Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Diversifikasi Saham: Menciptakan Keseimbangan Portofolio

Di pasar saham kita sudah banyak mendengar kisah-kisah manis maupun kisah pahit seorang trader dan investor saham. Ya, di pasar saham anda punya kesempatan untuk sukses besar. Ada banyak trader dan investor saham yang mampu meraup keuntungan besar di pasar saham. Ada trader yang bisa beli rumah karena investasi saham. Ada trader yang bisa menghidupi diri sendiri dari trading. 

Namun sebaliknya, tidak sedikit trader saham yang mengalami kerugian yang tidak tanggung-tanggung. Di tahun 2017 contohnya, ada kisah seorang investor saham yang gagal menikah karena menelan kerugian besar pada investasi saham BEKS. Tahun 2018 ada berita booming seorang pedagang sate yang menginvestasikan modalnya Rp500 juta di saham AISA, dan modalanya mengalmi unrealized loss sebesar 70%..  

Sebenarnya kalau kita telusuri lebih banyak, masih banyak  kisah trader dan investor yang mengalami kerugian2 besar akibat investasi di saham. Pada saat krisis moneter 1998, perekonomian global sedang lesu tahun 2008 dan saat ekonomi Indonesia sedang bergejolak di tahun 2015, banyak sekali trader yang modalnya habis sama sekali. 

Melalui kisah-kisah investor dan trader yang mengalami kerugian, kita sebagai pebisnis hendaknya belajar. Jangan sampai anda (terutama yang baru terjun ke dunia saham) mengalami kerugian yang sama. Terus gimana caranya? 

Di web Saham Gain ini, saya juga sudah menuliskan berkali-kali bahwa untuk mendapatkan keuntungan di pasar saham, atau paling tidak anda mengalami kerugian besar, maka anda harus punya pengetahuan sebelum anda memutuskan untuk terjun ke dunia saham.

Jika anda memutuskan untuk menjadi seorang investor saham, anda harus benar-benar mengerti tentang analisis fundamental. Mengerti disini bukan hanya sekedar tahu, tetapi anda memang harus bisa membaca laporan keuangan dengan benar, memprediksi prospek perusahaan. 

Demikian juga kalau anda ingin jadi trader, maka anda harus memahami dengan benar ANALISIS TEKNIKAL. Jangan sampai anda membeli saham, tetapi anda tidak tahu kenapa anda membeli. 

Namun anda juga harus memahami pentingnya membagi modal anda di saham. Saya melihat bahwa investor dan trader yang mengalami kerugian besar di saham lebih dikarenakan mereka membeli saham2 yang tidak bagus secara fundamental, tidak likuid secara analisis teknikal, dan saham2 yang jarang membagi dividen. Baca juga: Cara Membeli Saham Murah.  

Maka dari itu, supaya anda bisa tetap meminimalkan kerugian, salah satu strategi yang perlu anda terapkan untuk menciptakan keseimbangan portofolio saham anda adalah: Strategi diversifikasi. 

Seperti pepatah dalam pasar modal: "Jangan menaruh telor dalam satu keranjang". Inilah makna dari diversifikasi itu sendiri. Diversifikasi saham berarti jangan memasukkan modal anda ke dalam satu saham. Apalagi kalau anda punya modal besar, jangan membeli satu saham. Belilah minimal 2 saham, bagilah modal anda. 

Jika anda memutuskan untuk membeli saham yang kurang likuid misalnya, atau anda mau membeli saham2 non blue chip, saham2 yang masih dalam tahap growth company, apalagi dengan modal besar, maka anda harus punya pegangan saham lain, di mana saham tersebut hendaknya adalah saham yang perusahaannya sudah mature / saham2 blue chip. Mature artinya selain blue chip berarti anda juga akan mendapatkan dividen yang besar dari saham2 tersebut. Baca juga: Daftar Perusahaan yang Rutin Membagi Dividen. 

Beberapa perusahaan saham2 blue chip yang saya screening menurut versi saya adalah JSMR, INDF, TLKM, BBRI, BBCA, BBNI, BMRI, ASII UNVR, PTBA. Saham2 ini mudah berbalik naik dengan cepat ketika kondisi IHSG pulih, plus saham2 ini mesti bagi dividen besar tiap tahun / interim. Berbeda dengan saham2 yang bukan blue chip.
Jadi setidaknya anda sudah memegang dua saham. Satu saham non-blue chip. Satunya lagi saham blue chip. Kemungkinan terburuk jika prediksi anda terhadap salah satu saham meleset, saham anda turun terus. Maka, anda masih punya saham blue chip yang prospeknya bagus. Anda juga dapat dividen setiap tahun. 

Artinya anda tetap bisa menikmati profit dari saham yang anda pegang. Itulah yang saya namakan dengan diversifikasi saham. 

Tapi ada baiknya sebelum anda membeli saham, anda harus benar2 perhatikan prospek perusahaan. Semua orang ingin membeli saham bukan hanya karena profit, tetapi karena faktor kenyamanan. Maka dari itu, kalau ada saham yang tidak likuid, jika anda menemukan saham yang jarang / bagi dividennya kecil sekali, maka hindarilah saham2 seperti itu. Jika anda menemukan saham yang trennya turun terus dan mulai bermasalah, jangan membeli sahamnya. 

Kita sudah melihat banyak pengalaman trader yang rugi karena "menaruh satu telor dalam satu keranjang". Maka kita semua harus belajar dari pengalaman dan kesalahan yang ada. Dalam trading,  anda harus mengaplikasikan diversifikasi saham.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.