Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Fundamental: Analisis Rasio Lancar (Current Ratio)

Salah satu analisis fundamental yang dapat mennetukan ukuran sehat tidaknya operasi suatu perusahaan adalah rasio lancar (current ratio). Saya pernah membahas rasio lancar di pos ini: Analisis Rasio Keuangan: Rasio Likuiditas. Di pos ini saya akan membahas analisis rasio lancar lebih dalam. Apa kegunaan rasio lancar? Dan mengapa dalam analisis fundamental saham rasio lancar perlu anda cermati?

Rasio lancar merupakan perbandingan antara aset lancar dengan kewajiban lancar. Rasio lancar digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancar menggunakan aset lancar yang dimiliki / seberapa besar jaminan aset lancar untuk memenuhi kewajiban lancar. Rumus rasio lancar adalah sebagai berikut: 


Rasio lancar merupakan rasio yang sering menjadi sorotan investor maupun analis. Mengapa demikian? Kewajiban lancar adalah utang jangka pendek yang harus dibayar dalam jangka waktu maksimal satu tahun. Artinya, perusahaan kapanpun harus memiliki aset lancar untuk menutup kewajiban lancar yang sewaktu-waktu jatuh tempo. 

Kalau perusahaan sampai tidak memiliki aset lancar yang mencukupi untuk membayar utang2 jangka pendek, perusahaan bisa terancam collaps. Perusahaan yang tidak memiliki aset lancar yang cukup dan utang jangka pendek yang besar patut anda waspadai. 

Oke, sekarang perhatikan cara menghitung rasio lancar. Saya menggunakan laporan keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) untuk tahun berakhir 31 Desember 2015. Perhatikan rasio lancar ULTJ dibawah ini.


Pada rasio lancar ULTJ selama 3 tahun, tampak bahwa rasio lancar ULTJ tahun 2013 adalah 2,47 kali, tahun 2014 adalah 3,34 kali dan tahun 2015 adalah 3,75 kali. Rasio lancar ULTJ terus meningkat dan nilainya berada diatas 1. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas ULTJ aman, sehingga jika melihat (hanya) dari likuiditas, ULTJ merupakan perusahaan yang aman untuk investasi. 

Rasio lancar yang baik umumnya adalah diatas 1 kali, karena hal tersebut menandakan bahwa perusahaan memiliki aset lancar yang lebih besar daripada kewajiban lancar. Semakin besar rasio lancar, maka likuiditas perusahaan dapat dikatakan semakin bagus. 

Sebenarnya selain rasio lancar, ada ukuran likuiditas lain yang lebih dapat mencerminkan likuiditas perusahaan, yaitu rasio cepat (quick ratio). Bagaimana cara menghitung rasio cepat? Mengapa rasio cepat lebih mencerminkan kemampuan likuiditas perusahaan? Apakah rasio cepat lebih baik dibandingkan rasio lancar? Silahkan baca pos berikut: Analisis Fundamental: Analisis Rasio Cepat (Quick Ratio) (Belum terbit... coming soon).  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.