Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Trading Saham, Haruskah Pantau Layar Tiap Menit?

Banyak calon pemain saham yang bertanya pada saya:

- Bung Heze, apakah trading saham itu harus pantau layar tiap menit?
- Saya sekarang kerja kantoran, apakah saya tetap bisa trading saham, karena nggak punya banyak waktu untuk pantau saham.

Jawabannya: TIDAK HARUS dan TETAP BISA TRADING. Tapi.. Anda harus pandai memilah saham. Apa maksudnya? 

Anggapan kebanyakan orang bahwa trading saham harus pantau layar tiap menit adalah salah. Kecuali, kalau anda adalah seorang full time trader, anda harus pantau layar terus. Namanya juga full time. Kalau anda tidak full time, trading hanyalah kerja sampingan jadi, anda tidak perlu pantau layar terus.

"Tapiii,,, kalau nggak pantau layar gimana caranya?" Tanya anda

Perlu anda ketahui, ketika anda ingin membeli (buy) ataupun menjual (sell) suatu saham, anda bisa pasang order di harga tertentu yang anda inginkan dan kemudian anda tinggal untuk melakukan aktivitas lainnya. Misalnya, anda ingin membeli saham JPFA di harga 1.710. Saat itu harga saham JPFA masih di harga 1.730.

Maka, pada jam perdagangan Bursa, anda bisa melakukan order buy di harga 1.710 dan statusnya adalah Opening (artinya order masih dalam antrian). Saat harga saham turun ke harga 1.710, maka order anda dengan sendirinya akan match tanpa harus anda pantau. Demikian juga jika anda ingin menjual saham, anda bisa melakukan hal yang sama. Namun, sistem ini hanya berlaku untuk satu harga perdagangan bursa. Apabila order anda tidak match (harga tidak turun sampai 1.710), order anda tidak berlaku untuk keesokan harinya. 

Fasilitas advance order / Good till Cancel (GTC) Order

Sebagian besar software saham yang disediakan oleh kantor sekuritas, menyediakan fasilitas advance order. Advance order memungkinkan anda untuk order harga saham tertentu sampai batas waktu tertentu yang anda inginkan. Misalnya, saat ini tanggal 28 November 2016, anda ingin membeli saham LSIP di harga 1.720. Harga saham LSIP saat ini adalah 1.745.

Anda bisa buy saham LSIP di harga 1.720, dan setting sampai tanggal berapa order anda berlaku. Misalnya, anda beli LSIP harga 1.720, anda menentukan tanggal match sampai tanggal 20 Desember 2016. Artinya, jika harga saham LSIP turun sampai 1.720 sebelum tanggal 20 Desember 2016, order anda akan langsung match (anda dapat saham LSIP). Saham anda tidak match jika LSIP tidak turun sampi 20 Desember 2016 dan/ atau anda membatalkan orderan anda. Sudah paham?

Tujuan adanya fasilitas advance order supaya anda tidak perlu input order di saham yang sama, di harga yang sama setiap hari. Dengan demikian, walaupun anda trading, anda tetap bisa melakukan aktivitas yang lain tanpa harus memantau harga saham setiap saat.

Tradinglah di saham-saham yang likuid 

Persepsi yang salah: Kalau saya sibuk bekerja, lebih baik investasi saja. Saya kurang setuju, karena trading atau investasi, itu adalah soal karakter. Jika anda tipikal trader, anda tidak bisa memaksakan untuk menjadi investor hanya karena sibuk bekerja / melakukan aktivitas lain. Masalah anda mau jadi trader atau investor, anda harus pahami karakter anda. Baca pos: Menjadi Trader atau Investor Saham?- Part I. Menjadi Trader atau Investor Saham?- Part II. Lalu bagaimana solusinya?

Solusinya, pilihlah saham2 yang likuid. Saham2 likuid seperti saham2 LQ45 setidak-tidaknya memberikan kenyamanan trading ketimbang main di saham2 gorengan. Volatilitas saham LQ45 tidak sebesar saham gorengan, jadi tidak ada tuntutan untuk terus memantau.

Saham2 gorengan membuat trader (sekalipun trader pro) tidak bisa aman dan tenang dalam memegang saham, karena saham gorengan adalah saham yang sifatnya "tidak bisa menginap" di portofolio anda. Karena anda tahu sendiri, volatilitas saham gorengan sangat tinggi. Dalam 5 menit saja, harga saham gorengan bisa langsung anjlok. 

Jika untung, anda harus segera jual. Jika turun anda harus berani cut loss. Itulah mengapa trader2 yang bermain di saham gorengan selalu memantau harga sahamnya setiap saat. Baca juga: Kenali Saham Gorengan di Indonesia dan Pemula, Hindari Saham Gorengan dan juga Daya Tarik Saham Gorengan

Jadi, kesimpulan di pos ini adalah trading saham tidak diwajibkan untuk terus menerus memantau monitor tiap menit. Ada fasilitas advance order yang diberikan sekuritas agar anda bisa melakukan order beli dan jual di harga tertentu, dan tidak perlu memantau. Kalau anda tidak memiliki banyak waktu untuk memantau layar, hindarilah saham2 yang volatilitasnya tinggi. Gunakan modal anda secara bijaksana. 

2 komentar:

  1. Yth Pak Heze

    Saya adalah salah satu yang beli buku saham milik sampeyan. Terima kasih atas isi buku itu yang mencerahkan.

    Ada yg ingin saya tanyakan, pak. Tentang teknis taking profit dan stop loss. Saat kita ingin melakukan eksekusi beli pada suatu saham dengan mempertimbangkan signal dari indikator dan alat bantu lainnya, seharusnya idealnya kita memasang taking profit berapa dan memasang stop loss berapa.

    Demikian pertanyaan saya, pak. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda lah yang menentukan sendiri batasan take profit dan stop loss yang paling ideal.

      Strategi TP dan SL paling tepat kembali pada penilaian masing2.

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.