Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Untung dari Saham, Bisa Berapa Banyak?

Para pemula yang baru masuk ke dunia saham, biasanya memiliki pertanyaan yang sama: Kalau beli saham, bisa dapat untung berapa banyak? Berapa profitnya dalam sebulan? Berapa profitnya dalam seminggu?


Untuk menghitung profit dari saham, trader / investor biasanya menggunakan dua ukuran: Pertama, berdasarkan persentase profit. Misalnya profit 10%, profit 20%. Kedua, berdasarkan nominal tertentu. Misalnya, profit Rp5 juta, profit Rp15 juta sebulan. 

Faktanya, besar kecilnya profit yang bisa anda dapatkan dari saham tidak bisa diukur secara baku. Hal ini karena profit yang anda dapatkan tergantung dari pengalaman trading dan besar kecilnya modal. 

Masalahnya, pengalaman trading dan modal yang dimiliki setiap orang tidak sama. Tentu saja, untung dari saham yang bisa anda dapatkan akan sangat bervariatif. 

Jadi kalau anda ingin menentukan target profit, tentukan target profit yang realistis. Supaya anda memiliki gambaran mengenai target keuntungan dari saham, ada baiknya anda memahami strategi-strategi trading. Karena strategi trading yang anda gunakan, akan menentukan seberapa besar target profit yang REALISTIS. 

1. Profit scalper 

Scalper adalah trading saham dengan jangka waktu menitan, dengan mencari saham-saham gorengan (third liner).

Karena scalper mengincar saham-saham gorengan yang bisa naik banyak dalam waktu singkat, maka target profit scalper biasanya di kisaran 3-10% dalam beberapa menit trading. 

Tetapi perlu diingat, kalau anda menjadi scalper, risikonya juga besar. Target profit yang tinggi dalam waktu singkat juga diikuti dengan risiko besar. 

2. Profit intraday (trading harian) 

Intraday trader adalah trading saham dengan jangka waktu harian. Misalnya beli saham pagi hari jual sore hari. Atau beli hari ini jual besok. Anda bisa pelajari strateginya disini:  Ebook Intraday & One Day Trading Saham Pemula - Expert

Target untung intraday trading sekitar 1-3%. Tetapi intraday trader biasanya memilih saham-saham yang relatif likuid dan menghindari saham-saham gorengan. Jadi target profitnya lebih kecil dibandingkan scalper, tetapi risiko juga lebih rendah.

3. Profit swing trader 

Swing trading memiliki time frame trading yang lebih panjang. Biasanya swing trader menyimpan saham 1 minggu bahkan bisa sampai 1-2 bulan. 

Target keuntungan swing trading di kisaran 5-20%. Semakin pendek time frame trading, trader biasanya mentargetkan profit yang tidak terlalu tinggi. 

4. Profit investor saham

Target profit investor saham menyesuaikan dengan strategi investasi anda. Pada umumnya, investor yang mengincar multi bagger akan mengincar profit diatas 100%. Namun time frame-nya lebih panjang (diatas 3-6 bulan).

Jadi besar kecilnya profit yang bisa anda dapatkan dari saham, tergantung dari beberapa hal: 

1. Strategi trading 

Strategi trading seperti yang saya sebutkan diatas, sangat berperan dalam menentukan besar kecilnya profit. Hal ini karena jangka waktu trading menentukan target profit anda. 

Kalau anda melakukan intraday trading, tidak realistis menerapkan target profit sebesar scalping. Kalau anda swing trader, tidak realistis hanya take profit 1-3% seperti intraday. 

Kalau anda swing trader, tidak realistis menerapkan target profit multi bagger seperti investor saham. Besar kecilnya keuntungan dari saham, harus ditentukan juga berdasarkan strategi trading yang anda gunakan.

2. Besar kecilnya modal 

Modal Rp10 juta profitnya akan berbeda dengan modal Rp100 juta. Jika anda pakai modal Rp10 juta profit 1% berarti keuntungan anda sebesar Rp100.000. Tapi kalau modal anda Rp100 juta, profit 1% keuntungan anda Rp1 juta. 

Jadi anda tidak perlu menggunakan ukuran trader lain. Kalau trader lain bisa profit Rp10 juta, bukan berarti profit dari saham itu harus Rp10 juta. Modal yang digunakan trader lain bisa saja berbeda dengan modal yang anda miliki. 

3. Pengalaman trading

Pengalaman trading juga sangat menentukan. Maka dari itu, menentukan target profit realistis itu sangat diperlukan. 

Biasanya semakin banyak pengalaman trading, anda lebih memahami kondisi market, momentum dan saham-saham apa yang bagus untuk dibeli, sehingga profit anda lebih maksimal. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.