Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Apa itu Good Till Cancel (GTC) Order?

Kalau anda ingin membeli dan menjual saham, anda bisa melakukan ORDER beli dan jual melalui fasilitas yang disediakan pada software online trading masing-masing sekuritas, tempat anda mendaftarkan rekening efek. 


Pada umumnya, pemasangan order beli dan order jual yang paling banyak digunakan adalah menggunakan sistem Good for Day order. Good for Day adalah jenis order yang otomatis akan dibatalkan sistem ketika pasar saham tutup di hari ini, apabila order yang anda pasang belum matched (belum tercapai sesuai harga yang anda pasang). 

Sebagai contoh, anda ingin membeli saham UNTR di harga 27.000 sebanyak 10 lot. Tetapi sampai jam penutupan bursa saham, ternyata saham UNTR tidak menyentuh harga 27.000. Saham UNTR diperdagangkan dibawah 27.000 sampai jam tutup bursa. 

Karena order beli yang anda pasang tidak tercapai, maka order beli otomatis dibatalkan (withdrawn) oleh sistem bursa. Itulah ilustrasi Good for Day order. 

Namun jenis-jenis order beli jual saham itu sebenarnya ada banyak. Salah satunya fasilitas order yang bisa dimanfaatkan trader dari sekuritas adalah GOOD TILL CANCEL ORDER atau sering disingkat sebagai GTC order.  

GOOD TILL CANCEL ORDER 

Good Till Cancel (GTC) Order adalah order beli atau jual saham yang tetap berjalan sampai anda membatalkan (cancel) order tersebut secara MANUAL, dan order akan tercapai jika order beli / jual yang dipasang sudah matched. 

Jadi GTC order adalah order yang TIDAK OTOMATIS BATAL ketika jam bursa saham tutup. GTC order juga dapat diartikan sebagai order yang dipasang trader sampai tanggal batas waktu tertentu (expired date). 

Kalau order tersebut sudah mencapai expired date-nya, maka barulah GTC order akan batal otomatis (withdrawn), dengan catatan order tersebut belum matched sampai expired date. 

Fasilitas GTC order sudah disediakan oleh setiap software online trading sekuritas. Jadi anda bisa memanfaatkannya. Mungkin anda yang masih bingung dengan GTC order, maka berikut beberapa poin penting tentang GTC order yang membedakannya dengan order beli jual saham manual:
  • Ada batas waktunya (expired date)
  • Batas waktu GTC order ditentukan sendiri oleh trader, bukan oleh sistem
  • Namun ada beberapa sekuritas yang menerapkan maksimal expired date, misalnya maksimal GTC order adalah untuk 180 hari
  • Order tidak otomatis batal ketika bursa tutup
  • Order akan otomatis batal hanya jika sudah mencapai batas waktu yang ditetapkan trader, dengan catatan order beli atau jual tersebut belum matched sampai expired date.  
CONTOH PENERAPAN GTC ORDER    

Sekarang kita akan masuk ke contoh penerapan GTC order. GTC bisa diterapkan untuk order beli maupun order jual. Pada pos ini, saya akan menggunakan contoh fasilitas GTC order pada software online trading Danareksa Sekuritas (Software BRIGHTS). Berikut contoh tampilan GTC order: 
Good till cancel order

Misalnya anda ingin menjual saham JPFA di harga 2.020 sebanyak 50 lot. Maka anda bisa masukkan harga jual dan jumlah lot yang anda inginkan. Caranya sama seperti kalau anda memasang order manual. 

Namun yang membedakan pada GTC order adalah EXPIRED DATE-nya. Anda harus memasukkan expired date-nya, misalnya anda ingin menjual saham JPFA sampai batas waktu 21 Juli 2022. 

Cara baca GTC order:
Artinya, order jual yang anda pasang akan terus berjalan atau VALID sampai batas waktu 21 Juli 2022, kecuali kalau anda membatalkan order jual tersebut sebelum tanggal 21 Juli, maka order jual akan dibatalkan manual. 

Atau kalau ternyata sebelum 21 Juli 2022 harga saham JPFA sudah naik ke 2.020 sesuai target jual, maka otomatis order jual anda akan langsung MATCHED, dan order anda sudah terpenuhi.  

Sebaliknya, kalau order jual saham JPFA yang anda pasang ternyata tidak menyentuh harga 2.020 sampai pada tanggal 21 Juli 2022, maka order jual anda akan DIBATALKAN OTOMATIS pada tanggal 21 Juli, karena sudah expired date.

Nah, setelah anda menuliskan jumlah lot, harga, saham dan expired date-nya, maka anda perlu cek kembali data-data GTC order yang anda masukkan dan anda bisa klik konfirmasi: 


GTC order juga bisa diterapkan untuk order beli. Sampai disini, sudah paham tentang mekanisme GTC order? 

Yang membedakan GTC order dengan order manual (good for day), terutama terletak pada expired date-nya. Kalau pada Good for Day order, order beli dan jual hanya berlaku untuk satu hari perdagangan bursa. Sedangkan pada GTC order, anda bisa menentukan expired date untuk order anda sampai batas waktu tertentu. 

Biasanya sekuritas menetapkan batas waktu maksimal untuk GTC sekitar 180 hari, namun ada juga yang menerapkan batas waktu maksimal sampai 1 tahun atau bahkan bisa diatas 1 tahun. 

Kapan GTC Order sebaiknya digunakan? 

GTC order sebaiknya digunakan untuk anda yang tidak punya banyak waktu memantau market. Maka, GTC order sangat berguna supaya anda tidak ketinggalan momentum harga saham yang anda incar. 

Kalau anda tidak punya waktu banyak untuk memantau market, menerapkan order manual akan sangat ribet, karena jika order beli atau jual anda tidak tercapai, besok-nya anda harus pasang order lagi. 

Di satu sisi, anda tidak bisa terus memantau market karena kesibukan anda. Sehingga risikonya anda bisa lupa memasang order. Kalau ternyata saham yang anda incar harganya sudah lewat dari harga target dan anda lupa pasang order, tentu anda sudah ketinggalan momentum bagus di market. 

Jadi untuk para trader yang tidak punya banyak waktu melihat layar trading, memantau saham-saham real lebih sering, anda bisa gunakan fasilitas GTC order untuk memasang order beli dan jual anda. 

Karena dengan sistem expired date yang anda tentukan, order yang anda pasang akan terus valid / berjalan sampai expired datenya, sehingga anda tidak perlu memasang order manual setiap hari. 

Dengan GTC order, anda juga tidak ketinggalan momentum jika ternyata dalam waktu tertentu harga saham sudah mencapai target anda (otomatis akan matched tanpa anda harus melihat layar setiap saat). 

GTC order juga bagus diterapkan untuk trader dengan TIME FRAME trading AGAK PANJANG (swing / positioning), khususnya untuk trader yang memiliki target trading yang agak jauh dari harga saham sekarang.
 
Misalnya anda beli saham ASII di harga 6.500. Lalu anda punya target menjual ASII di harga 7.500. Karena range take profit anda cukup tinggi, disarankan menggunakan GTC order saja dengan menetapkan expired date yang agak lama, supaya anda tidak perlu memasang order manual setiap hari, apalagi range trading anda cukup panjang.

Nanti kalau ASII sudah naik sendiri ke 7.500, anda tidak perlu memantau order dan harga saham setiap saat. Order anda akan matched sendiri (jika sebelum expired date). 

Tapi kalau adalah trader saham aktif yang punya banyak waktu untuk memantau market, atau anda adalah day trader/ scalping, maka sebaiknya tidak perlu menggunakan GTC order. 

Untuk trader aktif, scalper, anda cukup menggunakan order manual / good for day order, karena sifat transaksi anda akan lebih sering, sehingga GTC tidak terlalu efektif digunakan. 

Itulah penjelasan tentang good till cancel order, contoh dan cara penerapan GTC untuk memasang order pada trading saham. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.