Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Profit dari Saham Saat Pasar Bearish & Bullish

El Heze

"Tidak setiap saat pasar saham naik, dan tidak setiap saat pasar saham turun". Itulah quote yang bisa saya tuliskan di pos ini untuk menggambarkan kondisi besar IHSG dan pergerakan harga saham di market. Quote diatas menggambarkan konsep fluktuatif harga saham. 


Fluktuatif berarti harga saham terkadang akan naik, dan ketika sudah naik tinggi, harga saham akan kembali bergerak turun / koreksi. Kalau saham-saham sudah bergerak turun dan menjadi murah, pelaku pasar akan melihat penurunan harga saham sebagai kesempatan untuk membeli saham-saham yang lagi murah.

Kalau permintaan beli tinggi, sesuai hukum permintaan dan penawaran ekonomi, maka harga saham akan bergerak naik. Nah, karena sekarang kita menghadapi market yang sedang turun, maka jangan berasumsi bahwa setiap hari IHSG akan turun tanpa naik. 

Pada saat IHSG berada dalam tren turun, IHSG pasti akan mengalami technical rebound, entah 1 atau 2 hari, meskipun tren besarnya tetap downtrend. 


Perhatikan IHSG diatas (tanda lingkaran hijau). Dalam kondisi IHSG turun tajam selama 1 minggu, IHSG tetap ada hijau-nya / rebound, dan saat itu IHSG naik hampir 1%. Pada candle terakhir walaupun IHSG turun tipis, tetapi IHSG berhasil membentuk long lower shadow, yang menunjukkan bahwa IHSG ada perlawanan beli dan meninggalkan titik terendahnya di hari itu. 

Artinya, dalam kondisi pasar saham bullish ataupun bearish, kesempatan untuk meraih profit selalu terbuka. Pada saat bearish, anda bisa perhatikan penurunan IHSG jika sudah masuk hari ketiga atau keempat. 

Biasanya setelah turun 3-4 harian, IHSG ada potensi untuk berbalik arah, atau tertahan dari penurunannya, sehingga saham-saham yang sudah turun tajam, bisa dibeli pada harga-harga supportnya. 

Dalam kondisi market bearish, anda juga perlu memperhatikan kondisi pasar saham global, khususnya Wall Street atau Indeks Asia. Karena penurunan IHSG biasanya dipengaruhi oleh sentimen-sentimen global, sehingga penurunan Indeks Wall Street akan membawa pengaruh psikologis pada pergerakan IHSG. 

Sebagai contoh, jika IHSG sudah turun tajam beberapa hari, dan kemudian anda melihat indeks Wall Street semalam hijau seperti ini: 


Kemungkinan besar IHSG akan bergerak rebound. Disitulah anda bisa membeli saham-saham bagus yang sudah turun di harga support. Namun ingat, ini bukan rumus pasti. Tetapi setidaknya pergerakan bursa global bisa menjadi acuan untuk menganalisa potensi arah IHSG ketika market sedang bearish.

Trader jangka pendek, dapat memanfaatkan MOMENTUM TECHNICAL REBOUND cepat untuk mencetak profit saat market sedang turun. 

Dalam kondisi pasar sedang koreksi, analisis teknikal menjadi rambu-rambu trader untuk masuk di harga support yang tepat. Hindari membeli saham yang sedang turun hanya dengan menggunakan feeling. 

Karena pada kondisi saham turun, kita tidak tahu sampai kapan saham tersebut turun dan mulai berbalik arah. Analisa teknikal adalah analisa yang bisa memberikan petunjuk yang lebih akurat pada trader ketika pasar sedang turun. 

Pelajari juga analisa teknikal untuk pemula - expert disini: Ebook Saham Full Praktik Trading.

Sedangkan untuk SWING atau POSITIONING trader, membeli saham ketika market bearish memang agak berisiko, karena tujuan swing trading bukan untuk beli jual dalam waktu cepat. 

Sehingga pada saat market bearish, trader dengan jangka waktu (time frame) trading yang agak panjang disarankan untuk tetap menyisakan cash besar, untuk averaging di harga murah. 

Kesimpulannya, baik dalam kondisi pasar saham bullish maupun bearish, anda tetap bisa memanfaatkan peluang mendapatkan profit, karena dalam kondisi market bearish, tidak setiap hari harga saham turun. 

Penulis sendiri menerapkan strategi-strategi trading jangka pendek, dengan memanfaatkan rebound saat market sedang bearish / turun. Dan dalam kondisi market bearish, saya justru bisa membeli saham-saham yang sedang di bottom. Berikut salah satu trading penulis pada saham HRUM ketika market sedang turun / koreksi: 


Penulis membeli saham HRUM pada tanggal 12 Mei di harga average 10.175, dan kemudian menjual HRUM pada harga 10.675 pada tanggal 13 Mei. Net profit (setelah dikurangi fee) adalah sebesar 4,49% dalam satu hari trading. 

Sehingga dalam kondisi market bearish, peluang untuk meraih profit tetap terbuka. Ada beberapa tips membeli saham yang bisa anda terapkan. 

Pertama, anda bisa membeli saham-saham blue chip / searah IHSG yang sedang turun tajam di harga bottom. Kedua, membeli saham-saham yang tidak terlalu terpengaruh dengan arah IHSG, biasanya ada pada saham-saham second liner. 

Banyak ketakutan trader ketika market sedang bergerak turun. Justru pada saat pasar saham turun, anda tetap bisa mendapatkan peluang-peluang profit di market, karena tidak setiap saat pasar saham turun. 

Pelaku pasar akan tetap memanfaatkan saham-saham yang sudah murah untuk ditradingkan, sehingga fluktuatif di market pasti akan tetap terjadi ketika market sedang koreksi.

Namun saat market bearish, selalu disarankan untuk lebih menjaga porsi cash di portofolio anda, karena pada saat pasar saham turun, cash is the king. 

Cash yang besar dapat memberikan rasa psikologis yang lebih nyaman, dan anda punya kesempatan mengincar saham-saham yang sudah murah ketika sentimen-sentimen negatif di market sudah berakhir. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.