Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Konsep Teknikal dan Fundamental, Banyak Pemain Saham yang Terjebak

Jika anda ingin mengetahui konsep analisis teknikal dan fundamental, silahkan baca pos: Pertentangan Teknikalis Vs Fundamentalist. Tulisan saya di pos tersebut sudah menjelaskan sedikit banyak mengenai konsep kerja teknikalis dengan fundamentalist. 

Lalu, kenapa anda perlu tahu perbedaan konsep tersebut? Bukannya perbedaannya sudah jelas? Analisis teknikal dan fundamental kan jelas sekali perbedaannya, terutama dalam hal analisis dan time frame. Tapi, buanyaak sekali saya temui para pemain saham yang tidak punya tujuan main saham yang jelas.

Seorang trader terkadang kalau ditanya kenapa beli saham A, jawabannya karena perusahaannya "bagus dan prospek". Bagus dan prospek itu apa ukurannya? Bukankah itu konsep fundamentalist? Sebenernya, anda maunya jadi trader atau investor?

Sebaliknya, ada juga pemain saham yang menerapkan konsep fundamentalist, tapi saat harga saham naik kencang beberapa hari / koreksi sedikit saja, langsung dijual sahamnya. Terus sampeyan ini mau jadi investor atau trader?

Hal2 nyeleneh inilah yang sering sekali saya temui. Saya pun juga pernah mengalami hal2 nyeleneh seperti ini. Seiring berjalannya waktu, saya akhirnya mengetahui saya lebih condong menjadi trader atau investor.

Bagaimana cara mengetahuinya? Anda harus paham konsep teknikal dan fundamental. Kedua konsep tersebut tidak sama, bahkan persis pun tidak. Walaupun memang ada beberapa faktor fundamental yang bisa jadi keputusan beli-jual saham oleh seorang swing trader, misalnya dengan melihat harga wajar / murah-tidaknya harga saham.  

Seorang trader pada umumnya akan bermain jangka pendek tanpa memperdulikan kinerja jangka panjang. Sebaliknya, seorang investor sama sekali tidak akan terpengaruh fluktuatif harga saham jangka pendek, dan melihat prospek perusahaan. 

Jam terbang main saham anda akan sangat menentukan "jati diri" anda: Apakah anda lebih cocok jadi trader atau jadi investor? Seorang pemain saham yang awalnya bilang lebih cocok menjadi trader, belum tentu dia cocok menjadi trader dan sebaliknya.

"Terus Bung Heze, saya cocoknya jadi trader atau investor? Saya sendiri bingung harus memilih yang mana" Tanya anda penasaran. 

Tenang... Tenang.. Di web Saham Gain saya akan membantu anda menemukan "jati diri" anda sebagai pemain saham. Ingin tahu jawabannya ? Baca pos berikut:  Menjadi Trader atau Investor Saham?- Part I dan Menjadi Trader atau Investor Saham?- Part II. 

2 komentar:

  1. Bung Heze, untuk seorang pemula, berapa lama biasanya seorang pemula dapat menentukan apakah drinya cocok sebagai trader atau sebagai investor ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda tanya 'berapa lama, semua orang punya pengalaman yang berbeda.

      Kalau saya, saya baru menyadari saya bukanlah tipe investor setelah main saham selama 1,5 tahun.

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.