Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

5 Kesalahan Umum Trader Harian Saham

El Heze
Strategi trading jangka pendek yang cukup banyak diterapkan oleh trader saham adalah strategi trading harian (intraday trading), di mana trader membeli dan menjual saham dengan time frame pendek yaitu beli jual di hari yang sama sampai tiga harian trading. 

Baca juga analisa trading harian saham disini: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Cepat. Karena trading harian ini memiliki time frame trading yang pendek, banyak trader yang memiliki persepsi2 salah ketika mencoba menerapkan trading harian. 

Ada beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan trader harian (intraday trader) ketika menerapkan strategi trading harian. Apa saja itu? Mari kita bahas. 

1. Memilih saham yang berisiko

Banyak trader yang beranggapan bahwa trading harian harus dilakukan dengan cara memilih saham yang bisa naik 20% sehari, karena trader ingin mengincar keuntungan cepat dalam sehari. 

Masalahnya, saham2 seperti ini sangatlah berisiko, di mana saham2 yang bisa naik puluhan persen hanya dalam waktu singkat: Harga sahamnya tidak likuid & spread harga tidak beraturan, punya potensi turun puluhan persen juga dalam waktu singkat, pergerakan analisa teknikal tidak menentu, harga saham lebih banyak digerakkan oleh bandar, dan banyak jebakan2 bandar di saham2 gorengan.  

Kalau anda sering berkunjung ke web Saham Gain ini, saya sudah sering sekali menuliskan risiko2 saham gorengan, terutama untuk pemula. Maka dari itu, jika anda berpikir lebih baik hanya memilih saham2 gorengan supaya bisa untung cepat, maka anggapan ini salah besar.

Trading harian dengan cara memilih saham-saham yang punya pergerakan stabil dapat menghasilkan profit yang lebih konsisten, dibandingkan saham2 yan berisiko. Hal ini sangat penting terutama untuk seorang trader pemula yang ingin menerapkan trading cepat. 

Pelajari juga strategi memilih saham yang bagus untuk trading harian disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

2. Menggunakan modal terlalu besar 

Banyak saya temukan trader harian yang menggunakan modal besar untuk trading harian, padahal trader belum memiliki banyak pengalaman trading alias nekad. Trader berpikir bahwa dengan modal besar, maka untung yang didapatkan dalam sehari akan lebih besar. 

Trading harian pun harus dilakukan dengan manajemen modal yang benar. Kalau anda baru mencoba menerapkan strategi trading harian, anda harus gunakan modal sekecil mungkin, agar anda bisa mengatur psikologis trading dengan baik secara bertahap. 

Apalagi dalam trading harian, anda harus berhadapan dengan fluktuatif saham yang lebih banyak dibandingkan swing atau positioning, sehingga anda harus memulai bertahap dengan modal kecil. 

3. Ingin cepat untung dari trading harian 

Kesalahan ini juga sering sekali saya temukan, di mana tujuan utama trader ingin trading sehari-dua hari karena ingin dapat untung cepat dan instan. Akhirnya banyak trader yang gegabah memilih saham-saham gorengan (poin 1), tanpa menganalisa potensi risiko dan market.

Kesalahan ini harus anda perbaiki. Tujuan trading harian memang adalah untuk mendapatkan profit dengan time frame yang lebih singkat (take profit tanpa hold saham terlalu lama). Namun memilih saham untuk trading harian juga harus anda lakukan dengan strategi, pertimbangan dan analisa yang benar. 

Jangan menjadikan trading harian hanya sebagai sarana untuk bisa cepat kaya dalam waktu singkat. Karena semua strategi trading, apapun itu, anda harus melakukannya dengan analisa dan strategi. 

4. Beli saham tanpa analisa

Kesalahan yang sering terjadi pada trader harian, trader seringkali membeli saham tanpa analisa. Membeli saham karena spekulasi. Membeli saham karena ikutan trader lain. Membeli saham karena "kelihatannya" bisa naik cepat. 

Saat ini kita juga sering melihat di grup2 saham misalnya, yang merekomendasikan beli saham yang punya potensi naik cepat besok. Padahal sahamnya adalah saham pom-pom. Trader2 yang tidak menganalisa chart, pola2 grafik sebelum membeli, akan sangat rentan terjebak dengan permainan bandar. 

5. Trading harian = Mencari profit tiap hari

Banyak anggapan bahwa trading harian identik dengan dapat profit tiap hari. Trading harian harus setiap hari mencari saham yang bisa naik di hari itu. Ini adalah salah satu kesalahan yang sering saya jumpai. 

Trading harian merupakan trading dengan time frame jangka pendek (hari yang sama - tiga hari trading). Artinya trading harian bukan trading yang dilakukan setiap hari. 

Tidak setiap saat market bersahabat untuk trader. Kalau anda menganggap bahwa di hari-hari tertentu pasar saham lagi jelek, dan banyak saham yang lagi turun, lalu anda memutuskan untuk tidak trading harian, nggak ada salahnya juga. 

Justru sebagai trader, anda harus punya kemampuan untuk melakukan analisa saham, analisa market, bukan hanya sekedar membeli saham. 

Ingatlah, bahwa dalam trading ada prinsip: QUALITY OVER QUANTITY. Kualitas trading anda jauh lebih penting daripada kuantitas (jumlah trading yang anda lakukan). 

"Tapi Pak Heze, katanya trading harian itu frekuensinya lebih banyak dibandingkan trading yang lain

Benar. Tapi frekuensi trading yang lebih banyak jangan diartikan sebagai kewajiban untuk trading setiap hari. Walaupun frekuensi trading harian lebih banyak, namun anda harus tetap memperhatikan momentum dan analisa trading, sehingga anda membeli saham bukan hanya berdasarkan frekuensinya saja, tetapi juga memperhatikan kualitas analisa trading. 

Anda yang ingin melakukan trading harian, pelajari kesalahan2 umum trader harian, supaya anda bisa menghasilkan kualitas trading harian yang jauh lebih baik (profit).  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.