Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Beli Saham Pagi, Siang, atau Sore?

Jam perdagangan saham di Indonesia dimulai pukul 09.00-16.15 (Dalam kondisi market normal). Artinya anda bisa trading saham dan punya kesempatan mencetak profit mulai dari pagi sampai sore hari. 


Dalam praktikknya, setiap waktu perdagangan saham bisa memiliki makna yang berbeda bagi trader, sehingga para trader saham seringkali memiliki pendapat berbeda tentang waktu terbaik untuk membeli dan menjual saham. 

Sebagian trader mengatakan:  "Lebih baik beli saham pagi hari aja, soalnya marketnya masih ramai". Ada juga yang mengatakan: "Beli saham siang hari saja, soalnya volatilitas saham sudah mulai stabil. Ada yang mengatakan: "Beli saham sore hari lebih baik, soalnya menjelang closing sampai pagi hari harga saham biasanya diangkat."

Oke, jadi mana yang terbaik? Lebih enak beli saham pagi hari? Atau siang, atau sore hari saja? Di pos kita akan membahas kecenderungan pergerakan harga saham di pagi, siang dan sore hari (untuk trading). 

Anda bisa pelajari juga strategi trading harian (intraday), dengan memanfaatkan momen beli saham pagi dan jual sore hari disini: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Cepat. 

BELI SAHAM PAGI HARI 

Di pagi hari, khususnya pukul 09.00-10.30, mayoritas pergerakan harga saham dan market biasanya punya kecenderungan sebagai berikut:
  • Fluktuatif harga saham tinggi 
  • Banyak saham yang naik cepat di pagi hari (Terutama kalau IHSG lagi ijo) 
  • Banyak saham yang ramai diperdagangkan  
Yap, tiga hal ini sering terjadi di pasar saham saat pagi hari. Fluktuatif harga saham di pagi hari biasanya relatif tinggi, karena mulai banyak trader yang memasang order beli dan jual. 

Di satu sisi, hal ini juga berkaitan dengan psikologis seseorang. Pagi hari pikiran masih fresh, orang masih semangat, sehingga aktivitas trading di pagi hari umumnya cukup tinggi. 

Di pagi hari, kita juga sering menemukan saham-saham yang lebih cepat naik, apalagi kalau IHSG lagi hijau, atau ketika sore hari kemarin sudah banyak saham yang turun. Selain itu, sentimen-sentimen positif biasanya muncul di market pagi hari, sehingga ketika sentimen positif muncul, saham-saham banyak yang terbang / naik. 

Karena pagi hari adalah awal hari memulai perdagangan saham, maka pergerakan bid offer saham-saham biasanya relatif lebih ramai di pagi hari. 

BELI SAHAM SIANG HARI 

Di siang hari, khususnya diatas pukul 10.30 sampai awal sesi 2 yaitu sampai pukul 14.00, mayoritas pergerakan harga saham dan market biasanya punya kecenderungan sebagai berikut:
  • Fluktuatif harga saham mulai melambat 
  • Masih ada saham-saham yang melanjutkan kenaikan, namun tidak secepat saat pagi hari 
Pada siang hari, kalau anda amati, fluktuatif harga saham umumnya sudah mulai agak lambat, tidak seperti pagi hari. Apalagi sudah menjelang istirahat, jam makan siang dan sholat (Hari Jumat), maka aktivitas perdagangan saham sudah nggak seberapa ramai di siang hari.

Ibaratnya, siang hari adalah rem sementara untuk fluktuatif IHSG. Tidak tidak menutup kemungkinan kalau IHSG di pagi hari turun dan saham2 tertentu sudah turun banyak di pagi pagi, penurunannya di siang hari juga mulai tertahan, dan bisa jadi ada sedikit technical rebodund jika sudah jenuh jual pagi harinya.  

BELI SAHAM SORE HARI

Menjelang sore sampai sore hari, khususnya diatas pukul 14.00 sampai closing market, mayoritas pergerakan harga saham dan market biasanya punya kecenderungan sebagai berikut:
  • Fluktuatif harga saham mulai naik dibandingkan siang hari 
  • Pergerakan harga saham cenderung lebih cepat di siang hari tetapi terkadang lebih lambat dibandingkan pagi hari 
  • Menjelang closing, seringkali ada "kejutan", entah harga saham tiba-tiba naik atau sebaliknya (Disebut aksi marking the close) 
  • Harga saham lebih mudah berbalik arah di sore hari 
Secara psikologis, setelah istirahat makan siang, orang-orang akan lebih bersemangat lagi untuk melakukan aktivitas, walaupun pikiran pasti tidak fresh seperti pagi hari. 

Jadi pada sore hari, biasanya mulai banyak lagi trader yang menempatkan order. Atau trader yang menjual saham-saham yang sudah dibeli pagi atau siang harinya. Apalagi para trader biasanya ingin keep saham-saham di sore hari untuk dijual keesokan harinya. 

Pada sore hari, seringkali terjadi aksi marking the close, yaitu para market maker (Bandar saham), menaikkan harga saham menjelang closing. Atau sebaliknya, menjatuhkan harga saham mendekati closing market. Baca juga: Aksi Marking The Close di Bursa Saham.
 
Tujuannya tentu supaya bisa membeli saham di harga murah pagi harinya, maka market maker menurunkan harga saham menjelang closing. Kalau harga saham dinaikkan menjelang closing, kemungkinan besar para market maker ingin keep saham sampai besok, dan dijual pagi atau siang keesokan harinya. 

Karena hal-hal inilah, pada akhirnya membuat harga saham lebih fluktuatif di sore hari, walaupun terkadang fluktuatifnya tidak setinggi pagi hari, karena di sore hari, banyak juga trader yang sudah exit dari market setelah jual saham. 

BELI SAHAM PAGI, SIANG ATAU SORE HARI? 

Jadi mana momen terbaik untuk beli saham? Apakah beli saham pagi, siang atau sore hari? Di waktu mana yang potensi profitnya paling baik untuk trader? 

Semua momen memiliki peluang masing-masing. Kalau anda ingin mencari saham yang murah dan tidak ingin ketinggalan momentum, belilah saham saat pagi hari, DENGAN CATATAN: Market sedang tidak dalam kondisi turun tajam. 

Karena ketika market sedang turun tajam di awal sesi (pagi hari), kemungkinan besar saham-saham masih akan lanjut turun kalau anda membeli langsung di pagi hari. 

Pada saat saham-saham sudah naik banyak di pagi-siang hari, harganya sudah tinggi, sehingga sore harinya harga saham sulit untuk naik lagi. 

Siang hari juga bagus digunakan untuk menunggu momen beli yang tepat. Biasanya ketika fluktuatif market relatif tinggi di pagi hari, apalagi kalau saham-saham masih pada turun, maka beli saham di pagi hari akan berisiko. 

Dalam hal ini, anda bisa menunggu penurunan saham reda dulu. Siang hari biasanya fluktuatif market mulai turun. Sehingga kalau pagi hari saham-saham lagi pada turun, anda baru bisa melihat lebih jelas kecenderungan dan pola pergerakan harga saham di siang hari sampai sesi 2.      

Sore hari bagus digunakan untuk koleksi saham-saham yang penurunannya sudah reda, atau saham-saham yang harganya sudah murah di sesi 2 untuk dijual besok pagi. 

Seringkali ketika pagi hari saham-saham pada turun tajam, penurunan harga saham bisa mulai reda di sesi 2 saat sore hari. Nah, sore hari adalah momen yang bagus untuk koleksi saham-saham yang sudah murah, dan untuk dijual keesokan harinya. 

Saham-saham yang sudah murah dan turun di sesi 2, keesokan pagi harinya ada peluang untuk rebound lebih cepat. Strategi ini cocok untuk intraday trading yang ingin menerapkan beli sore jual pagi pagi. Pelajari juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.   

Itulah kecenderungan pergerakan market pada saat pagi, siang dan sore hari. Kalau anda ingin trading, anda bisa perhatikan momen-momen market tersebut. 

Tapi ingat juga bahwa faktanya pasar saham tidak ada rumus baku 100%. Artinya, bukan berarti harga saham di pagi hari pasti akan lebih ramai daripada siang dan sore hari. Bukan berarti juga harga saham pagi hari pasti punya peluang naik lebih cepat. Bukan berarti siang hari semua saham pergerakannya lambat dan stagnan. 

Bisa saja yang terjadi malah kebalikannya. Apa yang kita bahas disini adalah "KECENDERUNGAN". Dengan kata lain, pergerakan harga saham pagi, siang dan sore hari seringkali bergerak dengan pola-pola tersebut. 

Tapi tidak ada 100% rumus bahwa pergerakan market pasti selalu terjadi seperti itu. Karena kondisi market itu dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Kalau ada sentimen negatif di pagi hari, bisa saja saham-saham turun pagi harinya. 

Namun di sore hari, pelaku pasar menganggap harga saham sudah mulai banyak yang murah, sehingga pasar saham sore hari malah ramai, dan saham2 yang sudah jatuh mulai dikoleksi dan naik lagi. 

Yang paling penting, analisa market juga perlu anda combine dengan analisa teknikal masing-masing saham, karena untuk menemukan kapan saham yang sudah murah, kapan saham yang sudah mahal, anda bisa mengetahuinya dengan analisa chart. 

Sedangkan analisa market ini berguna untuk mengambil posisi (manajemen modal) berdasarkan kondisi riil di pasar saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.