Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Rasio Du Pont dan Contohnya - Part II

Silahkan baca pos sebelumnya tentang analisis rasio Du Pont untuk ROA disini: Analisis Rasio Du Pont dan Contohnya - Part I.  Di pos lanjutan ini, saya akan menjelaskan tentang penjabaran analisis Du Pont untuk rasio ROE. Seperti yang kita ketahui, rumus ROE secara umum adalah sebagai berikut: 


Dalam analisis rasio Du Pont, ROE dijabarkan / di-breakdown lagi menjadi beberapa komponen penting yang terdiri dari penggabungan rasio leverage, rasio perputaran aset, margin laba bersih. Rumusnya adalah sebagai berikut: 

Klik gambar untuk memperbesar

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh, perlu anda ketahui bahwa setiap perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, analisis Du Pont ROE ini tidak dapat disama-ratakan. Industri dapat dibedakan menjadi 3 bagian untuk mendapatkan nilai ROE yang tinggi: 

1. High turnover industries 

Pada umumnya industri yang turnovernya tinggi adalah industri retail. Persaingan pada industri retail biasanya sangat ketat, sehingga ROE yang tinggi tidak bisa didapatkan dengan menetapkan harga jual yang lebih mahal pada konsumen. Jika hal ini dilakukan, maka pelanggan akan pindah ke perusahaan pesaing. Nah, untuk menghasilkan ROE yang tinggi, perusahaan harus menaikkan volume penjualan atau menambah jumlah gerai. Jadi ciri kas industri high turnover adalah perputaran asetnya tinggi.  

2. High margin industries 

Beberapa industri bisa membuat margin laba bersih yang tinggi. Hal ini terjadi pada perusahaan yang tidak terlalu bergantung pada volume penjualan. Industri high marin biasanya ditandai dengan margin laba bersih yang tinggi. 

3. High leverages industries

Industri high leverage contohnya adalah perbankan. Hal ini dikarenakan di industri bank, tabungan nasabah akan dikelompokkan sebagai utang yang bisa digunakan sebagai modal untuk menyalurkan kredit. Keuntungan perbankan adalah selisih bunga kredit dengan bunga tabungan / deposito. 

Industri yang masuk dalam kelompok ini ciri2nya memiliki rasio leverage (equity multiplier) yang cenderung tinggi. Leverage secara sederahana adalah utang. Rasio leverage yang besar, akan meningkatkan utang perusahaan. Leverage yang terlalu tinggi akan berbahaya untuk perusahaan. 

Sekarang kita akan masuk ke contoh perhitungan ROE untuk perusahaan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Saya menggunakan laporan keuangan MYOR untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017. Dari LK MYOR, didapatkan perhitungan ROE Du Pont sebagai berikut: 


Pada analisis Du Pont ROE selama dua tahun, tampak bahwa ROE MYOR meningkat dari 22,16% menjadi 22,18%. Peningkatan ROE MYOR sangatlah tipis, atau dapat dikatakan ROE MYOR sebenarnya stabil.

Agar ROE MYOR tetap stabil, manajemen berusaha untuk meningkatkan margin laba bersih melalui efisiensi biaya, dan mengurangi leverage. Hal ini terlihat dari margin laba bersih yang meningkat dari tahun 2016 ke tahun 2017. 

Di sisi lain, manajemen menyadari bahwa perputaran aset perusahaan mengalami penurunan (dari 1,42 kali menjadi 1,40 kali), sehingga perusahaan harus meningkatkan margin laba bersih, dengan cara menekan biaya2 di laba rugi, agar margin laba bersih meningkat, dan ROE juga bisa meningkat. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen MYOR memang ingin mempertahankan tingkat ROE yang stabil. 

Dari rasio diatas, MYOR berhasil dalam mengelola biaya2nya, sehingga ROE meningkat. Hal ini berarti MYOR adalah perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang baik dan stabil. MYOR juga berusaha menurunkan tingkat leverage dari 2,06 kali menjadi 2,03 kali. 

Pertanyaan selanjutnya, dari analisis Du Pont ini, apakah ROE MYOR dapat dikatakan bagus? Untuk menjawab pertanyaan ini, anda harus membandingkan Du Pont MYOR dengan perusahaan2 di sektor yang sama. 

Artinya, jika perusahan di sektor industri sejenis memiliki margin laba bersih yang kurang lebih sama atau lebih rendah, hal ini berarti MYOR memiliki kemampuan mengelola beban / mampu meningkatkan penjualannya dengan baik. 

Jika perusahaan sejenis memiliki tingkat leverage yang tinggi dibandingkan MYOR, maka tingkat leverage MYOR dapat dikatakan wajar. Jika perusahaan sejenis memiliki tingkat perputaran aset yang kurang lebih sama dengan MYOR, maka kemampuan MYOR untuk menghasilkan penjualan dari aset2nya sudah cukup baik. 

Namun jika perputaran MYOR jauh lebih kecil dibandingkan rata2 industri sejenis, maka dapat dikatakan MYOR memiliki kelemahan dalam hal memaksimalkan aset2nya untuk mencapai penjualan. 

Itulah analisa rasio Du Pont, cara menganalisis dan contohnya. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.