Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Harapan Perbaikan untuk Bursa Saham Indonesia

El Heze

Seperti kita ketahui MSCI "membekukan" sementara rebalancing dan pembobotan untuk Indeks MSCI Indonesia. Hal ini bukan karena tanpa sebab. MSCI menilai saham-saham di Indonesia penuh dengan manipulasi, tidak transparan dan free float (jumlah saham yang bisa diperdagangkan masyarakat) tidak mencerminkan tidak mencerminkan angka riil. 


Sebagai contoh, saham-saham yang free float-nya terlihat besar, namun mayoritas sahamnya hanya dipegang oleh institusi-institusi besar saja, bukan ritel /masyarakat. Di satu sisi, IHSG kita belakangan memang naik terus sampai menembus 9.000, namun ini hanyalah MANIPULASI untuk memberikan kesan seolah-olah IHSG dan ekonomi Indonesia lagi baik-baik saja. 

Dan hasilnya? Kemarin IHSG trading halt. Sepanjang 2024-2026, IHSG sudah mengalami tiga kali trading halt, dan kepercayaan investor asing di bursa memang terus menurun. Hal ini dibuktikan dengan net sell asing terus menerus pada saham-saham blue chip. 

Selama belasan tahun di bursa, saya sebagai trader & investor, baru kali ini mengalami kondisi market yang penuh dengan manipulasi, tidak transparan dan sangat tidak mencerminkan value IHSG. Dan jujur saja, ini sangat mengecewakan. 

Otoritas bursa melakukan kebijakan yang tidak berpihak kepada ritel, hanya mengejar kuantitas, target dan setoran. Kejanggalan di bursa sebenarnya sudah terjadi sejak 2 tahunan ini, di mana IHSG naik terus tetapi mayoritas ditopang oleh saham-saham konglo. 

Menurut saya pribadi, jika tidak ada saham-saham konglomerat yang "ditugaskan" untuk menjaga bursa, maka IHSG kita itu idealnya hanya di 6.500-7.000. Itulah angka sehat IHSG. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang masih lesu, tentu sangat tidak rasional jika IHSG bisa berada diatas 9.000.

Saya pribadi dan saya yakin teman-teman trader / investor ritel juga sependapat. Kita semua sangat berharap otoritas bursa segera memperbaiki regulasi dan iklim investasi di pasar modal. Kalau ingin bursa saham sehat kembali, maka menurut saya harusnya otoritas bursa melakukan hal-hal berikut: 
  1. Mencermati kembali perusahaan2 yang ada di Bursa. Perusahaan2 yang rugi terus minimal 3 tahun, sebaiknya di delisting.
  2. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang terlalu kecil (misalnya dibawah sekian triliun), seharusnya di delisting. Bagaimana mungkin jumlah saham beredar sangat kecil, tetapi bisa masuk bursa. Ini akan merusak kualitas bursa, dan menambah risiko saham gorengan. 
  3. Memperketat syarat IPO, bukan mempermudah. IPO itu untuk perusahaan besar yang sudah jelas bisnisnya, sehingga investor seperti kita bisa membeli sahamnya. Bukan gambling memberikan kesempatan pada perusahaan2 kecil, start up yang baru dengan modal kecil untuk masuk bursa, yang bisnisnya masih belum jelas.
  4. Perusahaan2 yang prospektusnya rugi selama 3 tahun, atau ekuitasnya terlalu kecil, sebaiknya tidak diizinkan IPO.
  5. Hapus FCA.
  6. Transparansi mengenai free float
STRATEGI PASAR MODAL KEDEPAN 

Dengan peringatan dan "pukulan telak" dari MSCI, saya menilai harusnya saham-saham konglo yang naik nggak jelas, pada akhirnya akan turun. Harapannya, investor di bursa kembali ke fundamental. 

Ya harusnya seperti itu. Tahun 2014-2018 saat saya trading, pergerakan saham masih relatif sehat. Kita bisa dengan mudah menganalisa IHSG, saham-saham dengan analisa teknikal maupun fundamental. 

Sekarang walaupun banyak saham bagus yang murah, ninvestor disarankan WAIT AND SEE. Wait and see untuk apa? Untuk melihat KOMITMEN OTORITAS BURSA dalam memperbaiki transparansi di IHSG. 

Komitmen dan langkah otoritas bursa inilah yang pada akhirnya bisa mengangkat IHSG lagi, terutama di saham2 berfundamental baik. Jika kondisi IHSG sudah mulai pulih, mulai ada kejelasan dan LANGKAH RIIL, barulah kita bisa masuk kembali pada saham-saham bagus yang murah. 

Atau jika anda ingin nyicil saham-saham berfundamental bagus yang undervalue, anda bisa membeli sedikit mulai dari sekarang. Secara historis, biasanya ketika IHSG sudah trading halt 2-3 kali, saham-saham mulai ada pemulihan. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.