Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Menggunakan Indikator MACD

Indikator MACD merupakan indikator teknikal yang cukup populer digunakan. MACD termasuk dalam salah satu indikator lagging. Jika Anda belum paham indikator lagging, baca kembali pos: Analisis Teknikal: Indikator Lagging vs Indikator Leading. MACD adalah kependekan dari Moving Average Convergence Divergence. Indikator ini dikembangkan oleh Gerald Appel. MACD digunakan untuk mengetahui peraliha tren dari bullisg menuju bearish atau sebaliknya, serta digunakan untuk melihat tinggi rendahnya tekanan beli dan jual. 

Untuk membaca sinyal dan melihat tren harga saham, MACD memiliki dua garis utama. Garis pertama adalah garis indikator MACD (selisih MA jangka pendek dan panjang). Kemudian garis kedua adalah garis yang berfungsi memberikan sinyal (Moving Average). Selain garis MA, MACD juga dikombinasikan dengan histogram (MACD histogram). Histogram membentuk kumpulan batang (bars) yang menghadap ke bawah dan bars yang menghadap ke atas garis level 0.

Cara menggunakan indikator MACD:  Sinyal beli akan terlihat apabila kedua garis berpotongan dari bawah menuju keatas, sehingga posisi garis MACD berada diatas garis sinyal. Perpotongan ini disebut sebagai golden cross. Ketika garis MACD membentuk golden cross, biasanya ditandai dengan mulai munculnya histogram positif dan meredanya histogram negatif, yang menunjukkan mulai banyaknya permintaan pasar.  

Sinyal jual terlihat apabila kedua garis berpotongan dari atas menuju kebawah, sehingga posisi garis MACD berada dibawah garis sinyal. Perpotongan ini disebut sebagai death cross. Ketika garis MACD membentuk death cross, biasanya ditandai dengan mulai munculnya histogram negatif dan meredanya histogram positif, yang menunjukkan mulai banyaknya penawaran jual pasar.  

Histogram bar yang menghadap keatas diatas garis nol, disebut sebagai histrogram positif menunjukkan adanya tekanan beli (banyak permintaan dari pada penawaran) yang sedang terjadi. Sedangkan histogram bar yang menghadap kebawah, dibawah garis nol, disebut sebagai histogram negatif, menunjukkan adanya tekanan jual (banyak penawaran ketimbang permintaan). 

Semakin tinggi histogram, menunjukkan adanya tekanan beli / jual yang semakin tinggi. Jika histogram positif semakin tinggi maka menunjukkan harga saham semakin banyak permintaan, yang menyebabkan harga saham naik tinggi. Jika histogram positif semakin tipis, menunjukan tekanan beli yang mulai reda, dan ada kemungkinan besar akan terjadi koreksi harga saham. Sebaliknya, semakin rendah histogram negatif, menunjukkan tekanan jual yang semakin tinggi, yang menyebabkan harga saham turun. Jika histogram negatif semakin tipis, dan mulai ditunjukan dengan adanya sedikut histogram positif, menunjukkan tekanan jual yang mulai reda, dan merupakan indikasi akan terjadi balik arah.  

Perhatikan cara membaca indikator MACD dibawah ini:


Garis Signal Moving Average = Biru
Garis MACD  = Orange

Pada saat harga saham naik akan selalu ditandai dengan histogram positif dan garis MACD yang naik pula. Histogram positif menunjukkan permintaan tinggi ketimbang penawaran. Sedangkan pada saat harga saham turun, selalu ditandai dengan histogram negatif dan garis MACD yang turun pula.  

Sinyal beli terjadi pada saat histogram negatif mulai tipis dengan munculnya sedikit histogram positif, serta didukung dengan golden cross pada garis MACD. Jika terjadi sinyal jual maka ditandai dengan histogram positif yang mulai tipis dan mulai muncul sedikit histogram negatif, serta didukung dengan death cross pada garis MACD. 

PENERAPAN MACD



Ketika histogram MACD membentuk histogram negatif dan garis indikator menuju kebawah, maka hal tersebut merupakan sinyal jual. Ketika histogram MACD membentuk histogram positif dan garis indikator menuju keatas, hal tersebut merupakan sinyal beli. 
DIVEGENCE MACD

Divergence pada indikator MACD (sama dengan indikator2 lainnya) terjadi ketika indikator menyatakan sinyal buy atau sell, namun tidak diikuti dengan pergerakan harga saham. Ketika MACD menunjukkan sinyal buy, harga saham malah turun / sideways, dan ketika MACD menunjukkan sinyal sell, harga saham justru bergerak naik / sideways.

Berikut adalah contoh divergence pada indikator MACD


Ketika bar MACD masih berada dibawah, seharusnya kalau menurut pemahaman MACD, harga saham masih akan mengalami penurunan. Akan tetapi, kalau Anda perhatikan saham ADHI diatas (yang saya beri tanda persegi), ketika indikator MACD menunjukkan histogram negatif dengan grafik turun, harga saham justru naik. Demikian juga ketika MACD berada pada histogram positif dengan grafik naik, harga saham justru malah turun (tanda persegi yang kedua). 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.