Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Mempelajari Ilmu Fluktuatif Harga Saham

Kalau anda seorang trader saham, suka nggak suka anda harus mau memperhatikan fluktuatif harga saham. Hal ini dikarenakan seorang trader memanfaatkan keuntungan / profit / cuan dari adanya fluktuatif. Beda halnya dengan investor yang tidak memperhatikan fluktuatif harga saham jangka pendek. 

"Bukannya fluktuatif harga saham itu hanya sekedar naik turunnya harga saham ya Bung Heze? Itu sih saya setiap hari juga udah amati" Kata anda.

Saya yakin semua trader pasti mengamati fluktuatif. Tapi sayangnya buanyaaaak sekali trader yang "tidak menyadari" kalau harga saham itu memiliki fluktutatif yang bisa anda manfaatkan untuk mrndapat cuan. Hal inilah yang menyebabkan banyak trader terjebak di harga saham yang tinggi, terlambat menjual saat harga saham naik, dan masuk di saat yang tidak tepat. 

Perlu anda ketahui, dalam konsep fluktuatif harga, harga saham tidak mungkin naik terus, dan harga saham juga tidak akan selamanya turun. Saya berikan satu contoh. Perhatikan saham ASII dibawah ini. 


ASII selama beberapa bulan terus berada di harga 8.500-8.700. Tetapi kemudian ASII sempat mengalami kenaikan drastis selama 2 hari berturut-turut. ASII berhasil rebound dari harga 8.600 hingga menyentuh 9.350! Sungguh kenaikan yang fantastis

Kenaikan ASII yang cukup fantastis kala itu membuat banyak pemain saham yang tergiur masuk ASII karena ASII sudah menembus harga tertingginya selama 4 tahun atau sejak stock split

Saya menyarankan untuk masuk ASII di kisaran 8.600. Artinya, lebih baik menunggu ASII turun daripada membeli ASII di harga 9.300.  Ternyata setelah ASII mencapai harga 9.900, ASII langsung turun drastis. Perhatikan candle ASII terakhir (berwarna merah), keesokan harinya ASII koreksi ke harga 9.000. Dan ASII sempat turun lagi sampai 8.925.

That's mean kalau anda nggak sabaran, takut ketinggalan kereta, dan nggak mau menunggu harganya turun dahulu, kemungkinan besar anda sudah nyangkut di harga atas. Bukankah begitu? 

Oke, lalu pelajaran berharga apa yang bisa diambil dari pos ini?

Yang ingin saya tekankan adalah: Harga saham itu pasti selalu berfluktuatif. Harga saham yang naik tidak akan naik terus. Pasti akan ada koreksi. Disitulah ada peluang untuk membeli di di harga bawah.

Dari pos ini pula, saya menyarankan pada anda beberapa hal penting yang harus anda aplikasikan dalam trading anda terkait fluktuatif harga saham, yaitu: 

- Harga saham yang sudah tinggi jangan dikejar terus. Lebih bijaksana apabila anda menunggu koreksi dan membelinya di harga bawah

- Kalau saham anda sudah naik tinggi, jangan ngarep naik terus. Segera profit taking. Don't be greedy. Sekali lagi, harga saham tidak mungkin naik terus, suatu saat pasti akan turun. 

- Jangan terburu cut loss hanya karena harga saham turun sedikit. Harga saham itu fluktutatif. Saat harga saham turun, suatu saat pasti akan rebound. Kecuali jika anda sudah menetapkan batasan cut loss di harga tertentu, maka ketika menyentuh harga cut loss yang sudah anda tentukan, anda harus cut loss. 

- Fluktuatif yang bagus adalah fluktuatif yang bisa dibaca pola pergerakannya. Hindarilah fluktuatif yang terjadi pada saham gorengan. 

- Belilah harga saham ketika sudah diskon dan ketika breakout. Dengan catatan, jangan membeli saham yang harganya sudah breakout terus berhari-hari. Berdasarkan pengalaman saya, saham yang naik kencang berhari-hari sangat rawan koreksi. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.