Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Trading dengan Volatilitas Harga Saham

Bagi seorang trader saham, pergerakan harga saham adalah teman trader. Trader memperoleh profit dengan cara memanfaatkan momen naik turunnya harga saham. 


Oleh karena itu, pergerakan harga saham harus selalu anda analisa, supaya anda dapat meraih profit jangka pendek di market. Dalam trading, kita mengenal istilah volatilitas saham.  

Tahuhkah anda apa itu volatilitas saham? Dan apa kegunaannya untuk trader? 

Terkadang trader sulit membedakan FLUKTUATIF dengan VOLATILITAS harga saham. Fluktuatif merupakan naik turunnya harga saham. Katakanlah saham naik dari harga 800 ke 820. Kemudian turun lagi ke 810. Itu yang dinamakan dengan fluktuatif.

Semakin sering saham mengalami naik turun selama jam market, maka dapat dikatakan fluktuatifnya semakin cepat. Sedangkan volatilitas harga saham adalah JARAK ANTAR FLUKTUATIF (naik turunnya) harga saham.   

Sebagai contoh, harga saham A sering bergerak di range 800 sampai 850. Maka, range (jarak) pergerakan harga 800-850 ini dikatakan sebagai volatilitas harga saham. 

Semakin panjang range pergerakan support resisten suatu saham, maka dapat dikatakan volatilitas harganya semakin tinggi. Saham yang bergerak naik turun di kisaran 800-900 tentu memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan saham2 yang bergerak di range 800-850. 

Untuk lebih jelasnya, anda bisa perhatikan contoh volatilitas saham pada beberapa grafik saham berikut: 

Volatilitas saham - Saham INDF

Volatilitas saham - Saham ASII

Perhatikan jarak antara tanda-tanda lingkaran diatas. Jarak-jarak antara support resisten itulah yang disebut dengan volatilitas harga. Fluktuatif memiliki hubungan erat dengan volatilitas: Semakin cepat naik turunnya harga saham dalam waktu tertentu, maka volatilitas harganya biasanya juga relatif lebih tinggi.   

Kalau kita perhatikan, volatilitas saham ASII berbeda dengan INDF, di mana secara kasat mata terlihat bahwa saham ASII memiliki volatilitas dan fluktuatif yang lebih tinggi dibandingkan INDF. 

Hal ini karena saham ASII memiliki range pergerakan yang lebih panjang dibandingkan INDF. INDF seringkali bergerak dalam tren sideways di range harga sempit, sehingga volatilitasnya otomatis rendah.  

TRADING DENGAN VOLATILITAS HARGA SAHAM 

Volatilitas harga saham adalah teman trader, karena dengan adanya volatilitas, anda bisa meraih profit. Ada beberapa tips trading dengan memanfaatkan volatilitas saham: 

1. Pilih saham yang volatilitasnya bagus 

Tidak semua saham punya volatilitas baik. Ada saham yang volatilitasnya sangat rendah, sehingga kita sulit mengambil range take profit diatas harga beli. Ada saham yang volatilitasnya sangat tinggi tapi tidak stabil (nanti kita bahas di poin2 selanjutnya). 

Saran saya, pilihlah saham2 yang memang punya volatilitas baik dan pergerakannya stabil, serta punya range support resisten yang jelas. Tipe Saham seperti ini akan lebih menguntungkan trader.   

Anda bisa pelajari cara-cara yang simpel untuk screening saham2 layak trading disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus (365 halaman). 

2. Kombinasikan volatilitas dengan analisa teknikal, terutama support resisten 

Kombinasikan saham2 yang punya volatilitas bagus dengan analisa teknikal untuk melihat momentum trading (di harga berapa sebaiknya anda membeli). Terutama analisalah support resisten sahamnya. 

Karena volatilitas sangat erat kaitannya dengan pergerakan range support resisten. Support resisten memberikan banyak  manfaat untuk trader, baik untuk mengambil keputusan trading, maupun melihat titik2 harga yang bagus.  

Pelajari juga analisa2 support resisten lanjutan disini: Menemukan Saham Naik dengan Variasi Support Resisten. 

3. Pertimbangkan saham sideways yang punya volatilitas baik

Trader yang menyukai volatilitas tinggi, umumnya akan menghindari saham sideways yang pergerakan sahamnya cenderung mendatar (trendless). 

Apakah saham yang trennya sideways sebaiknya dihindari buat trading? 

Tidak juga. Ada saham sideways yang volatilitasnya rendah, tapi saham2 tersebut bergerak di range support resisten yang agak renggang, sehingga dapat anda manfaatkan untuk meraih profit berulang di support resisten yang sama. 

Anda bisa pelajari strategi2 memilih saham sideways yang bagus disini: Full Praktik Strategi Trading di Saham Sideways. 

4. Hati-hati saham yang volatilitasnya terlalu tinggi

Buat trader yang Hati-hati juga dengan saham2 yang punya volatilitas harga terlalu tinggi, namun tidak stabil, seperti contoh pola saham FPNI berikut:

Saham dengan volatilitas tinggi

Anda bisa lihat jarak antara tanda2 lingkaran diatas. Yap, kita melihat volatilitas harga yang sangat tajam. Tapi sayangnya, volailitasnya tidak stabil. 

Pada pola2 sebelumnya, harga sahamnya tidak bergerak, sehingga tidak terjadi volatilitas harga. Saham2 seperti ini risikonya besar untuk trader. Kalau anda ingin trading pada saham2 high volatil, gunakan untuk scalping trading saja dengan proporsi modal yang relatif kecil.

Itulah beberapa tips trading dengan volatilitas harga saham. Ingat juga, jangan hanya melihat tingginya volatilitas sebagai patokan trading. Jangan beranggapan saham2 yang volatilitasnya tinggi pasti profit. 

Karena banyak saham gorengan yang volatilitasnya tinggi, namun hanya terjadi dalam beberapa hari. Pilihlah saham2 yang volatilitasnya CEPAT tapi pergerakannya LEBIH STABIL dan KONSISTEN.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.