Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Beli Saham Blue Chip Malah Nyangkut?

El Heze

Beberapa kali saya menerima pertanyaan dari trader: "Pak Heze kenapa saya beli saham blue chip saham saya justru lebih sering nyangkut? Padahal buat pemula disarankan untuk membeli saham blue chip yang risikonya kecil."

 


Trader saham juga sering mengeluhkan saham yang dibeli nyangkut. Padahal trader sudah membeli saham blue chip, tapi kenapa masih nyangkut juga? 

Saya sendiri juga pernah mengalami, di mana saya berkomitmen untuk beli saham blue chip saja. Ternyata memang benar, beli saham blue chip pun bisa nyangkut. Karena saya mengalaminya sendiri. 

Maka dari itu, di pos ini saya ingin sharing mengenai seluk beluk saham blue chip untuk trading. Hal pertama yang perlu anda tekankan di mindset adalah: Buanglah anggapan bahwa dengan beli saham blue chip anda pasti profit. 

Memang trading di saham blue chip bisa menghasilkan profit. Akan tetapi, dalam trading JANGAN MENCINTAI SATU SAHAM. Karena bagaimanapun juga, tidak ada harga saham yang naik terus. 

Ada beberapa penyebab mengapa saham blue chip yang anda beli nyangkut: 

1. Saham blue chip adalah saham yang mengikuti pergerakan indeks 

Saham blue chip merupakan saham dengan market cap besar (diatas 100 triliun). Jadi saham-saham blue chip dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap pergerakan indeks (IHSG). 

Kalau IHSG sedang turun, maka saham-saham blue chip biasanya akan ikut turun. Kalau IHSG sedang lesu, banyak sentimen negatif, saham-saham blue chip-lah yang akan dijual terlebih dahulu oleh pelaku pasar, karena saham2 blue chip adalah saham2 yang paling mencerminkan pergerakan indeks. 

Artinya, kalau anda membeli saham-saham blue chip ketika IHSG sedang dalam keadaan bearish. Atau sebaliknya, anda membeli saham2 blue chip saat IHSG sudah sulit naik lagi (sudah sideways di harga atas) dan banyak saham mulai mahal, tidak menutup kemungkinan saham yang anda beli harganya justru sulit naik.  

Para trader yang ingin membeli saham blue chip, salah satu tips yang perlu anda perhatikan adalah pergerakan IHSG. Belilah saham2 blue chip yang sudah diskon, serta tunggulah IHSG mulai rebound. Jika kondisi IHSG masih bearish, jangan terburu untuk masuk di saham2 blue chip. 

2. Diversifikasi portofolio itu penting 

Saham-saham di Bursa Efek bukan hanya terdiri dari saham blue chip. Jumlah saham blue chip hanya sekitar 10-20 saham. Sisanya adalah saham-saham second liner dan saham gorengan. 

Saham-saham yang bagus untuk dibeli bukan hanya saham blue chip saja. Banyak juga saham second liner (lapis dua) dengan market cap 10 triliun sampai dibawah 100 triliun yang bagus untuk trading. 

Sebagai trader, anda juga perlu melakukan diversifikasi saham. Jangan hanya membeli saham-saham blue chip karena tidak selalu saham blue chip harganya naik. 

Ada kalanya saham-saham blue chip stagnan dan saham-saham lapis dua yang sedang manggung. Pelajari juga: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus.     

3. Ada saat di mana pergerakan saham blue chip kurang atraktif 

Ada saat-saat di mana saham blue chip pergerakannya tidak atraktif. Sideways, tidak banyak pergerakan atau bahkan cenderung turun karena kondisi market yang sedang kurang baik. 

Biasanya ketika saham-saham blue chip lagi sideways, pasti ada saham-saham lain (biasanya saham2 lapis dua) yang lagi manggung dan bagus untuk ditradingkan. Pilihlah saham-saham yang pergerakannya sedang bagus. Dalam hal ini, tidak harus saham-saham blue chip. 

Karena pasar saham itu dinamis, ada baiknya juga anda menjadi trader yang fleksibel dalam memilih saham. Dengan kata lain, anda harus punya alternatif dalam memilih. Ketika saham2 blue chip sedang tidak menarik untuk ditradingkan, pilihlah saham2 dari saham second liner untuk trading. 

Kembali lagi seperti poin dua, arahnya adalah diversifikasi portofolio, sehingga anda tidak hanya mengandalkan satu jenis saham saja. 

4. Setiap saham ada momentum dan analisa tradingnya 

Tidak setiap saat harga saham naik. Kita sering menemukan saham blue chip yang secara teknikal sudah mahal. Secara fundamental juga overvalued. Kalau saham blue chip sudah mahal, maka tinggal tunggu waktu saja harga sahamnya akan turun lagi. 

Setiap saham ada momentum dan analisa tradingnya. Jika anda ingin membeli saham apapun itu, belilah di harga yang bagus, supaya anda tidak terjebak membeli saham yang sudah terlalu mahal, atau terburu masuk di saham blue chip ketika market lagi lesu. 

Anda bisa pelajari analisa-analisa untuk mencari saham2 diskon, saham2 yang berpotensi naik jangka pendek dan full analisis teknikal buat trading saham disini: Buku Saham Full Praktik Trading. 

SAHAM BLUE CHIP TIDAK SELALU SAHAM PRIMADONA 

Yap, jadi inilah penyebab mengapa banyak trader yang beli saham blue chip justru nyangkut: Beli saham saat momentumnya nggak pas. Beli saham saat pergerakan blue chip sedang turun atau sedang kurang atraktif. 

Ingat bahwa saham blue chip tidak selalu menjadi saham primadona di market, walaupun punya market cap besar dan kinerja fundamental yang mapan. 

Nah, buat menghindari saham blue chip yang nyangkut, perhatikan momentum setiap saham sebelum anda trading, dan jangan lupa untuk diversifikasi. 

Di web Saham Gain, kita juga sudah sering membahas tentang pergerakan dan analisa saham blue chip. Saya juga sering menuliskan bahwa saham blue chip adalah saham yang low risk, namun bukan berarti anda harus langsung membeli sahamnya tanpa analisa apapun. 

Analisa yang matang tetapi dibutuhkan untuk meraih profit di market. Kalau anda tanya: Apakah saya juga beli saham blue chip buat trading? Jawaban saya: Ya. Tapi kalau anda tanya apakah semua portofolio saya berisi saham-saham blue chip chip? 

Tentu tidak. Saya juga melakukan diversifikasi portofolio ke saham-saham lapis dua. Toh saham-saham lapis dua juga banyak yang harganya murah, pergerakannya lincah dan bagus buat ditradingkan. 

Jadi kalau anda punya pilihan saham yang lebih banyak untuk trading, why not?

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.