Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Apa yang Harus Dibeli?

Jumlah saham yang ada di Bursa Efek sangat banyak, dan seiring berjalannya waktu, pasti jumlah perusahaan go public semakin bertambah. Di pasar saham, ada saham-saham blue chip yaitu saham2 yang kinerjanya bagus dan likuiditas sahamnya tinggi.



Contohnya seperti INDF, ICBP, BBCA, BBRI, BMRI, HMSP, TLKM dan lain-lain. Ada juga saham-saham second liner (lapis dua) yang cukup likuid tapi masih dibawah saham2 blue chip. Contohnya seperti CPIN, PWON, CTRA, ACES dan lain2. 

Dan ada pula saham lapis tiga atau biasa disebut sebagai saham gorengan alias junk stock. Saham gorengan adalah saham2 yang likuiditasnya rendah, dan memiliki kinerja fundamental yang tidak terlalu bagus. Misalnya saham FREN, ELTY, BUMI, BULL, TRAM, GZCO dan lain2. Pelajari juga: Memahami Saham Lapis Satu, Lapis Dua dan Tiga. 

Dari sekian banyak saham yang ada, saham apa yang harus dibeli? 

Anda punya kebebasan untuk membeli saham apapun yang anda inginkan, asalkan sesuai dengan jumlah modal yang anda miliki. Usahakan untuk tidak menggunakan margin trading. Baca juga: Belajar Saham: Margin Trading Saham.  

Jadi di dalam trading, tidak ada aturan baku, tidak rumus pasti mengenai aturan saham apa yang harus dibeli. Anda boleh membeli saham apapun selama anda menganalisa, sesuai dengan trading plan dan karakter pribadi anda. 

Kemudian anda para pembaca web Saham Gain bertanya: "Tapi Bung Heze, dari sekian banyak saham mana yang paling menarik untuk dibeli? Kan nggak mungkin kita beli semua saham"

Ini pertanyaan yang bagus. Pertama-tama, perlu anda pahami terlebih dahulu bahwa setiap tipe saham memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

SAHAM LAPIS SATU (BLUE CHIP)

Kelebihan saham blue chip adalah pergerakan harganya yang relatif stabil. Naik turunnya saham blue chip tidak terlalu signifikan. Selain itu, karena sahamnya likuid, maka saham blue chip biasanya lebih mudah naik ketika harga sahamnya sudah turun. 

Karena banyak yang mentradingkan sahamnya, maka saham blue chip akan diborong ketika harganya sudah diskon. Pelajari juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Sebaliknya, kalau saham blue chip sudah naik atau kemahalan, maka saham blue chip juga rentan turun. Naik turunnya saham blue chip yang berpola dan lebih stabil membuat anda lebih mudah menganalisa saham-saham blue chip. Selain itu, saham blue chip risikonya juga lebih rendah (karena volatilitasnya lebih stabil).  

Kekurangan saham blue chip adalah pergerakan harganya yang tidak terlalu cepat, sehingga kalau anda mengincar untung menitan dari saham blue chip akan relatif "lebih sulit". Selain itu, harga saham blue chip umumnya juga lebih mahal, biasanya diatas Rp3.000 per saham.

SAHAM LAPIS DUA (SECOND LINER)

Kelebihan saham-saham lapis dua adalah likuid dan memiliki volatilitas harga yang lebih tinggi daripada saham2 blue chip. Selain itu, saham2 lapis dua harganya juga relatif lebih rendah ketimbang saham blue chip, sehingga lebih mudah dijangkau dengan modal kecil. 

Namun kekurangannya, saham2 lapis dua biasanya juga memiliki ketidakpastian tren / pola dibandingkan saham2 blue chip, karena umumnya saham2 lapis dua, walaupun likuid namun likuiditasnya masih dibawah saham2 blue chip.

Karena jumlah saham lapis dua cukup banyak, anda harus bisa memilih saham lapis dua yang pergerakan, likuiditas dan pola teknikalnya cocok buat trading. Tidak semua saham lapis dua bagus untuk trading. Pelajari cara-cara memilih saham bagus disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus. 

SAHAM LAPIS TIGA (SAHAM GORENGAN) 

Kelebihan saham lapis tiga adalah volatilitas harganya sangat cepat, dan harga sahamnya sangat murah (secara nominal), sehingga bisa dimanfaatkan untuk scalping trading. 

Tetapi saham2 lapis tiga juga memiliki risiko yang besar. Karena mayoritas saham lapis tiga tidak likuid, dan volatilitasnya tinggi, saham2 ini bisa naik turun puluhan persen dalam hitungan menit dan polanya tidak stabil, sehingga dapat menimbulkan potensi kerugian yang besar untuk trader. 

SAHAM APA YANG HARUS DIBELI? 

Dari kelebihan dan kekurangan masing-masing karakter saham, sebenarnya anda bisa memilih saham-saham yang sesuai dengan karakter pribadi. Jika anda lebih suka trading menitan, anda bisa pertimbangkan untuk mentradingkan saham2 lapis tiga. 

Jika anda tipikal trader konservatif (low risk), pilihlah saham-saham blue chip untuk trading, baik untuk trading harian ataupun swing trading. Jika anda tipikal trader moderat (setengah konservatif dan agresif), anda bisa pilih saham-saham second liner. 

Namun dalam praktikknya, membeli saham juga harus dilakukan dengan strategi yang benar. Apalagi kalau kita sudah bicara tentang MENYUSUN PORTOFOLIO SAHAM IDEAL, maka anda harus memprioritaskan saham2 yang bagus dan aman untuk trading. 

Terkadang justru "kebebasan" yang dimiliki trader di pasar saham bisa membuat anda gegabah dalam membeli saham. Banyak trader yang ingin untung cepat akhirnya terus membeli saham-saham gorengan, padahal risikonya sangat besar. 

Atau karena trader nggak tahu mau beli saham apa, akhirnya trader membeli saham tanpa pertimbangan. Trader membeli saham2 yang tidak paham pola dan analisa teknikalnya. Akhirnya sahamnya nyangkut.  


Jadi saran saya, sebagai trader, sebaiknya anda membeli saham berdasarkan pertimbangan2 berikut: 

1. Pilihlah saham-saham yang analisa teknikalnya bagus. 

Dari sekian banyak saham yang ada di Bursa Efek, tidak semua saham analisa teknikalnya bagus dan menguntungkan. Pilihlah saham2 yang analisa chartnya memberikan sinyal / potensi naik. Baca juga: Cara Memilih Saham Bagus untuk Trading. 

Pada umumnya, saham2 yang teknikalnya bagus adalah saham2 blue chip dan second liner. Kalau anda ingin mempelajari analisa teknikal dan menyimpan saham2 yang risikonya relatif rendah, prioritaskan saham2 tersebut. 

2. Tetap memprioritaskan saham2 yang blue chip dan lapis dua di portofolio. 

Paling tidak 90% modal anda, anda tempatkan pada saham2 blue chip dan lapis dua, sisanya 5-10% anda bisa pertimbangkan untuk trading di saham lapis tiga, jika anda ingin belajar pergerakan saham gorengan. 

Konsep beli saham jangan sampai terbalik. Jangan beranggapan karena saham gorengan harganya murah, kemudian portofolio anda diisi oleh saham2 gorengan. Hal ini seringkali dilakukan trader, sehingga tidak jarang trader-trader saham yang mengalami kerugian besar akibat gambling di saham2 lapis tiga. 

Di pos ini: Trading Saham: Beli Saham Apa? Kita juga sudah bahas bersama tentang kriteria saham apa saja yang bisa anda pertimbangkan untuk trading. Sehingga, anda bisa memaksimalkan profit dan memilih saham berdasarkan analisa yang benar. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.