Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Menggunakan Indikator Moving Average - Part III

Baca part sebelumnya: Cara Menggunakan Indikator Moving Average - Part II

Menggunakan indikator MA berarti Anda harus menggunakan perioda waktu tertentu untuk bisa menghasilkan sinyal dan menentukan tren. Terus perioda waktu MA terbaik itu perioda waktu berapa? Tanya Anda..

Perlu Anda ketahui terlebih dahulu, perioda moving average yang PALING SERING digunakan dalam saham adalah:

- MA 5 (1 minggu)
- MA 10 (2 minggu)
- MA 15 (3 minggu)
- MA 20 (1 bulan)
- MA 50 (2 bulan)
- MA 100 (5 bulan)
- MA 200 (1 tahun)

Perioda waktu mana yang terbaik, semua kembali lagi kepada tipikal trading Anda. 

Lho, kok sembarang2 tergantung saya? Protes Anda...

Tenang dulu, saya bisa menyarankan pada Anda apa yang sebaiknya dan tidak sebaiknya Anda lakukan ketika setting perioda indikator MA. Disamping banyak keunggulannya, indikator MA sejatinya memiliki dua kelemahan utama:

Pertama. Indikator MA kurang berguna dalam kondisi harga saham sideways / tidak bergerak. Jika Anda belum paham istilah sideways, silahkan baca pos: Saham Uptrend, Downtrend, dan Sideways Part I (Belum terbit.. coming soon). Oleh karena itu, jika Anda menemukan harga saham yang sideways, indikator MA dalam perioda waktu pendek maupun panjang kurang berfungsi. Di satu sisi, penggunaan MA dalam tren yang datar, akan cenderung menghasilkan sinyal2 palsu (whipsaws) dan kurang mampu menghasilkan sinyal buy dan sell. Jadi, kalau Anda menemukan harga saham yang sideways, hindari penggunaan indikator MA. Artinya, MA hanya berguna dalam tren naik dan tren turun 

Kedua. Perioda MA yang pendek sering menghasilkan sinyal palsu (whipsaws). Semakin pendek perioda MA, garis MA akan semakin tampak fluktuatif, sehingga kurang mampu menghasilkan sinyal yang 'smooth' dan lebih terarah. Pendeknya perioda MA lebih sering "menipu" Anda. Indikator MA bilang saham sudah rebound, nyatanya harga saham malah turun. Indikator MA bilang saham akan koreksi, beberapa hari malah naik terus.  

Dari kedua kelemahan indikator MA, selain poin pertama yang perlu Anda pahami, poin kedua inilah yang ingin saya tekankan kepada Anda. Kalau Anda menggunakan MA, saya tidak menyarankan Anda untuk menggunakan indikator MA dengan perioda yang terlalu pendek, seperti MA 3, MA 5, MA 7, MA 10. Karena MA juga berfungsi sebagai garis tren, ada baiknya Anda lebih sering menggunakan MA dengan perioda yang agak panjang atau perioda panjang. Misalnya MA 20, MA 50. 

Nah, kenapa trader cenderung menggunakan MA perioda pendek? Karena trader ingin trading pendek / day trading. Atau, trader ingin trading untuk jangka waktu dibawah satu minggu. Karena ingin trading dalam rentang pendek, trader biasanya cenderung menggunakan setting moving average dengan perioda yang pendek. Dengan MA perioda pendek, trader bisa memanfaatkan sinyal cepat untuk memperoleh cuan dalam rentang pendek.  

Lalu, Bung Heze setting Moving Average terbaik yang seperti apa?

Sejauh pengalaman saya selama ini, saya lebih cenderung pada penggunaan kombinasi MA 20, MA 50 dan MA 100. Dan selama ini settingan kombinasi tersebut terbukti cukup bagus dalam memprediksi tren yang berlanjut, terutama sangat cocok dengan tipikal saya dan barangkali juga Anda yang adalah seorang swing trader - penganut trend following

Setelah sekian lama trading di pasar saham dengan menggunakan indikator MA, saya bisa menyimpulkan sendiri bahwa penggunaan perioda MA yang terlalu pendek bisa menyebabkan adanya whipsaws yang cukup besar. Maunya beli saham simpan 2 hari - beli saham, harga malah turun - cut loss - ternyata trennya balik naik. Ternyata setelah saya cek menggunakan tren MA yang agak panjang, saham yang saya beli trennya memang masih naik. Itulah kelemahan MA dengan perioda yang terlalu pendek. Terkait dengan hal tersebut, nanti saya akan tulis pos tersendiri tentang pengalaman saya menggunakan indikator MA. 

Tapi, kalau Anda kembali lagi baca pos saya di awal2, saya mengatakan: "Perioda waktu mana yang terbaik, semua kembali lagi kepada tipikal trading Anda". Artinya, sesungguhnya memang menentukan setting Moving Average terbaik sangatlah subjektif. Kalau Anda adalah tipikal trader jangka pendek, Anda perlu menggunakan MA 10, MA 15 atau MA 20. Tipe trading yang "keluar-masuknya" cepat tentu tidak cocok menggunakan MA 100 bukan? Sebaliknya, kalau tipikal Anda adalah trading jangka menengah, tentu saja tidak cocok menggunakan MA 10. Lebih baik jika Anda menggunakan MA 100 dan MA 200. 

Pos saya tidak bermaksud offensif terhadap Anda yang memiliki keinginan untuk jago trading pendek. Sekali lagi, saya hanya menyarankan pada Anda untuk sebisa mungkin menghindari penggunaan MA dengan perioda yang terlalu pendek. Dengan seringnya sinyal palsu dari MA perioda pendek, kalau Anda ingin day trading Anda akan sering terjebak. Lagian, kalau Anda baca pos Hindari Day Trading, Cara Instan Jadi Kaya ! Saya sudah menyarankan pada Anda untuk tidak melakukan day trading.

Itulah tentang setting indikator moving average terbaik. Semoga memberikan pencerahan pada Anda. 

4 komentar:

  1. Pak Heze Terimakasih banyak atas ilmu yang bapak sharing, its basic tapi sangat penuh dengan maknanya.

    ReplyDelete
  2. terimakasih pak, sangat amat bermanfaaat

    ReplyDelete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.