Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Perusahaan Tambang yang "Aman" untuk Investasi

Perusahaan sektor pertambangan sempat memasuki masa2 lesu yang cukup panjang. Sejak tahun 2012-2015, harga batu bara, minyak terus anjlok, sehingga menekan kinerja perusahaan2 di sektor pertambangan. Sekedar perlu anda ketahui, banyak sekali perusahaan2 pertambangan yang omzetnya turun, dan mencetak rugi bersih. 

Batu bara, minyak adalah produk2 komoditas. Ada saatnya lesu, ada saatnya kembali booming. Tahun 2016 boleh saya katakan sebagai awal bangkitnya sektor pertambangan karena sejak awal tahun 2016 harga barang2 komoditas sudah mulai rebound. Lalu bagaimana dengan harga saham di sektor pertambangan? 

Perhatikan saja saham ADRO, BUMI, HRUM, PTBA, ITMG. Saham2 tersebut mampu mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan. ADRO dari harga 900, saat ini berada di harga 1.600. Harga saham PTBA pada akhir tahun 2015 masih berada di harga 4.500-an, dan saat ini sudah berada di harga Rp11.900. 

Bagi anda yang ingin investasi di sektor pertambangan ini, dan ingin investasi pada perusahaan pertambangan, anda hendaknya memilih perusahaan2 yang "aman" untuk investasi. Kenapa kata "aman" pakai tanda kutip? Kata "aman" di pos ini terkait dengan kinerja dan laporan keuangan, bukan aman dalam arti sesungguhnya. Karena biar bagaimanapun juga, perusahaan tambang lebih enak untuk trading ketimbang investasi.

Barang komoditas sangat fluktuatif, dimana kenaikan dan penurunan harga sangat tergantung dengan permintaan dan faktor musim. Berbeda dengan sektor barang konsumsi, yang setiap saat selalu dibutuhkan oleh masyarakat.  

Salah satu perusahaan sektor tambang yang menarik perhatian saya adalah PT Harum Energy (HRUM). Kalau lihat di laporan keuangan manajemen HRUM kelihatannya menggunakan struktur pendanaan konservatif, bahkan sangat konservatif. HRUM memiliki kas dan setara kas yang sangat dan sangat jumbo. Sementara itu, utang HRUM terbilang sangat kecil. Ekuitas HRUM lebih besar 10 kali lipat dibandingkan utang total. Perhatikan laporan keuangan HRUM dibawah. 

Tampak bahwa pada aset lancar, kas HRUM sangat besar. Tahun 2015 mencapai USD 195 juta. Dengan kata lain, total aset lancar HRUM sebesar 86% adalah kas! Kemudian perhatikan liabilitas jangka pendek, jumlah libalibitas dan ekuitas dibawah.  



Pada laporan keuangan HRUM diatas tampak bahwa jumlah liabilitas jangka pendek adalah sebesar USD 32 juta dan jumlah liabilitas sebesar USD 37 juta. Sedangkan jumlah ekuitas adalah sebesar USD 343 juta. Dengan kata lain, jumlah ekuitas HRUM lebih besar 10 kali lipat ketimbang utangnya. Dari laporan ini menunjukkan bahwa manajemen HRUM sangat konservatif dalam struktur modalnya. Artinya, manajemen HRUM berusaha mempertahankan penggunaan utang yang sekecil mungkin.. Bagaimana dengan kinerja HRUM? Silahkan lihat pendapatan dan laba bersih HRUM.





Tahun 2015, omzet dan laba bersih HRUM turun drastis. Bahkan tahun 2015, HRUM mengalamu rugi bersih. Hal ini dikarenakan tahun 2014-2015 bisnis batu bara masih lesu. Kalau anda lihat, maka pendapatan HRUM lebih banyak diekspor keluar negeri. Ekspor batu bara langsung ke pemasok2 besar di luar negeri. Ekspor HRUM antara lain ke negara Korea dan Taiwan. 

Apa artinya laporan keuangan HRUM ini? Artinya, dari sisi likuiditas HRUM sudah sangat aman. Saya rasa dengan pola pendanaan konservatif ini, rasa2nya sangat kecil / bahkan tidak mungkin anda akan mendengar HRUM tersandung kasus likuidasi (pailit). 

Kalau kita lihat kebelakang, perioda 2012-2013 HRUM selalu konsisten masuk daftar anggota LQ45. Namun, akhirnya HRUM keluar dari LQ45, seiring turunnya harga batu bara yang menjatuhkan kinerja HRUM dan juga perusahaan pertambngan lainnya. 

Jika harga batu bara masih terus melanjutkan uptrendnya, dan anda ingin investasi di perusahaan pertambangan, HRUM adalah salah satu perusahaan pilihan saya. Karena perusahaan ini memiliki kas besar, utang yang kecil dan ekuitas yang sangat besar (intinya aman-lah perusahaan ini) dan tentu saja pendapatan akan naik signifikan (seperti halnya perusahaan batu-bara lainnya) jika harga batu bara mengalami kenaikan. HRUM adalah pilihan yang aman untuk anda simpan sahamnya di tengah2 kenaikan harga batu bara. 

Namun perlu anda ingat sekali lagi, pasar batu bara juga sangat tergantung dengan kondisi luar negeri, dan supply-demand. Jadi, saham perusahaan tambang lebih cenderung fluktuatif.  Bagaimana dengan harga sahamnya sekarang? Lihat grafik HRUM dibawah.


Kenaikan harga saham HRUM sangat fantastis. Dari harga 800 per lembar dan naik sampai menyentuh 2.500. Apakah harga sahamnya sudah ketinggian? Apakah masih layak dikoleksi? Mengingat harga batu bara yang cenderung mulai naik dan stabil, HRUM masih layak koleksi, dengan catatan saya sarankan anda mempertahankan HRUM ini jika harganya tidak jebol ke 2.290 (support kuat HRUM, perhatikan tanda lingkaran). 

Jika harga batu bara masih terus uptrend, artinya batu bara pulih lagi. Hal ini akan mendorong naiknya pendapatan saham2 sektor tambang, termasuk HRUM. Dan seperti yang saya paparkan, HRUM merupakan perusahaan tambang yang sangat aman untuk investasi karena perusahaan ini punya kas besar, ekuitas besar, utang sangat rendah, dan manajemen tidak pernah menerapkan strategi bisnis yang aneh2 (seperti akuisisi sana-sini atau pinjam utang besar2-an).

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.