

"Terus, konfirmasi rebound itu yang seperti apa?" Tanya Anda.   

Ada banyak cara (analisis teknikal) yang dapat Anda gunakan untuk membaca konfirmasi rebound dari sebuah saham sideways. Biasanya (salah satunya), konfirmasi saham2 yang tren sidewaysnya akan segera berakhir, dan memasuki fase akumulasi, akan diawali dengan kenaikan harga yang signifikan dalam satu hari, sehingga candle membentuk body yang panjang, dan diikuti dengan volume besar. Hal itu cenderung mengindikasikan harga saham sudah keluar dari tren sidewaysnya dan akan ditarik keatas. Perhatikan saham MPPA dibawah ini.



Tanda persegi menunjukkan MPPA yang berada dalam trend sideways. Setelah itu, MPPA tiba2 menguat signifikan (tanda panah), yang diikuti dengan kenaikan volume besar. Setelah itu, MPPA mengalami rebound kencang.  

Tapi perlu Anda garis bawahi, Anda bisa melakukan analisis2 seperti diatas, apabila saham tersebut likuid (banyak peminatnya, dilihat dari volume dan bid-offer). Sebab, kalau saham itu adalah saham gorengan, Anda bisa digocek bandar. Indikator rebound, ternyata besok malah anjlok.

Bung Heze, kalau saya sudah pegang sahamnya dan ternyata tidak naik dan tidak turun (sideways), apa yang harus saya lakukan?

Saran saya: Segera jual, dan alihkan ke saham2 lain yang potensial. Mengapa? Karena saham2 sideways, artinya Anda harus menunggu naik. Masalahnya, Anda nggak tahu apakah saham sideways Anda akan naik atau malah tambah anjlok (seperti contoh JSMR diatas). 

Kalau ternyata sideways terus, Anda juga nggak bisa putar modal Anda, karena sama saja saham Anda 'statusnya' nyangkut. Lagian, menentukan arah pergerakan saham yang sedang berada dalam fase konsolidasi itu sangat susah, karena indikator2 seperti MA, stochastic biasanya tidak banyak membantu dalam menentukan tren dan momentum. 

Jadi, kalau saya rangkum lagi inti dari pos ini adalah: 

- Kalau menemukan saham sideways: wait and see dan tunggu konfirmasi rebound.
- Kalau terus sideways dalam jangka waktu lama, jangan pasang posisi.
- Anda baru disarankan buy, jika sudah ada tanda2 technical rebound.
- Jika saham tersebut adalah saham gorengan, meskipun ada tanda2 technical rebound,    Anda tidak disarankan buy.
- Kalau Anda sudah pegang saham dan ternyata saham tersebut sideways, lebih baik Anda jual sahamnya dan alihkan ke saham2 lain yang lebih potensial. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.