Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Membeli Saham Murah

Banyak trader saham dengan modal kecil semakin tertarik untuk membeli saham murah. Saham murah yang saya maksud disini bukan murah secara valuasi, tetapi saham yang murah secara nominal. 

Dengan gencarnya program Yuk Nabung Saham (YNS) ini, maka semakin banyak investor pemula yang menanamkan modal kecil untuk bisa dibelikan saham secara bertahap (nabung saham) atau sekedar ditradingkan. 

Nah, banyaknya jumlah pemain saham modal kecil, maka tentu saja opsi untuk membeli saham2 yang harganya cenderung lebih tinggi sangat terbatas. Seperti kita tahu, rata2 saham2 blue chip harganya 2.500 keatas, sehingga anda yang modalnya hanya 1-2 juta, tentu masih sulit untuk bisa membeli saham blue chip. 

Saya pribadi juga banyak menerima pertanyaan rekan-rekan tentang rekomendasi saham: 

Pak Heze saya bisa masuk di saham TAXI di harga berapa nih?

Pak Heze apa saham BUMI sudah bisa buy? Harganya sudah turun terus

Pak, saham AISA sudah turun berhari-hari, apa sudah saatnya masuuk? Apakah AISA sudah diskon?

Biasanya kalau ada trader yang suka beli saham murah saya tanya balik: "Kenapa kok nggak incar PTBA atau BBRI saja kan lebih likuid?" Ternyata memang sebagian besar trader memang memiliki modal kecil, sehingga masih belum memungkinkan untuk membeli saham2 blue chip. 

Beli saham yang murah nggak masalah.. Tapi.... Hal ini bisa jadi sangat berbahaya kalau anda nggak tahu 'seluk beluk' teknikal saham tersebut. Saham murah pada umumnya adalah saham yang cukup berisiko, karena kalau kita telusuri lebih dalam saham2 yang harganya rendah, biasanya manajemennya bermasalah, kinerjanya sedang buruk, sahamnya sering di suspen dan sebagainya. 

Jadi saat anda memutuskan beli saham murah, sebenarnya hal pertama yang harus anda pahami adalah: Anda harus tahu apakah saham tersebut murah karena memang diskon, atau murah karena murahan... Di internet pasti ada banyak informasi soal saham2 perusahaan tersebut. 

Sebagai contoh, saham AISA memang murah sekali. Kelihatannya diskon besar tuh saham. Tapi kalau anda telisik lagi, sahamnya turun terus karena sedang ada gejolak internal, sehingga hal ini akan berbahaya kalau anda menggunakan sistem nabung saham di saham2 yang salah. 

Bahayanya, pemula yang baru punya modal kecil seringkali diedukasi yang salah tentang saham: Belilah saham yang harganya murah kalau modal anda dikit. Sehingga, tidak sedikit pemula yang akhirnya mindsetnya mengarah untuk terus beli saham murah, karena dengan modal kecil bisa dapat lot yang banyak. 

Padahal tidak semua saham murah adalah saham yang diskon. Banyak saham murah yang murahan, yang sangat berpotensi menjebak trader. 

Mulai sekarang, kalau anda memutuskan untuk beli saham murah yang harganya dibawah Rp 500, coba anda perhatikan analisa teknikalnya. Kalau sedang turun terus, ada baiknya anda jangan nekad membeli. Kalau anda lihat perusahaan sering bermasalah, hindari sahamnya. 

Jangan hanya membeli saham karena harganya murah. Anda juga bisa mendapatkan materi screening saham dari saya, untuk membaca pola-pola saham yang merugikan dan tidak menguntungkan trader. Dengan demikian, anda bisa mengetahui saham2 mana saja yang harus dihindari. Anda bisa dapatkan materinya disini: Ebook Screening Saham.   

Klik gambar untuk memperbesar

Gambar diatas adalah contoh saham-saham yang pernah di suspen oleh BEI. Saham-saham ini adalah saham-saham suspen umumnya harganya murah, tapi murahan. Nah saham2 seperti ini salah satunya harus anda hindari.

Kemudian anda bertanya lagi: "Jadi apakah mending kita beli saham blue chip aja ya biar untung?"

Hal ini juga tidak menjamin. Lho kok? Tidak menjamin karena setiap anda membeli saham anda harus memahami pola teknikalnya. Hal ini sebenarnya juga berlaku untuk saham murah. Tidak semua saham murah adalah murahan. Selama anda bisa memilih saham yang tidak murahan, anda bisa profit. Baca juga: Panduan Memilih Saham Bagus. 

Tapi memang dalam membeli saham, anda hendaknya punya pegangan saham2 blue chip. Jadi kalau kemungkinan terburuknya saham anda nyangkut, paling tidak anda tetap bisa dapat profit berupa dividen. Atau kalau anda nyangkutnya waktu kondisi IHSG lagi bearish, maka anda sebenarnya cuma butuh waktu untuk profit saat IHSG pulih. Got it?

Tapi kalau modalnya masih kecil gimana? Anda bisa pilih saham2 yang murah dan likuid seperti PWON, CLEO, WIKA, WSKT. Nanti kalau modal anda sudah berkembang, anda bisa mulai coba beli saham2 blue chip. 

Pos ini saya tulis juga karena banyak trader dengan modal kecil cenderung suka membeli saham2 yang murah. Sangat berisiko tentunya, dan sudah banyak korban trader nyangkut, frustrasi, bangkrut karena membeli saham yang dianggap murah, padahal saham tersebut adalah saham murahan, yang bahkan anda tidak mendapat dividen atau keuntungan lainnya. 

Jadi dengan membaca pos ini, anda setidaknya harus mampu memilih lebih baik lagi, dan membedakan saham mana murah mana yang layak dan tidak layak untuk ditradingkan / dijadikan sebagai sarana menabung saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.