Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisa Teknikal: Memahami Pola Grafik Saham Blue Chip

Setiap pergerakan harga saham memiliki pola yang berbeda-beda. Kalau saya pribadi selalu menggolongkan saham kedalam beberapa kategori, yaitu saham lapis satu / blue chip, saham lapis dua dan saham lapis tiga. Mengenai perbedaan ketiganya, anda bisa baca-baca pos saya lagi disini: Memahami Saham Lapis Satu, Dua dan Tiga.  



Saham lapis satu, dua dan tiga sesungguhnya menunjukkan 'level' suatu saham. Boleh saya katakan bahwa saham blue chip adalah saham yang cenderung lebih aman dari risiko jatuhnya harga saham. Terakhir saham2 lapis tiga adalah saham yang risikonya sangat tinggi, terutama untuk anda pemula. Saham blue chip menurut versi saya antara lain adalah PTBA, INDF, ASII, BBCA, BBNI, BMRI, BBRI dan lain-lain. 

Namun bukan berarti ketika anda beli saham blue chip, maka sahamnya tidak akan turun dan anda pasti untung. Jika anda membeli saham blue chip saat harganya sedang dalam masa koreksi, maka kemungkinan besar saham anda akan tetap nyangkut. 

Kemudian inilah yang jadi persoalan banyak trader. Banyak trader yang mengeluhkan sahamnya nyangkut di saham2 blue chip karena membeli saham saat harganya sudah naik. Tapi di pos ini: Diversifikasi Saham: Menciptakan Keseimbangan Portofolio, saya pernah menuliskan bahwa dalam diversifikasi, ada baiknya anda memiliki saham blue chip, karena saham blue chip adalah saham yang CENDERUNG aman. 

Apa buktinya? Saya akan ambil satu contoh saham blue chip BBRI dibawah ini. Di mana saham BBRI ini sebenarnya cukup volatil pergerakannya setelah stock split. Kalau anda melihat saham BBRI anda turun, dan rasanya sulit naik, maka anda tidak perlu panik, toh pada akhirnya saham2 yang fundamentalnya bagus cepat atau lama pasti akan naik lagi. 

Untuk mengetahui hal ini, kita akan coba menganalisis chartnya secara jangka panjang. Perhatikan chart BBRI dibawah ini:  


Saham BBRI sudah sudah tiga kali mengalami fase downtrend yang sanat panjang. Perhatikan 3 tanda kotak diatas. Koreksi panjang BBRI pertama terjadi pada tahun 2013. Kemudian koreksi kedua terjadi tahun 2015 dan koreksi ketiga terjadi pada tahun 2018. 

Kalaiu kita lihat grafiknya, koreksi pertama BBRI memang tidak terlalu drastis, dibandingkan tahun 2015 atau 2018. Akan tetapi, dari grafik diatas kita bisa belajar historis saham blue chip. Bahwa ketika ada saham blue chip yang terjun bebas, ujung2nya harga sahamnya akan balik naik lagi. 

Pada grafik BBRI diatas, sekalipun BBRI mengalami koreksi yang tajam, tapi secara tren jangka panjang BBRI akan tetap naik terus. 

Hal ini juga berlaku untuk sebagian besar saham blue chip pada umumnya. Coba deh anda perhatikan chart saham BMRI, TLKM atau BBCA. Saham2 ini setelah mengalami masa2 penurunan yang drastis, cepat atau lama akan rebound. Jadi saham2 blue chip ini bisa anda jadikan saham pengaman dalam trading atau investasi anda. 

Inilah pentingnya juga anda harus belajar Technical Analysis (TA) dalam trading saham, supaya anda mengetahui pola-pola TA, dan tren sebelum memutuskan apakah anda akan buy, hold, sell ataupun cut loss. Kalau kata Warren Buffet: Never lose your money.. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.