Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Membeli Saham Hanya dengan Analisa Bid-Offer

Analisa bid-offer saham adalah salah satu alat analisa yang sering digunakan trader untuk menganalisa kecenderungan pergerakan harga saham. Biasanya ketika antrian bid sangat tebal, sedangkan offer tipis, hal ini bisa menunjukkan kecenderungan minat beli tinggi, sehingga harga saham ada potensi untuk naik. 

Hal ini tidak salah. Tapi di pasar saham itu tidak ada yang absolut. Masalahnya, anda tidak akan pernah tahu pasti apakah harga saham akan dinaikkan ketika bid tebal, atau sebaliknya jika tiba-tiba saja banyak pelaku pasar yang ingin menjual saham dalam jumlah besar. Saya berikan satu contoh. Perhatikan bid-offer saham dibawah ini.


Katakanlah anda ingin membeli saham diatas. Pada antrian bid-offer diatas tampak bahwa offer sangat tipis dibandingkan bid, sehingga hal ini menunjukkan peminat beli tinggi dibandingkan minat jual. 

Nah dengan kondisi seperti ini, apakah anda akan langsung 'tabrak' dengan membeli best offer dengan asumsi bahwa harga offer sangat tipis sehingga akan mudah untuk naik? Bisa jadi anggapan analisis anda benar. Tapi kemungkinan prediksi anda meleset tetap ada. 

Bagaimana jika harga saham naik beberapa poin, tapi setelah itu banyak pelaku pasar yang mengguyur jual, sehingga harga saham setelahnya justru turun / stagnan?

Hal ini terkadang bisa terjadi di pasar saham. Hal ini sering sekali terjadi terutama pada saham-saham lapis tiga. Saya pernah membahas analisisnya disini: Studi Kasus: Risiko Membeli Saham Tidak Likuid dan Cepat Naik, dan tidak menutup kemungkinan terjadi pada saham2 lainnya.

Dalam trading anda perlu menganalisa bid-offer. Akan tetapi, analisa tersebut akan sangat komplit kalau anda memadukannya dengan grafik. Jadi, sebelum anda berbicara bid-offer, cobalah untuk melihat terlebih dahulu kecenderungan grafik yang terjadi, karena biar bagaimanapun grafik adalah CERMINAN sesungguhnya dari PSIKOLOGIS pasar. 

Analisa bid-offer dalam saham itu penting, sangat penting! Tapi bid-offer bukanlah analisa yang paling penting dan analisa bid-offer bukanlah analisa satu-satunya yang anda gunakan dalam trading. Anda harus tetap menggunakan analisa grafik, indikator, candlestick untuk melihat saham2 yang memiliki potensi untuk naik dan turun, disamping bid-offer. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.