Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Keuangan: Laba Kotor, Laba Usaha dan Laba Bersih

Salah satu alat analisis kinerja keuangan perusahaan yang sangat diperhatikan oleh investor saham adlah informasi LABA. Sebenarnya ketika kita berbicara laba, laba itu tidak hanya mengacu pada laba bersih. Pada laporan keuangan, ada laba usaha / laba operasional, laba kotor dan laba bersih. 

Memang, secara umum investor2 saham di Indonesia masih cenderung melihat pada bottom line alias laba bersih. Tapi ada baiknya anda mengetahui juga analisis dan informasi ketiga laba tersebut, jika anda ingin bisa lebih mahir membaca laporan keuangan, terutama kalau anda ingin investasi saham. 

Perbedaan Laba Kotor, Laba Usaha dan Laba Bersih

(Klik gambar untuk memperbesar)

Untuk lebih jelasnya, perhatikan laporan keuangan laba rugi komprehensif PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) diatas. Baca juga: Cara Mendapatkan Laporan Keuangan Perusahaan. 

Secara sederhana, laba kotor adalah  jumlah penjualan bersih setelah dikurangi dengan beban pokok penjualan. Beban pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu produk. 

Tapi informasi dari laba kotor saja tentu tidak cukup, maka ada yang namanya laba usaha. Laba usaha adalah penjualan bersih setelah dikurangi dengan beban pokok penjualan dan juga beban-beban usaha (operasional) seperti biaya gaji, biaya listrik, air, telepon, biaya sewa, utilitas dan lain.

Sedangkan laba bersih / laba tahun berjalan adalah laba perusahaan setelah dikurangi dengan atau ditambah dengan biaya dan penghasilan keuangan, serta setelah dikurangi dengan biaya pajak 

Nah, sebenarnya laba yang paling mencerminkan kinerja perusahaan bukanlah laba bersih, tetapi laba usaha. Mengapa demikian? 

Laba usaha bisa mencerminkan sejauh mana perusahaan mampu menekan efisiensi biaya. Jadi dengan melihat laba usaha / laba operasionalnya, anda bisa melihat apakah perusahaan tersebut bisa mengelola biaya atau tidak. Kalau ada perusahaan yang penjualannya naik, tapi beban operasional dari tahun ke tahun terus membengkak, hal ini bisa berbahaya juga untuk kelangsungan perusahaan. 

Sedangkan kalau anda hanya melihat laba bersih, bisa saja laba bersih perusahaan tinggi karena Penghasilan Keuangan perusahaan (seperti imbal hasil deposito) besar. Pendapatan keuangan bukanlah pendapatan yang berasal dari operasional secara langsung.

Jadi dalam analisis fundamental, saya menyarankan pada anda untuk memperhatikan juga laba operasional perusahaan selain laba bersih. Dengan menganalisis laba operasional, anda bisa melihat manajemen biaya perusahaan. 

Selain laba bersih, sebenarnya ada informasi lainnya yang harus anda perhatikan. Dan bahkan, informasi ini mungkin bisa jadi lebih penting dari laba bersih. Apakah itu? Jawabannya adalah Earning per Share (EPS). Baca juga: Makna dan Fungsi Rasio Earning Per Share (EPS)

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.