Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Tips Mencari Saham Second Liner

Saham-saham di Bursa Efek, dapat diklasifikasikan menjadi saham blue chip (lapis satu), saham lapis dua / second liner dan saham lapis tiga (saham gorengan / junk stock). 


Saham blue chip merupakan saham-saham dengan market cap diatas 100 triliun. Sedangkan saham-saham second liner adalah saham-saham yang market cap-nya dibawah saham blue chip (Dibawah 100 triliun) sampai diatas 5 triliun. Dan saham lapis tiga umumnya adalah saham-saham dengan market cap dibawah Rp5 triliun sampai dibawah 2 triliun (small cap). 

Saham second liner adalah solusi untuk para trader yang ingin mengincar saham-saham likuid dengan pilihan saham lebih banyak. Karena meskipun saham blue chip punya market besar dan banyak ditradingkan, tetapi jumlah saham blue chip di market cuma sedikit. 

Di satu sisi, mayoritas saham blue chip harganya juga relatif mahal secara nominal. Sehingga sebagian trader terkadang menghindari saham blue chip dan mencari saham2 likuid yang harganya lebih terjangkau. 

Yap, dalam hal ini, pilihan saham likuid yang harganya relatif murah, banyak pilihan dan fluktuatif harganya cepat adalah saham-saham second liner. 

Tetapi saham second liner juga ada kelemahannya. Pertama, jumlah saham second liner cukup banyak. Hal ini terkadang menyulitkan trader untuk melakukan screening saham-saham lapis dua. 

Kedua, tidak semua saham second liner bagus untuk trading. Banyak saham second liner yang pergerakannya juga tidak terlalu atraktif. 

Jadi untuk mencari saham second liner, anda juga membutuhkan strategi yang benar, agar profit trading anda bisa maksimal. Berikut beberapa tips mencari saham second liner yang bagus untuk trading: 

1. Cari saham second di indeks LQ45 

Buat anda yang tidak punya banyak waktu untuk memilih / screening saham second liner, anda bisa pertimbangkan untuk mencari saham2 second liner yang terdaftar di indeks LQ45. 

Karena saham2 second liner di indeks LQ45 umumnya merupakan saham-saham yang pergerakannya bagus dan mudah dianalisa dengan chart. Berikut beberapa contoh saham second liner LQ45 yang bagus untuk trader: 
  • PWON
  • CTRA
  • SMRA
  • ACES
  • ADRO 
  • BSDE
  • PTBA 
  • BTPS 
Dan masih banyak lainnya. Jika anda ingin mencari lebih banyak pilihan saham second liner, anda bisa mencari saham2 second liner di indeks IDX80. Mayoritas saham LQ45 masuk di indeks IDX80. Namun pilihan saham di indeks IDX80 lebih banyak. Baca juga: Saham-saham Indeks IDX80, Baguskah Buat Trading?

2. Cari saham second liner yang anda pahami pola pergerakannya 

Prioritaskan untuk trading di saham second liner yang anda pahami chart dan analisanya. Anda bisa pelajari strategi simpel untuk melakukan screening saham bagus, buat mendapatkan stock pick berkualitas disini: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus. 

Anda bisa masukkan beberapa saham second liner untuk trading (sekitar 5-15 saham). Kalau ada saham yang sudah terbukti membuat anda profit, sebaiknya anda masukkan di stock pick, karena itu artinya anda memahami pola saham tersebut dengan baik.  

3. Cari saham second liner yang fluktuatifnya bagus 

Pilihlah saham-saham second liner yang punya pergerakan bagus. Katakanlah ada 10 saham second liner. 10 saham tersebut belum tentu memiliki pergerakan dan pola-pola yang sama. 

Umumnya, saham second liner yang bagus adalah saham yang memiliki pola fluktuatif yang jelas di dalam chart dan pergerakan harga hariannya. Sebagai contoh, perhatikan perbedaan chart kedua saham berikut: 

Saham AALI

Saham WSKT

Saham AALI dan saham WSKT sama-sama saham second liner (Market capnya diatas 5 triliun). Tetapi pola chart kedua saham berbeda. Anda bisa lihat saham AALI memiliki pola dan fluktuatif yang jelas, di mana ada pola2 rebound 2-3 harian (tanda2 lingkaran) setelah koreksi. 

Sedangkan pola chart WSKT membentuk sideways panjang dan tidak banyak pergerakan. Sebagai trader, pola saham yang punya fluktuatif adalah saham-saham yang lebih bagus untuk dimanfaatkan trading. 

Karena trader jangka pendek bisa meraih profit dari fluktuatif harga saham. Jadi ketika anda mencari saham second liner, prioritaskan saham-saham yang punya pola yang bisa dibaca dan dianalisa. 

4. Hindari saham second liner yang sedang downtrend tajam  

Saham second liner yang sedang downtrend tajam (harga sahamnya terus jebol dari support-supportnya) karena ada berita negatif, sebaiknya anda hindari dulu untuk trading. Karena ketika belum terdapat tanda-tanda rebound, harga saham bisa berpotensi turun terus. Contohnya perhatikan kembali chart WSKT berikut: 


Perhatikan tanda lingkaran diatas. Bisa kita lihat bahwa saham WSKT terus mengalami tren turun dan sedikit sekali mengalami technical rebound. Tren turun ini terjadi karena WSKT mengalami rugi bersih di periode tersebut, yang membuat para investor melakukan distribusi besar-besaran. 

Kalau anda belum melihat ada tanda-tanda rebound di saham-saham second liner yang sedang donwtrend, sebaiknya hindari dahulu saham tersebut, karena risikonya besar. 

Itulah beberapa tips mencari saham second liner untuk trading. Dengan banyaknya jumlah saham second liner di Bursa Efek, anda harus lebih selektif memilih saham yang pergerakannya baik. Karena tidak semua saham second liner menguntungkan buat trader. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.