Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

IHSG Turun, Inflasi, Ini Strategi Trading & Investasi yang Tepat

El Heze

Sejak Bulan Maret, bursa saham global diterpa sentimen-sentimen negatif, mulai dari sentimen perang Rusia-Ukraina, hingga inflasi. Namun IHSG seakan kebal terhadap sentimen-sentimen negatif diluar. Kalau kita perhatikan pergerakan IHSG sejak awal tahun sampai sekarang, IHSG masih bertahan diatas 7.000. 


Walaupun di Bulan Mei IHSG sempat drop ke 6.500-an dalam waktu 3 hari, tetapi tanpa disangka IHSG berbalik arah dengan cepat, dan kembali ke 7.000, bahkan sempat kembali menyentuh 7.200. Di halaman facebook saya: Facebook Saham Gain, saya sudah pernah membahas fenomena Sell in May dan prediksi IHSG. 

Namun tanpa diduga, IHSG mampu berbalik arah lebih cepat di bulan Mei lalu. Dan sampai minggu kedua bulan Juni ini, IHSG masih bertahan diatas 7.000. Relatif sideways namun masih uptrend. 

[Anda bisa perdalam cara menganalisa, memanfaatkan momentum membeli saham ketika IHSG bearish untuk mendapatkan profit maksimal disini: Full Praktik Strategi Trading Saat IHSG Bearish]. 

Hal ini terjadi karena walaupun di luar sana banyak sentimen negatif terutama perang Rusia-Ukraina yang berpotensi menyebabkan resesi ekonomi, kenaikan suku bunga the Fed, dan inflasi di Amerika (masih di 8%-an), namun perekonomian Indonesia tetap kuat. 

Indonesia sebagai pengekspor komoditas batu bara dan CPO mendapatkan keuntungan dari sentimen perang. Selain itu, inflasi Indonesia per Mei 2022 masih cukup stabil di kisaran 3,55%, walaupun inflasi kita mengalami kenaikan, karena di bulan Januari-Maret inflasi masih di kisaran 2%-an.

Tetapi sekarang suka tidak suka, cepat atau lama dampak perang Rusia-Ukraina akan berimbas ke Indonesia. Hal ini karena inflasi akibat perang berdampak pada kenaikan harga-harga bahan pokok, seperti harga gandum, minyak, tepung dan lain-lain.

Sekarang kita sudah merasakan dampaknya. Harga-harga barang kebutuhan pokok mulai naik. Kalau anda belanja, membeli barang-barang kebutuhan anda pasti merasakan hal yang sama. 

Perlu diketahui juga, kita baru saja menghadapi pandemi selama 2 tahun. Di masa pandemi, banyak orang kena PHK, usaha macet, banyak sektor bisnis terpukul. Dengan kenaikan harga-harga barang secara umum (inflasi), ditambah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, Indonesia berpotensi terkena stagflasi. 

DAMPAK INFLASI TERHADAP IHSG 

Sedangkan IHSG sendiri, seperti kita bahas di awal, IHSG justru naik sendiri di saat bursa global sedang turun. Tapi karena posisi IHSG sekarang sudah diatas 7.000, ditambah imbas inflasi yang sudah mulai kita rasakan, maka saya rasa cepat atau lama IHSG akan sangat rawan KOREKSI. 

Tanggal 13 Mei lalu, di Facebook Saham Gain saya, saya sudah pernah membahas analisa teknikal IHSG. Anda bisa baca kembali ulasannya: 


Disitu memang saya belum memasukkan dampak inflasi, potensi resesi dan lain-lain, karena saat itu Indonesia masih relatif "aman" dari sentimen2 tersebut. Namun IHSG sudah breakdown dari support 7.000-nya, walaupun akhirnya berhasil bertahan diatas 6.450 dan akhirnya naik lagi. 

Sehingga kalau IHSG kembali drop, maka IHSG sangat mungkin kembali dibawah 7.000, dan kemungkinan besar kita akan mengalaminya dalam waktu dekat ini. Lalu, bagaimana prediksi IHSG? Sampai ke level berapa IHSG dalam waktu dekat ini? Kita lihat chart IHSG: 


IHSG sudah mulai mendekati level-level Fibonacci Retracement-nya, yaitu pada support-support berikut:

Support 1: 7.019 - Fibo 38,2%
Support 2: 6.900 - Fibo 50%
Support 3: 6.814 - Fibo 61,8% 

Tidak menutup kemungkinan IHSG akan turun ke area-area support berikut, dan turun kembali dibawah 7.000, karena posisi IHSG sekarang sangat rawan dengan berbagai sentimen negatif, dan inflasi yang sekarang sudah kita rasakan. 

Namun IHSG sendiri memiliki level support kuat di 6.500, dan 6.500 tersentuh di bulan Mei lalu. Jika IHSG jebol dibawah 6.800, IHSG berpotensi menguji level support psikologis selanjutnya di 6.600, 6.500. 

Disitulah level-level support IHSG yang berpotensi tersentuh. Dengan posisi IHSG sekarang di 7.086, jika IHSG turun dibawah 7.000, tentu akan ada banyak saham yang ikut turun / koreksi. 

STRATEGI INVESTASI DAN TRADING YANG TEPAT 

Di saat IHSG rawan turun, banyak sentimen negatif, imbas inflasi, ada beberapa strategi investasi dan trading yang bisa anda terapkan: 

1. Sisakan cash

Dalam kondisi market seperti sekarang, CASH IS THE KING. Jangan ceroboh memasukkan semua modal anda di saham. Sekarang masih pertengahan tahun, dan IHSG masih diatas 7.000.

Dengan sentimen-sentimen negatif yang sudah mulai kita rasakan dampaknya, kemungkinan ini adalah awal IHSG mulai koreksi setelah sejak awal 2022 IHSG nyaris tidak pernah koreksi besar kecuali di bulan Mei lalu, itupun hanya terjadi 4-5 hari. 

Maka dari itu, jika IHSG turun dan anda ingin membeli saham, anda disarankan untuk tetap memperhatikan posisi cash anda. Idealnya, dalam kondisi market yang berpotensi turun, sisakan cash minimal 60-70%, dan sisanya bisa anda belanjakan di saham-saham yang sedang murah. 

2. Beli saham bertahap / akumulasi 

Kita tidak tahu sampai kapan IHSG turun. Bisa saja penurunan IHSG terjadi lebih lama, atau hanya sebentar namun drastis seperti yang terjadi di Bulan Mei lalu.

Namun yang jelas, dengan posisi IHSG diatas 7.000, dan adanya ancaman resesi serta inflasi di seluruh dunia, maka IHSG rawan untuk koreksi. 

Jadi untuk yang ingin membeli saham, disarankan membeli saham secara bertahap / akumulasi. Selalu pilih saham-saham yang fundamentalnya bagus, dan tetap sisakan cash seperti yang kita bahas pada poin pertama.

Jika anda menemukan saham bagus, anda bisa membeli dengan modal kecil. Jangan langsung all in. Karena kita tidak tahu sampai kapan penurunan IHSG akan berlangsung. Namun jika IHSG sudah mulai turun dibawah 7.000, atau breakdown support 6.900, anda bisa mulai pertimbangkan akumulasi saham-saham yang bagus.

Momentum market di akhir tahun biasanya cenderung bullish. Jadi kalau di pertengahan tahun ini, atau bahkan mungkin sampai kuartal 3 IHSG cenderung koreksi dan sideways, manfaatkan momentum untuk membeli saham-saham murah dengan fundamental bagus. 

3. Wait and see 

Dikarenakan posisi IHSG sekarang masih berada diatas 7.000 dan penurunan IHSG kemungkinan besar akan terjadi dalam tren minimal mingguan, maka trader dan investor juga disarankan untuk wait and see jika ingin membeli saham-saham pilihan. 

Anda bisa pelajari strategi-strategi trading, cara melihat dan memanfaatkan momentum yang bagus pada saat IHSG sedang bearish disini: Full Praktik Strategi Trading Saat IHSG Bearish. 

4. Manfaatkan technical rebound (untuk trader) 

Untuk trader saham yang ingin trading jangka pendek ketika IHSG bearish atau turun, memang cukup berisiko. Namun anda bisa memanfaatkan momentum technical rebound untuk trading jangka pendek. 

Ketika IHSG turun, tidak mungkin setiap hari IHSG jatuh. Pasti ada masa-masa di mana IHSG rebound 1-2 harian di dalam penurunannya. Jadi kalau IHSG koreksi sampai dibawah 7.000, anda bisa manfaatkan saham-saham yang fluktuatifnya cepat untuk trading. 

Untuk yang ingin trading, selalu perhatikan kondisi market global, terutama Wall Street dan Asia. Jika market global hijau dan IHSG di hari-hari sebelumnya sudah merah, kemungkinan besar IHSG akan ikut rebound. 

Dalam kondisi market turun, disarankan untuk menerapkan strategi trading "hit and run". Artinya, jangan menyimpan saham terlalu lama. Kalau anda sudah profit, anda bisa realisasi profit, kecuali jika IHSG sudah menunjukkan tanda-tanda bullish reversal kembali. 

Pelajari juga strategi dan praktik-praktik analisis teknikal untuk memilih saham bagus disini: Ebook Saham Full Analisis Teknikal Pemula - Expert. 

SEKTOR SAHAM YANG BAGUS SAAT INFLASI? 

Apa saja sektor saham yang bagus saat masa inflasi, dan saat masa-masa perang seperti sekarang? Jika IHSG turun sebenarnya mayoritas sektor saham akan ikut jatuh. Namun ada beberapa sektor yang tetap bisa anda perhatikan, yaitu:  

1. Saham-saham komoditas 

Saham-saham komoditas seperti coal, CPO bisa dicermati. Hal ini karena dengan kondisi perang harga komoditas masih akan melanjutkan tren naik, sehingga berpengaruh ke harga sahamnya. 

Tetapi perlu diperhatikan juga, apabila inflasi terjadi lebih lama, demand untuk barang-barang komoditas juga bisa terpengaruh. Selain itu, kemungkinan saham-saham komoditas akan mengalami koreksi terlebih dahulu, karena mayoritas saham seperti ADRO, ITMG sudah pada naik. Anda bisa manfaatkan untuk buy on weakness di saham-saham berbasis komoditas. 

2. Saham-saham defensif 

Saham-saham defensif terutama saham-saham consumer goods yang produk-produknya tetap dibutuhkan dalam kondisi apapun, seperti SIDO, KLBF, ICBP, INDF, MYOR adalah perusahaan yang produknya selalu dibutuhkan. 

Namun sama seperti saham komoditas, saham defensif juga menghadapi tantangan yang sama. Karena adanya inflasi, kenaikan harga-harga bahan baku tentu juga akan menekan margin laba perusahaan consumer goods. 

Jika terjadi inflasi, maka akan terjadi penurunan daya beli, masyarakat akan cenderung berhemat karena kenaikan harga. Hal ini sedikit banyak akan berdampak barang-barang konsumsi juga. 

Namun untuk saham-saham defensif bisa mulai dikoleksi jika sudah turun, apalagi saham defensif sejak tahun lalu masih belum manggung, sehingga jika IHSG pulih dan saham2 defensif mulai murah, kemungkinan besar akan terjadi rotasi sektor ke saham defensif. 

Adapun sektor saham-saham sektor perbankan, khususnya pada saham-saham blue chip: BBRI, BBCA, BBNI, BMRI, bisa anda cermati ketika IHSG turun. 

Sektor perbankan adalah sektor saham yang sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi, sehingga jika IHSG turun saham-saham perbankan biasanya akan ikut jatuh. 

Sebaliknya, setelah IHSG pulih, saham-saham perbankan akan kembali ke ke jalur uptrend. Jadi saham-saham perbankan juga bisa anda lirik jika IHSG turun. 

Mumpung sekarang IHSG masih di kisaran 7.068, maka anda bisa mulai menyiapkan cash, mengurangi belanja saham dan wait and see

Nanti kalau IHSG sudah mulai koreksi, anda bisa mulai akumulasi saham-saham fundamental bagus yang harganya murah, sehingga anda bisa dapat saham-saham bagus di harga murah pada saat IHSG turun. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.