Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Rasio Keuangan: Rasio Likuiditas


Rasio likuiditas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi (membayar) kewajiban lancar (jangka pendek) menggunakan aset lancar. Kewajiban lancar dalam laporan keuangan adalah kewajiban yang memiliki jatuh tempo maksimal sampai dengan 1 tahun. Sedangkan aset lancar yang dimaksud adalah aset yang likuid / mudah dicairkan sewaktu-waktu apabila perusahaan membutuhkan dana. 

Contoh kewajiban lancar dalam laporan keuangan perusahaan adalah utang usaha, utang pajak, pinjaman bank jangka pendek dan lain2. Contoh aset lancar dalam laporan keuangan perusahaan adalah kas dan setara kas, piutang, persediaan, biaya dibayar dimuka. Aset lancar yang paling likuid tentu saja adalah kas dan setara kas, karena bisa digunakan kapanpun perusahaan membutuhkannya.  

Secara logika, rasio likuiditas suatu emiten dapat dikatakan bagus apabila aset lancar perusahaan lebih besar daripada kewajiban lancar. Artinya, nilai aset lancar dibandingkan kewajiban lancar harusnya minimal 1 atau lebih dari satu. Jika perusahaan memiliki kewajiban lebih besar dibandingkan dengan aset lancarnya, maka hal tersebut bisa membahayakan kelangsungan hidup perusahaan (risiko likuidasi). 

Namun, sebagai seorang fundamentalist, Anda tidak bisa langsung menyimpulkan dari satu sudut pandang saja. Jika kewajiban lancar perusahaan besar, bisa saja menunjukkan perusahaan sedang melakukan ekspansi. Untuk itu, perusahaan perlu menggunakan utang dalam struktur permodalannya. Selain itu, perusahaan2 yang baru melantai di Bursa saham, biasanya akan cenderung menggunakan utang untuk melakukan ekspansi usaha. Ada baiknya, Anda juga perlu menelusuri penggunaan kewajiban lancar perusahaan, biasanya Anda bisa menemukannya pada Catatan Atas Laporan Keuangan. 

Jenis2 rasio likuiditas:

[Saya menggunakan contoh laporan keuangan perusahaan PT Astra Agro Lestari (AALI) tahun 2012]. 

1. Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar adalah perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar. Kegunaan rasio lancar adalah menunjukkan seberapa kemampuan perusahaan dalam menutup kewajiban lancar menggunakan seluruh aset lancarnya. Rasio lancar dikatakan baik apabila  Rumus rasio lancar adalah sebagai berikut:



Pada laporan keuangan, rasio lancar AALI pada tahun 2012 adalah sebesar 0,68 kali dan pada tahun 2011 sebesar 1,27 kali. Artinya, rasio lancar AALI mengalami penurunan. Pada tahun 2012, rasio lancar sebesar 0,68 kali menunjukkan bahwa AALI memiliki kewajiban lancar yang lebih besar ketimbang aset lancarnya. Apakah dalam hal ini berarti AALI tidak layak menjadi wadah investasi? Tungu dulu. Anda tidak bisa menyimpulkan dari satu sisi. Kalau dilihat, kewajiban lancar AALI selalu naik, dan komponen aset lancar terbesar adalah persediaan. Namun, hal tersebut tidak serta merta berarti AALI jelek. 

2. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Rasio cepat adalah perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar setelah dikurangi dengan persediaan. Rasio cepat tidak memasukkan persediaan dalam perhitungannya, karena persediaan adalah aset lancar yang paling tidak likuid. Tidak mudah mengubah persediaan dalam waktu cepat menjadi kas dan setara kas. Rasio cepat yang bagus adalah yang nilainya diatas 1. 

Rumus rasio cepat adalah sebagai berikut:



3. Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio kas adalah perbandingan kas dan setara kas terhadap kewajiban lancar. Rasio kas bertujuan untuk melihat sejauh mana kekuatan kas perusahaan dalam menutup kewajiban jangka pendeknya. Kas dan setara kas menjadi ukuran utama dalam rasio likuiditas karena kas adalah aset lancar perusahaan yang paling likuid, di mana jika perusahaan membutuhkannya sewaktu-waktu perusahaan bisa menggunakannya kapan saja. 

Rumus rasio kas adalah sebagai berikut



$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Dari beberapa rasio likuiditas, manakah rasio likuiditas mana yang paling akurat menurut Anda? Kalau dari pengamatan saya, baik melalui laporan ICMD yang dibuat langsung untuk kepentingan investor maupun dari sumber2 lainnya, current ratio adalah rasio lancar yang paling sering dijadikan patokan dalam analisis likuiditas. Mengapa?

Karena biar bagaimanapun, current ratio mencerminkan seluruh aset lancar perusahaan, bukan hanya kas, bukan hanya piutang. Oleh karena itu, supaya Anda nggak bingung dengan rasio yang terlalu banyak, saya menyarankan Anda lebih banyak menggunakan current ratio dalam menilai kondisi likuiditas perusahaan. 

Namun, tidak ada salahnya jika Anda lebih menjabarkan analisis Anda ke dalam beberapa rasio likuiditas lainnya, seperti quick ratio dan cash ratio. Yang perlu Anda ketahui adalah, kewajiban lancar yang besar belum tentu jelek. Anda perlu mengetahui pengunaan utang perusahaan. Kecuali, jika kewajiban lancar perusahaan sangat besar, sedangkan aset lancar perusahaan terus turun dari tahun ke tahun, itu yang perlu Anda waspadai sebagai seorang investor.

Baca juga rasio2 keuangan lainnya:

Analisis Rasio Keuangan: Rasio Solvabilitas 
Analisis Rasio Keuangan: Rasio Profitabilitas 
Analisis Rasio Keuangan: Rasio Aktivitas 
Analisis Rasio Keuangan: Rasio Pasar

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.