Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Sedikit Ulasan dan Trik Trading Saham Bakrie

El Heze
Saham2 grup Bakrie memang selalu menarik untuk disimak sejak melonjaknya harga saham BUMI dari saham tidur (Rp50) menjadi Rp500 per lembar. Kenaikan BUMI ini kemudian juga diikuti oleh anak2 saham Bakrie lainnya, yaitu ELTY, DEWA, ENRG, BRMS, UNSP.

Padahal, dari semua saham2 tersebut, tidak ada satupun yang kinerja fundamentalnya bagus. Kalau anda mengamati pergerakan saham2 ini setiap hari, maka kenaikan dan penurunan saham2 Bakrie sangat unik. Saya ambil contoh ELTY. Dari harga Rp50, ELTY kemudian naik sampai Rp100. Tetapi, satu minggu kemudian harganya mbalik lagi ke gocap.

ENRG juga mengalami hal serupa. Tetapi, kalau penurunan ENRG kali ini lebih berdasar, karena emiten akan melakukan reverse stock split, maka sahamnya direspon negatif. Baca juga: Reverse Stock Split, Berdampak Buruk terhadap Harga Saham.

Nah, kalau anda ingin main saham2 Bakrie, anda harus mengenali pergerakannya. Di pos ini saya akan cerita sedikit mengenai pola pergerakan saham Bakrie. BUMI adalah motor penggerak anak2 saham Bakrie, karena BUMI adalah induknya. 

Biasanya, pada saat harga saham BUMI mulai merangkak naik drastis, BRMS akan mengikuti pergerakan BUMI. Setelah BRMS naik, DEWA ikut naik. Ketiga saham ini biasanya dalam satu hari perdagangan bisa naik sampai 24%. 

Setelah BUMI, BRMS, DEWA naik drastis, ELTY biasanya akan mulai naik. Tapi, kenaikan ELTY tidak akan sekuat BUMI, BRMS dan DEWA. Setelah ELTY mulai naik beberapa poin, ELTY biasanya koreksi lagi.

Itulah kenapa trader biasa menyebut ELTY sebagai "anak tiri", karena sudah naiknya terlambat, kenaikannya juga tidak sekuat BUMI, BRMS dan DEWA. Baca juga: Strategi Trading di Saham Gorengan

Jadi, salah satu cara trading di saham2 Bakrie mau nggak mau anda harus melihat momentumnya, karena teknikal saham2 gorengan tidak bisa ditebak. Anda harus melihat motor penggeraknya, yaitu BUMI. Banyak trader beranggapan saat BUMI naik, maka2 anak2nya akan "diparkir" terlebih dahulu dan sebaliknya. 

Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena ketika BUMI mulai naik drastis hal ini sebenarnya bisa menjadi sinyal bahwa anak2nya akan naik dalam waktu yang hampir bersamaan. Disitulah anda bisa mulai mencoba  membeli. 

Di satu sisi, saham2 Bakrie tetaplah saham gorengan. Jadi, anda tidak saya anjurkan membeli dalam jumlah besar, apalagi sampai seluruh modal anda, anda pertaruhkan di saham gorengan. Anda harus berani membatasi risiko, dan tidak serakah dalam menetapkan target keuntungan. 

Bagi anda yang ingin belajar saham, psikologis trading, dan cara membaca pergerakan harga saham yang akan naik, anda bisa mendapatkan materi lengkapnya disini: Ebook Saham.   

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.