Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Persepsi Trading Saham yang Salah

Dahulu waktu pertama kali trading, bahwa mendapat profit di sham pasar itu harus ada aturan-aturan tertentu, di mana setelah menjalankan sendiri trading saham, persepsi tersebut ternyata kurang tepat. 


Selama 6 bulan pertama, saya berhasil meraih profit. Tapi karena mindset yang terlalu kaku, akhirnya profit yang saya peroleh tidak maksimal. Banyak peluang yang hilang di market karena saya terlalu 'membatasi'. 

Padahal pasar saham itu tidaklah kaku. Ada banyak variasi strategi, saham-saham yang bisa dipilih untuk trading. Dan yang terpenting, kita harus bisa menjadi trader saham yang fleksibel. 

Ternyata banyak juga trader pemula yang punya persepsi yang sama. Persepsi-persepsi yang kurang tepat ini terkadang juga tercipta dari pendapat-pendapat trader lain yang hanya berteori. 

Karena persepsi2 tersebut kita percaya, justru akhirnya trader membatasi diri untuk meraih profit di market. Ada beberapa persepsi trading yang dahulu saya anggap benar. Namun setelah menjalankan sendiri trading, analisa saham, analisa market, saya beranggapan bahwa persepsi2 tersebut tidaklah tepat. 

Berikut beberapa persepsi yang kurang tepat di market:  

1. Trading harian itu risikonya tinggi dan tidak disarankan 

Dahulu saya memiliki mindset bahwa trading harian itu sangat berbahaya. Banyak juga yang menyarankan menyimpan saham mingguan atau investasi jauh lebih baik dibandingkan trading cepat. 

Setelah menjalankan trading, persepsi tersebut salah total. Trading harian merupakan strategi trading yang bagus untuk trader yang ingin meraih profit harian, tanpa harus hold saham terlalu lama.  

Dan trading harian bisa dilakukan dengan cara memilih saham-saham yang risikonya kecil. Trading harian (intraday trading) juga harus dilakukan dengan analisa-analisa teknikal, market yang benar. Bukan hanya asal memilih saham berdasarkan feeling. 

Di web Saham Gain ini, saya juga sudah membahas praktik2 cara memilih saham untuk trading harian dan analisa2 utama untuk intraday trading. Anda bisa pelajari disini: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Cepat dan Contoh Trading Harian Saham. 

Saran saya, sebagai trader saham anda harus praktikkan sendiri trading saham. Jangan mudah percaya dengan kata Si A, kata Si B. Strategi trader lain mungkin cocok untuk diri sendiri. Tapi belum tentu cocok buat anda. 

Jika anda merasa cocok trading harian. Anda ingin meraih profit dari trading cepat tidak ada salahnya. Selama anda memahami strategi yang benar. Anda paham cara memilih saham yang risikonya kecil, maka anda tetap bisa meraih profit konsisten. 

2. Trader hanya boleh pakai satu strategi trading 

"Trader sebaiknya menguasai satu strategi trading saja, karena kalau pakai beberapa strategi trading, trader menjadi tidak fokus." Begitu pikir saya.. Sehingga dahulu saya hanya fokus pada satu strategi trading saja. 

Tapi ternyata, menguasai dan memahami beberapa strategi trading itu sangat diperlukan. Walaupun menguasai lebih dari satu strategi trading bukanlah kewajiban. Akan tetapi ada baiknya anda bisa mempraktikkan paling tidak dua strategi trading. 

Karena perubahan dan fluktuatif market, membuat anda harus lebih fleksibel untuk menyesuaikan strategti trading. Kalau anda punya beberapa opsi strategi trading, anda bisa menyesuaikan kondisi market yang ada. 

Kita sudah membahas contoh beberapa strategi trading yang akan lebih efektif diterapkan dalam kondisi market yang berbeda. Anda bisa pelajari disini: Swing Trading Vs Trading Harian. 

Ingat, strategi trading tidak harus anda terapkan dalam waktu yang bersamaan. Anda bisa menerapkan strategi trading sesuai dengan kondisi market saat itu, dan karakter masing-masing saham, sehingga anda bisa lebih fleksibel dalam trading. 

3. Saham yang naik adalah saham yang bisa memberikan profit

Anggapan ini benar, tapi tidak 100% saham yang sedang naik pasti akan memberikan profit. Tapi ingat juga bahwa saham yang sudah naik tinggi, biasanya akan rawan untuk jatuh (turun drastis). 

Konsepnya, tidak selamanya harga saham itu naik terus. Celakanya, trader yang 100% percaya dengan percaya dengan pernyataan tersebut, akhirnya membeli saham yang harganya sudah naik, tanpa memperhatikan potensi2 koreksi di saham tersebut. 

Anda bisa pelajari cara membaca saham yang akan turun disini: Full Praktik Membaca Saham yang Berpotensi Turun (Koreksi).   

Dalam praktikknya, saham yang harganya sedang turun justru merupakan peluang anda untuk membeli saham-saham di harga yang jauh lebih murah, dan take profit di harga yang tinggi. Pelajari cara-cara menemukan saham diskon disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

4. Semakin banyak pakai indikator, peluang profit semakin besar 

"Indikator yang banyak akan semakin membantu trader membaca sinyal saham lebih jelas". Faktanya: Indikator saham yang bagus itu bukan dilihat berdasarkan jumlah (ukuran kuantitatif). 

Namun indikator saham dikatakan akurat jika anda bisa menggunakan indikator sewajarnya. Memilih indikator yang simpel dan mengkombinasikan dengan analisa teknikal lainnya. 

Dengan cara tersebut, kita justru bisa lebih fleksibel untuk mengembangkan banyak analisa teknikal yang praktikal (bisa diterapkan untuk trading) dan tidak hanya fokus untuk mencoba semua indikator. 

Anda bisa pelajari analisa teknikal praktis untuk trader pemula - expert disini: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

5. Semakin besar modal trading, profitnya semakin besar 

Dahulu saya berpikir: "Kalau modal semakin besar, profit yang diraih juga semakin besar". Benar, namun praktikknya tidak semudah itu. Menggunakan modal besar untuk trading juga butuh kesiapan dari segi ilmu, pengalaman, mental dan psikologis. 

Kalau anda belum terbiasa trading dengan modal besar. Anda belum siap secara psikologis. Anda belum siap secara pengalaman. Maka modal besar tersebut justru berisiko. Solusinya: Selalu mulai dengan modal kecil atau bertahap (Kisaran Rp1-3 juta). 

Jika anda sudah siap menggunakan modal kecil, barulah anda menggunakan modal yang lebih besar. Maka dengan meningkatnya pengalaman dan kemampuan trading, modal besar akan memberikan profit lebih maksimal. 

Tapi dalam praktikknya, banyak juga trader saham yang tidak suka menggunakan modal besar. Nah, kalau anda tipe trader yang lebih nyaman trading pakai modal kecil, tidak masalah.

Tidak ada kewajiban untuk menambah modal dalam trading. Semua tergantung dari karakter anda. Pelajari juga: Keuntungan Membeli Saham dengan Modal Kecil.

Semoga kita sebagai trader bisa menghilangkan persepsi-persepsi yang salah ini. Persepsi2 yang salah tersebut justru akan membatasi kreativitas trading. Padahal pasar saham itu luas, dan ada banyak variasi, alternatif dan strategi2 yang bisa menghasilkan profit.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.