Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Peluang Profit Saat Harga Saham Anjlok

Jika saham-saham harganya jatuh. Saham yang biasanya anda beli di harga support 3.000-3.200, tiba-tiba harga sahamnya turun sampai 2.800. Lalu turun lagi sampai dibawah 2.000 hanya dalam waktu kurang dari sebulan. 


Mayoritas saham juga jatuh, ditambah banyak sentimen negatif yang membuat market semakin banyak menjual saham dan terjadi aksi panic selling. Sebagai trader / investor saham, kita pasti pernah menghadapi kondisi seperti ini. 

Reaksi trader menghadapi market seperti ini bermacam-macam. Ada yang panic selling, mulai pesimis, takut. Ada trader yang wait and see. Ada yang memanfaatkan momentum untuk trading cepat. Ada juga trader yang justru menggunakan momen ini untuk meraup profit lebih besar ketika market sudah pulih.
Pasar saham yang koreksi besar justru merupakan peluang untuk mendapatkan profit, dengan membeli saham-saham bagus yang harganya sudah murah dan memiliki peluang naik lebih cepat ketika market sudah pulih. 
Faktanya, seringkali saham-saham yang sudah anjlok, harganya akan naik lagi. Semakin banyak saham yang turun. Semakin besar penurunan harga saham. Potensi saham tersebut naik juga lebih cepat. 

Konsep pergerakan naik turunnya harga saham ini ibarat bola basket yang dilemparkan dari ketinggian tertentu. Kita sudah pernah bahas konsepnya disini: Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham. Sekarang anda bisa perhatikan chart IHSG berikut: 

Harga saham anjlok
Perhatikan tanda persegi merah. Itu adalah momen ketika IHSG turun drastis, hingga menyentuh support terendah. Tapi setelah IHSG mulai naik (persegi hijau), anda bisa lihat kenaikan IHSG juga sangat tinggi, bahkan kenaikannya bisa terjadi selama beberapa hari berturut-turut. 

Disinilah banyak saham murah yang terdiskon, sehingga ketika mayoritas trader melakukan akumulasi beli di saham2 yang sudah benar2 murah, banyak saham yang harganya bisa naik lagi dengan cepat. 

Anda bisa pelajari cara-cara dan full praktik menemukan saham murah yang bagus, yang berpotensi naik disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Jadi justru ketika harga saham anjlok, itulah peluang anda untuk meraih profit. Sebagai tambahan, ada beberapa tips yang bisa anda terapkan supaya anda bisa melihat peluang profit ketika banyak saham yang harganya turun:  

1. Prioritaskan saham-saham bagus untuk trading 

Pada saat market turun, tidak semua saham yang turun adalah saham bagus. Dengan kata lain, tidak semua saham bisa memberikan peluang profit untuk anda. Maka dari itu, pilihlah saham2 yang kualitasnya bagus. 

Pelajari cara-cara memilih (screening) saham yang potensial untuk ditradingkan disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus. Tujuannya, supaya anda bisa memiliki daftar STOCK PICK berkualitas, yang bisa anda prioritaskan untuk trading. 

Memiliki saham yang bagus juga sangat bermanfaat agar saham-saham yang anda miliki bisa membuahkan profit setelah market pulih. Contohnya: Jika anda yang sudah terlanjur membeli saham, tetapi ternyata tren market berubah jadi bearish, dan anda tidak sempat menjual sahamnya kemudian saham anda ikut turun. 

Maka ketika market sudah pulih, saham-saham yang anda pegang akan lebih mudah naik. Tapi kalau anda membeli saham2 yang kurang bagus, sangat mungkin pergerakan saham anda tidak mengikuti tren market, jadi ketika market pulih, saham anda mungkin masih sideways. 

2. Pilih saham-saham yang diskon / murah secara teknikal

Selain memilih saham-saham bagus, pilihlah saham-saham yang harganya sedang diskon atau murah secara teknikal. Saham2 diskon memiliki peluang naik yang cepat ketika market pulih. Pelajari cara-cara memilih saham diskon disini: Cara Menemukan Saham Diskon.

Tidak semua saham yang sudah turun bisa dikatakan sebagai saham murah. Oleh karena itu, jangan asal membeli saham hanya karena harganya sedang turun. Pilihlah saham2 yang potensial untuk anda. 

3. Jangan terbawa 'panic', dan jangan menjadi trader latah. 

Saham-saham yang harganya jatuh, seringkali menjatuhkan mental trader. Pada saat saham-saham turun banyak, pola psikis yang sering dialami trader adalah: Panik, panic selling, takut membeli saham, pesimis. 

Ditambah lagi banyak trader yang suka menebar rasa takut (fear) ketika harga saham jatuh, biasanya melalui grup-grup saham. Hal inilah yang membuat market seolah-olah akan turun terus. Padahal faktanya tidak demikian. 

Sifat-sifat inilah yang justru membuat trader akhirnya tidak bisa melihat peluang dan potensi profit di saham-saham yang turun. Ketika saatnya market naik, trader sudah ketinggalan momentum beli saham di harga bawah, karena trader sudah dibayangi rasa takut dan pesimis kalau-kalau market jatuh lagi. 

Jadi sebagai trader saham, anda harus tetap menyikapi penurunan market dengan bijak. Jangan mudah terbawa sifat panik dan jangan menjadi trader latah (ikutan panik ketika ada trader mengatakan market akan jatuh, akan terjadi crash market dan sebagainya). 

Jika anda tetap tenang menghadapi situasi market, maka disitulah anda bisa mengambil keputusan lebih jernih untuk melihat peluang2 yang ada di market. 

Pasar saham tidak selalu turun, dan sebaliknya. Ketika pasar saham lagi bullish, mungkin anda berpikir tulisan ini 'tidak berlaku'. Tapi percayalah, pasar saham itu bisa berubah sewaktu-waktu. 

Artinya, apa yang kita bahas di pos ini hendaknya selalu anda tanamkan dalam praktik trading anda, karena ini akan berlaku terus sampai kapanpun.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.