Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Moving Average: Moving Average 20

Analisis teknikal Moving Average (MA), seringkali digunakan oleh para trader, broker, analis saham untuk menganalisa potensi pergerakan saham, maupun sebagai dasar untuk menentukan analisa support resisten suatu saham. 


Ada banyak setting indikator Moving Average yang sering digunakan. Variasi time frame Moving Average yang banyak dipakai antara lain antara MA5, MA10, MA20, MA30, MA50, MA60, MA100 dan masih banyak lainnya. 

Oke, banyak banget settingan indikator Moving Average buat trading. Tapi salah satu setting MA yang cukup populer adalah Moving Average 20. Mengapa Moving Average 20 banyak digunakan? 

Sebelum itu, anda perlu pahami bahwa periode angka dalam indikator MA menunjukkan periode hari. Jadi MA20 itu artinya rata-rata pergerakan harga saham selama 20 HARI perdagangan. 

Kalau anda setting MA20, berarti garis MA yang ditampilkan adalah rata-rata perdagangan saham 20 hari kebelakang. Demikian juga kalau anda setting MA50 misalnya, maka yang muncul adalah garis rata-rata perdagangan saham selama 50 hari kebelakang. 

Sebenarnya banyak asumsi kenapa MA20 ini banyak digunakan sebagai setting indikator MA. Salah satunya karena MA20 dianggap mewakili 1 bulan perdagangan saham, di mana kalau Bursa saham Indonesia, hari Sabtu dan Minggu libur, sehingga 1 bulan perdagangan saham dihitung 20 hari, bukan 30 hari. 

Sehingga analisa MA20 seringkali dianggap mewakili analisa tren saham selama 1 bulan. Selain itu, MA20 merupakan ANGKA PSIKOLOGI. Angka psikologis adalah angka yang lebih mudah diingat. 

MA20 lebih mudah diingat daripada MA23, MA22 atau MA24 misalnya. Sehingga banyak trader yang setting MA kebanyakan di angka bulat, karena lebih mudah diingat dan lebih mudah diinterpretasikan dalam analisis teknikal. 

Sebagian pembaca mungkin akan bertanya lagi: "Kenapa nggak MA25 aja atau MA30 sekalian? Kan langsung 30 hari perdagangan saham?"  

Para trader pengguna MA25 dan MA30 sebenarnya juga tidak kalah banyak. Sekali lagi, ini soal persepsi dan kecocokan analisa Moving Average masing-masing. Kalau anda beranggapan MA 1 bulan itu lebih cocok MA30 daripada MA20, tidak ada salahnya anda menggunakan MA30. 

Yang jelas, semakin pendek periode Moving Average, maka garis Moving Average akan semakin berfluktuatif. Ini juga menjadi salah satu penyebab mengapa sebagian trader lebih suka setting MA20 ketimbang MA25 atau MA30, karena MA dengan periode lebih pendek, memberikan sinyal yang lebih cepat. 

Sekarang kita coba lihat penerapan garis Moving Average 20 di grafik saham. Perhatikan chart saham TOWR berikut:

Moving Average 20

Cara membaca garis MA, sebenarnya kurang lebih sama. Anda bisa perhatikan ketika harga saham mulai turun dan menyentuh serta bertahan diatas garis Moving Average 20 (wanra orange), maka tidak lama kemudian harga saham naik (lihat tanda-tanda persegi). 

Sebaliknya, pada saat harga saham sudah mulai naik dan tidak berhasil menembus Moving Average 20, maka harga saham cenderung koreksi. Moving Average ini juga bisa berfungsi sebagai support resisten dan memberikan sinyal trading. 

Oke, terus bagaimana perbandingannya dengan Moving Average 30? Anda bisa perhatikan kembali chart saham yang sama, yaitu saham TOWR namun dengan setting MA30: 


Seperti yang kita bahas tadi, bahwa semakin pendek periode MA, maka garis-nya semakin fluktuatif. Semakin panjang, berarti garis MA semakin smooth. Kalau anda setting garis MA menjadi MA30, terlihat garis MA-nya terlihat jauh lebih smooth. 

Hal ini membuat sinyal trading yang dihasilkan menjadi lebih sedikit. Perhatikan perbandingan sinyal MA20 dan MA30 diatas, di mana MA30 memberikan sinyal trading yang lebih sedikit, dan lebih jauh dengan harga saham, karena periode waktunya lebih panjang.  

Namun sekali lagi saya tekankan, bahwa tidak ada settingan Moving Average paling bagus. Bagus tidaknya Moving Average juga tergantung dari user-nya masing-masing. 

Ada trader yang lebih cocok pakai MA30 atau MA25 untuk mewakili tren MA 1 bulan, karena trader adalah tipikal trader yang santai, dan tidak ingin melihat terlalu banyak fluktuatif sinyal, di mana fluktuatif sinyal yang dihasilkan dari indikator terkadang juga bisa menimbulkan fake signal. 

Sebaliknya, ada trader yang cocok pakai MA20 untuk menginterpretasikan MA 1 bulan, karena trader menganggap MA20 sinyalnya lebih cepat, sehingga tidak gampang ketinggalan momentum. 

Biasanya trader yang menggunakan MA20, adalah tipikal trader jangka pendek, tetapi tidak ingin melihat sinyal Moving Average yang terlalu volatil, sehingga trader langsung pakai MA1 bulan, daripada pakai MA5 atau MA10.

Trader yang menggunakan MA30, biasanya adalah tipikal trader yang lebih santai dan mengandalkan analisa tren untuk memilih saham. 

Anda mau pakai MA20 atau MA30 untuk MA1 bulan sah saja, tidak ada benar dan salah. Semua harus disesuaikan dengan karakter trading masing-masing. 

Saran saya, sebaiknya anda melakukan EKSPERIMEN terlebih dahulu, terutama dengan metode FORWARD TESTING, untuk membandingkan mana yang lebih cocok, apakah anda mau pakai MA20, MA30 atau bahkan MA25 untuk mewakili tren 1 bulanan. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.