Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Saham: Saham KAEF

El Heze
Saham KAEF dan saham INAF memiliki pola pergerakan harga saham yang kurang lebih sama. Kedua saham ini sering memberikan "kejutan" bagi trader, di mana harganya bisa naik sangat drastis dalam waktu singkat. 



Namun tidak lama kemudian harganya juga bisa turun puluhan persen sehari. Di saat-saat tertentu, kedua saham ini biasanya juga cenderung sideways atau tidak banyak pergerakan. Pada September 2018 hingga April 2019 saham KAEF tiba2 naik drastis dari 2.000 ke 3.600-an. 

Tetapi setelah itu, harga sahamnya jatuh terus sampai ke 500. Dan KAEF sering mengalami volatilitas yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa KAEF adalah saham yang cukup high risk untuk trader.  

Saham KAEF seringkali digoreng bandar, sehingga terkadang harganya tidak stabil. Demikian juga ketika ada sentimen-sentimen tertentu di saham ini, maka saham KAEF dan INAF harganya bisa naik puluhan persen hanya dalam 2-3 hari. 

Dan sebenarnya tipikal saham seperti ini ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi bisa menguntungkan para trader jangka pendek, khususnya scalper trader (trader menitan). Pelajari juga: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

Namun di sisi lain, saham-saham yang volatilitasnya seperti ini sangatlah berbahaya. Kalau anda membeli sahamnya saat sudah naik tinggi, karena anda 'takut ketinggalan kereta', jika saham ini turun banyak, maka floating loss anda bisa sangat besar dalam waktu cepat. 

Seperti kita ulas, saham KAEF ini biasanya memiliki volatilitas yang tinggi ketika ada sentimen2 tertentu. Sentimen2 positif biasanya dimanfaatkan bandar yang ingin trading pendek untuk meraup profit besar.  

Sebagai contoh, ketika ada sentimen positif vaksin Covid, maka saham-saham di sektor farmasi khususnya saham KAEF dan INAF harganya akan langsung naik drastis. Anda bisa perhatikan chart saham KAEF yang naik drastis selama 2-3 hari dari harga 1.400 sampai ke 2.600: 

Saham KAEF
Di web Saham Gain bagian Rekomendasi Saham, saya juga pernah mengulas potensi saham KAEF dan INAF. Kita sudah pernah mengulas bersama bahwa saham2 ini dapat dimanfaatkan untuk trading cepat saat harganya naik tinggi, namun volatilitasnya yang berisiko, membuat anda harus disiplin dan tidak gegabah membeli sahamnya.  
Ulasan saham KAEF dan INAF di web Saham Gain

Dalam hal apa sebaiknya anda tidak gegabah? Anda bisa perhatikan kembali chart KAEF diatas, di mana setelah harganya naik tinggi, KAEF membentuk GAP UP (Tanda lingkaran). Kemudian perhatikan lagi harga saham KAEF setelahnya (tanda lingkaran):


Setelah KAEF membentuk gap up dan sudah naik tinggi selama 2 hari, KAEF mulai berat untuk naik lagi. Keesokan harinya, KAEF turun drastis sampai ke 2.500 dan mulai menutup gap-nya lagi. Perhatikan chart KAEF berikut (tanda lingkaran merah):


Saham KAEF turun
Penurunan saham KAEF terjadi cukup drastis selama 3 hari. Ini menunjukkan pola saham KAEF yang memiliki volatilitas tinggi. Apalagi jika saham-saham yang volatilitasnya tinggi sudah mulai membentuk gap up yang besar ketika naik, maka jangan mengejar sahamnya. 

Karena saham tersebut berpotensi turun lagi menutup gapnya. Anda bisa perhatikan penurunan saham KAEF di candle terakhir, juga sudah mulai menuju ke arah gap-nya. Mengenai gap, kita sudah pernah bahas juga disini: Gap Saham: Kenapa Gap Saham Harus Ditutup? 

"Apakah saham KAEF bisa naik lagi Pak Heze?" 

Tentu saja bisa. Dalam jangka waktu tertentu, tentu saja saham2 seperti ini punya peluang untuk naik lagi. Tetapi hal sebaliknya juga bisa terjadi, yaitu harga sahamnya lanjut turun lagi kalau sentimen positifnya sudah tidak sekuat sebelumnya. 

Yang ingin saya tekankan di pos ini, dari pola saham KAEF ini, kita semua bisa mengambil analisa-analisa penting terkait pola pergerakan sahamnya: Anda harus lebih konservatif ketika menemukan saham yang sedang naik sangat tinggi, apalagi jika kenaikannya terjadi dalam waktu yang relatif singkat. 

Tipe pergerakan saham seperti ini (yang naik cepat karena sentimen positif, atau bahkan naik cepat tanpa alasan apapun) biasanya lebih banyak dimanfaatkan oleh bandar-bandar saham yang ingin meraup profit dari trading cepat, baik scalping maupun harian. 

Sehingga ketika harganya sudah naik tinggi 2-3 hari, harganya berpotensi turun dengan cepat, apalagi jika sahamnya sudah membentuk gap-gap sebelumnya. 

Banyak rekan-trader yang sering terjebak membeli saham yang sudah naik tinggi, padahal harganya sudah naik 2-3 hari dan sudah mulai ada tanda-tanda koreksi. Melalui pos ini, anda bisa mendalami pola2 pergerakan saham yang volatilitasnya tinggi. 

Sehingga, analisa di pos ini, suatu saat bisa anda gunakan untuk menganalisa saham2 lainnya yang punya volatilitas tinggi. Beberapa saham yang punya volatilitas seperti ini dan sering memberikan "kejutan" misalnya TKIM, INKP, KAEF, INAF. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.