Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Cara Menghitung Averaging Down & Averaging Up Saham

Membeli saham yang sama tidak harus dilakukan dengan cara membeli sekali dengan full modal. Salah satu seni manajemen modal adalah AVERAGING, alias membeli saham yang sama dengan modal bertahap. Jadi anda membeli saham yang sama beberapa kali, dibagi ke dalam beberapa tahap pembelian. 


Averaging dibagi menjadi dua, yaitu averaging up dan averaging down. Kita sudah pernah bahas perbedaannya disini: Averaging Down dan Averaging Up Saham. Anda bisa pelajari kembali. 

Tentu saja, dengan melakukan averaging down, harga beli saham rata-rata anda menjadi lebih murah / rendah. Averaging up akan membuat harga beli saham rata-rata menjadi lebih mahal. 

Untuk para trader pemula, anda mungkin masih belum paham bagaimana cara menghitung averaging down dan averaging up saham. Pada pos ini, kita akan praktikkan ilustrasi menghitung averaging down dan averaging up saham. 

AVERAGING SEBANYAK DUA KALI  

Anda membeli saham BBRI di harga 3.700 sebanyak 10 lot. Kemudian saham BBRI turun lagi dan anda averaging down di harga 3.630 sebanyak 10 lot juga. Maka cara mengihtung harga beli rata-rata anda adalah sebagai berikut: 

{(3.700 x 10 lot x 100 lembar saham) + (3.630 x 10 lot x 100 lembar saham)} / (10 lot + 10 lot) x 100 lembar saham =

(3.700.000 + 3.630.000)  / 2.000 = 7.330.000 / 2.000 = 3.665. 

Itulah harga harga beli rata-rata yang anda dapatkan yaitu di harga 3.665. 1 lot = 100 lembar saham. Kalau anda ingin yang lebih simpel, anda bisa hilangkan 100 lembar saham. Jadi tidak perlu dikalikan dengan 100 lembar saham semuanya. Hasilnya sama saja. 

Demikian pula kalau anda melakukan averaging up, maka rumusnya juga sama seperti diatas. Misalnya anda beli saham TLKM di harga 3.400 sebanyak 15 lot. Kemudian harga saham TLKM naik ke 3.520. Anda beli lagi saham TLKM sebanyak di 3.510 sebanyak 18 lot. Maka perhitungan harga average anda sebagai berikut: 

{(3.400 x 15 lot x 100 lembar saham) + (3.520 x 18 lot x 100 lembar saham)} / (15 lot + 18 lot) x 100 lembar saham= 

(5.100.000 + 6.336.000) / 3.300 = 11.436.000 / 3.300 = 3.465,45.   

Itulah harga rata-rata dari averaging up yang anda dapatkan. Rumus dan cara menghitungnya sama dengan averaging down tadi. Jadi kesimpulannya, rumus untuk menghitung harga rata-rata adalah sebagai berikut: 

(Harga beli 1 + harga beli 2) / (jumlah lot beli 1 + jumlah lot beli 2)

AVERAGING DUA KALI DI HARGA YANG BERBEDA 

Averaging up maupun averaging down bisa dilakukan lebih dari dua kali. Anda bisa melakukan averaging sebanyak 3 atau 4 kali misalnya. Cara menghitung averaging lebih dari dua kali, konsepnya kurang lebih sama. Anda hanya perlu menambah penjumlahan harga beli saham. 

Misalnya, anda melakukan averaging down pembelian saham ASII sebanyak tiga kali, dengan rincian sebagai berikut: 

Pembelian 1: Beli ASII harga 5.450, 12 lot. 
Pembelian 2: Beli ASII harga 5.325, 15 lot. 
Pembelian 3: Beli ASII harga 5.200, 17 lot. 

Maka perhitungan average price-nya adalah sebagai berikut: 

{(5.450 x 12 lot) + (5.325 x 15 lot) + (5.200 x 17 lot)} / (12 lot + 15 lot + 17 lot)  = 

(65.400 + 79.785 + 88.400) / 44 lot = 233.675 / 44 lot = 5.310,80. 

Yap, itulah harga average anda di saham ASII, yaitu 5.310,80. Cara menghitungnya sama seperti rumus sebelumnya (Harga average 2 kali beli). Anda hanya perlu menambahkan harga average ketiga. Dan kalau anda beli keempat kalinya, anda tambahkan lagi harga yang keempat dan seterusnya. 

KALKULATOR RUMUS UNTUK AVERAGING SAHAM 

Kini anda sudah memahami konsep dan rumus cara menghitung averaging down dan averaging up saham. Dalam praktik trading di market nanti, menghitung average price manual seperti diatas pasti lebih ribet. 

Oleh karena itu, at least anda perlu kalkulator untuk menghitung averaging, supaya bisa langsung menghitung dalam bentuk rumus. Di web Saham Gain, saya juga sudah memberikan fasilitas kalkulator averaging saham secara gratis yang bisa anda gunakan. 

Anda bisa mendapatkannya disini: Kalkulator Saham Gratis untuk Hitung Harga Average. Pada kalkulator tersebut, sudah saya berikan rumus langsung untuk menghitung averaging, sehingga anda tidak perlu menghitung secara manual. 

AVERAGING SAHAM YANG EFEKTIF 

Dalam praktik trading, tentu anda harus melakukan averaging down maupun averaging up dengan cara yang benar. Artinya, bukan setiap kali saham naik dan turun anda langsung melakukan averaging. 

Strategi-strategi penerapan averaging harus dilakukan dengan momentum dan frekuensi yang tepat. Jangan terlalu banyak melakukan averaging. Averaging sebaiknya cukup dilakukan 2-4 kali, karena anda juga memiliki keterbatasan modal, dan terlalu banyak averaging, khususnya averaging up akan membuat harga beli rata-rata anda jadi terlalu tinggi. 

Anda bisa membaca beberapa pos yang pernah saya ulas tentang strategi2 melakukan averaging saham. Anda bisa pelajari pada pos-pos berikut: Strategi Averaging Down Saham yang Benar, Mana yang Boleh: Averaging Down atau Averaging Up? Strategi Averaging Up, Teknik Tepat Melakukan Averaging Up Saham.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.