Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Mengapa Saham Gorengan Lebih Menarik?

El Heze
Pasar saham menawarkan kebebasan bagi anda untuk membeli jenis saham apapun, baik saham-saham lapis satu, saham lapis dua maupun saham gorengan. Anda bisa membeli saham sesuai dengan pertimbangan dan analisis anda masing2. 

Nmaun saya memang selalu menyarankan teman2 pemula yang sering bertanya pada saya, untuk menghindari saham-saham gorengan, atau paling tidak kalau bener2 pingin beli saham gorengan, belilah dengan modal sekecil mungkin. Jangan bertaruh di saham gorengan, karena risiko saham gorengan tidak sebanding dengan tingkat returnnya. 

Tapi entah kenapa ujung2nya banyak trader yang balik lagi trading di saham gorengan, yang pada akhirnya, lebih dari 65% portofolionya nyangkut di saham2 lapis tiga yang fundamentalnya juga nggak jelas.  

Saya sendiri pernah mengalami hal yang sama. Ketika masih berada dalam fase "coba-coba" memilih saham, saya selalu tergiur membeli saham2 gorengan, padahal masih banyak saham yang bagus untuk kita simpan dalam jangka waktu yang lebih lama dengan perasaan yang lebih tenang tentunya. 

Dari sini, saya bisa menyimpulkan bahwa saham gorengan cenderung lebih menarik karena beberapa hal: 

1. Harganya rendah 

Saham gorengan umumnya memiliki harga yang lebih rendah daripada saham lapis, apalagi saham blue chip. Sehingga, trader yang baru pertama kali masuk pasar saham dengan modal, katakanlah hanya Rp3 juta, maka trader akan cenderung cari saham2 yang harganya rendah, dan tidak jarang saham gorenganlah yang diincar. Baca: Kenali Ciri-ciri Saham Gorengan di Indonesia.  

Kalau anda masih pemula, memang dengan modal kecil sulit untuk menjangkau saham2 blue chip seperti PTBA, UNVR, GGRM yang harga sahamnya sudah diatas Rp30.000 per saham. Jadi, cobalah cari saham2 yang likuid dengan harga nominal yang rendah, seperti ASRI, PWON, BJTM, BNGA dan lain2. Baca juga: Memahami Saham Lapis Satu, Lapis Dua dan Tiga. 

2. Harga sahamnya naik lebih cepat

Pada umumnya, saham2 gorengan harganya naik lebih cepat daripada saham2 non lapis tiga. Saat ini, masih banyak mindset trader yang salah, yang hanya ingin untuk cepat dalam sekejap mata, padahal belum mempertimbangkan unsur risikonya. 

Sebagai trader, cobalah untuk lebih fokus dalam melakukan analisa teknikal, daripada sekedar mengincar saham2 yang kelihatannya naik cepat tapi tidak didasari dengan analisa atau hanya mengandalkan faktor emosi. 

3. Pengaruh forum

Forum-forum saham apapun itu, kebanyakan selalu membahas saham-saham gorengan, karena saham gorengan memang lebih banyak cerita dibandingkan saham yang fundamentalnya bagus. Di forum2 itu pula, anda pasti sering menemukan orang-orang yang memberikan prediksi tentang saham2 gorengan tertentu, atau membuat kesan seolah2 saham tersebut menarik untuk ditradingkan. 

Tapi masalahnya, kita tidak tahu apakah mereka benar-benar seorang master atau hanya "master". Trader yang belum tahu permainan bandar ini, biasanya akan langsung tertarik untuk membeli saham gorengan hanya dengan melihat pendapat2 orang di forum. 

Sekali lagi, sebagai trader anda harus fokus untuk melakukan analisa sendiri. Baca juga: Seberapa Akurat Rekomendasi Para Analis?

4. Pengetahuan tentang saham 

Minimnya pengetahuan tentang saham, menyebabkan trader bingung harus memilih saham apa untuk dibeli. Akhirnya trader cenderung memilih saham yang kelihatannya naik cepat saat itu. Dan ternyata kenaikannya tidak bertahan lama. 

Kalau anda masih belum tahu mengenai seluk beluk trading dan memilih saham yang bagus, ada baiknya anda belajar lebih dahulu dari berbagai sumber. Salah satunya, saya pernah menerbitkan materi mengenai cara memilih saham bagus. Anda bisa melihatnya disini: Cara Melakukan Screening Saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.