Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Teknikal Saham Vs Bandarmologi ?

Seorang trader (Anda, saya) membeli sebuah saham dengan harapan harga saham akan naik dimasa mendatang. Lalu, darimana Anda bisa begitu yakin dan berharap kalau saham yang Anda beli harganya akan naik dimasa mendatang?

"Menggunakan analisis teknikal" Jawab Anda. 

Ya, saya setuju dengan Anda. Namun pernahkah (bahkan sering) Anda melihat harga saham yang naik-turun begitu cepat, seenaknya sendiri dan seakan sama sekali tidak bisa "dideteksi" melalui analisis teknikal? Atau, pernahkah Anda membeli saham (mungkin saham2 yang kurang likuid) yang secara analisis teknikal sudah rebound, tetapi harga sahamnya malah berantakan? 

Bukankah saham2 di pasar modal itu digerakkan oleh tangan2 manusia? Jadi, apa gunanya grafik teknikal? Grafik kan "cuma" pergerakan harga masa lalu? Bagi para penganut random walk theory, mereka menyatakan bahwa analisis teknikal dan fundamental itu tidak memberikan efek, karena pergerakan harga saham bersifat acak dan tidak dapat dideteksi melalui grafik. Artinya, penganut teori ini tidak mempercayai konsep analisis teknikal: History Repeat Itself. Silahkan baca pos saya: Prinsip-prinsip Dasar Analisis Teknikal

Salah satunya sebenarnya bisa dibuktikan dengan harga saham yang tidak bisa dideteksi secara teknikal itu tadi. Yaitu saham2 yang digerakkan oleh tangan bandar. Ilmunya adalah bandarmologi. Dan percayalah, Anda maupun saya yang notabene adalah investor ritel dengan modal biasa2 saja nggak akan pernah bisa mengalahkan si bandar (mereka sering bekerja lebih dari satu orang untuk menghancurkan harga saham) yang memiliki modal gede, dan kesempatan besar untuk mempermainkan harga saham.

Lalu pertanyaannya kalau memang seperti demikian, apa gunanya analisis teknikal? Masih bergunakah analisis teknikal untuk trading saham? Jadi siapa yang lebih kuat: Analisis teknikal atau bandar?

Berhubung saya adalah penganut analisis teknikal murni, maka saya akan menjawab bahwa analisis teknikal tetaplah sangat amat berguna. Tetapi, saya harus akui bahwa di pasar modal bandar akan selalu "berkeliaran", untuk meraup keuntungan dan tidak peduli Anda mau untung atau rugi. 

Sehingga, saham2 yang digerakkan oleh tangan2 bandar, menyebabkan analisis teknikal menjadi kurang berguna. Tidak semua saham bisa dengan mudah digerakkan bandar. Artinya, analisis teknikal memang bermanfaat sebagai alat analisis, tetapi tidak untuk semua saham. 

Saya yakin semua saham, selikuid apapun pasti tetap ada bandarnya. Hanya bedanya, saham2 likuid tidak akan mudah digoreng, karena jumlah transaksi dan uang masuk-keluarnya yang sangat besar. 

Kalau Anda sudah tahu di pasar modal bandar pasti berulah. Dan kalau Anda sudah merasakan pahitnya rugi di saham gorengan, maka ya hindarilah saham2 tersebut. Bagaimana cara melihat ciri2 saham gorengan di Indonesia? Baca pos: Kenali Saham Gorengan di Indonesia.. 

 Kalau mau trading, saya sarankan trading-lah di saham2 likuid, yaitu saham2 LQ45. Akan lebih baik lagi kalau Anda trading di saham2 yang sudah Anda pahami pola teknikalnya. Baca pos: Jaminan Cuan: Jaminan Cuan: Tips Memilih Saham untuk Trading - Part I. Baca Part II: Jaminan Cuan: Tips Memilih Saham untuk Trading - Part II.

2 komentar:

  1. Bagus sekali Mas Heze Saham untuk sharingnya.. Sangat membantu saya dalama menentukan saham mana yang harus saya ambil

    ReplyDelete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.