Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Rasio Du Pont dan Contohnya - Part I

Dalam analisis rasio keuangan, kita mengenal salah satu analisis kinerja keuangan yang cukup populer yaitu: ANALISIS RASIO DU PONT. Analisis Du pont adalah rasio keuangan yang memecah / menjabarkan rasio return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) menjadi beberapa komponen penting.  

Mengapa ROA dan ROE? ROA dipakai dalam analisis Du Pont karena ROA menggambarkan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih menggunakan aset-asetnya. 

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan perputaran aset merupakan inti bisnis perusahaan, karena jika perusahaan memiliki aset besar tetapi tidak dapat menghasilkan laba bersih, maka hal ini bisa mengindikasikan bahwa perusahaan tidak memiliki kemampuan menghasilkan profitabilitas / keuntungan. 

Dengan memcah komponen ROA menjadi beberapa bagian, perusahaan dapat mengetahui dan menganalisis komponen2 penting dalam kinerja keuangan perusahaan secara lebih luas. 

Sedangkan ROE digunakan dalam analisis Du Pont karena ROE dapat menggambarkan besarnya pengembalian yang didapatkan pemegang saham, sehingga dengan menjabarkan komponen perhitungan ROE, kita bisa mengetahui kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dan memberikan imbal hasil pada para pemegang sahamnya.

Dalam analisis Du Pont, ROA dijabarkan menjadi beberapa hubungan rasio penting. Rasio pertama menghubungkan tingkat pengembalian aset (ROA) dengan rasio perputaran aset dan margin laba bersih. Rumus ROA dalam analisis Du Pont adalah sebagai berikut: 



Pada rumus Du Pont ROA diatas, tampak bahwa ROA bisa dijabarkan ke dalam komponen rasio perputaran aset dan rasio margin laba bersih. 

Seluruh perusahaan tentu ingin menghasilkan ROA yang tinggi. Namun kadangkala, kemampuan perusahaan seringkali dibatasi oleh tekanan persaingan. Tekanan persaingan ini akhirnya menghadirkan trade off pada perusahaan, apakah perusahaan akan memilih untuk memaksimalkan tingkat perputaran aset atau memaksimalkan margin laba bersih. 

Kalau perusahaan ingin memaksimalkan tingkat perputaran aset, perusahaan harus benar2 mendayagunakan aset2nya dengan baik untuk mencapai penjualan yang lebih besar. Dengan demikian perusahaan bisa menghasilkan perputaran aset yang tinggi. 

Hal ini biasanya terjadi pada perusahaan2 manufaktur / restoran cepat saji, yang notabene memang memiliki tingkat perputaran aset yang tinggi, karena perusahaan membutuhkan banyak bahan untuk produksi. 

Namun seiring tingginya tingkat produksi, hal ini juga menuntut perusahaan untuk mengeluarkan biaya2 yang besar. Hal ini juga berpotensi untuk menggerus margin laba bersihnya. Maka, perusahaan yang memiliki tingkat produksi yang tinggi, harus memaksimalkan tingkat perputaran aset untu menghasilkan ROA yang tinggi. 

Sedangkan pada perusahaan2 jasa seperti hotel, biasanya memiliki tingkat perputaran aset yang lebih rendah, karena aktivitasnya berbeda dengan perusahaan manufaktur, terutama pada perusahaan yang mengolah bahan mentah sampai barang jadi siap dijual. 

Maka dari itu, perusahaan2 yang memiliki tingkat perputaran aset lebih rendah, biasanya juga memiliki pengeluaran beban yang tidak terlalu besar. Oleh karena itu, untuk menaikkan nilai ROA, perusahaan2 tersebut bisa memilih untuk memaksimalkan margin laba bersihnya. 

Itulah penjelasan dan penjabaran rasio ROA dalam analisis rasio Du Pont. Penjabaran analisis Du Pont masih ada satu lagi, yaitu penjabaran analisis ROE. Bagaimana penjabaran analisis ROE pada analisis Du Pont? Silahkan baca ke part II selanjutnya disini: Analisis Rasio Du Pont dan Contohnya - Part II.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.