Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Membeli Saham

Membeli saham bukan hanya sekedar pencet tombol BUY di layar monitor software trading anda. Beli saham juga membutuhkan strategi agar anda bisa meraih profit dari saham yang anda beli. 


Ibarat seorang petinju. Petinju tidak hanya belajar memukul, namun juga harus belajar bertahan, melatih stamina dan mengatur strategi supaya bisa memenangkan setiap pertandingan.

Supaya trading saham yang anda jalankan membuahkan profit, maka anda memerlukan sebuah strategi membeli saham yang efektif. Strategi membeli saham dibagi menjadi dua: 
  • Strategi memilih saham untuk meraih profit 
  • Manajemen modal untuk beli saham
Pertama-tama, kita akan membahas strategi membeli saham dari segi cara-cara memilih saham. Umumnya, ada tiga strategi trading yang sering diterapkan trader. Apa saja itu?

1. Strategi Buy on Weakness (BOW) 

BOW adalah strategi membeli saham ketika harganya lagi turun. Strategi ini banyak dipraktikkan trader saham yang harganya murah peluang naiknya lebih cepat. Kedua, saham yang turun bisa dibeli dengan harga yang jauh lebih terjangkau. 

BOW adalah strategi trading yang relatif lebih mudah diterapkan untuk semua level trader. Kita juga pernah bahas disini: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun. 

Jadi pada strategi ini, kalau saham-saham harganya sudah pada naik tinggi, anda harus menunggu saham-saham turun dulu, supaya anda tidak terjebak beli saham di harga tinggi, dan anda bisa dapat saham-saham bagus pada harga yang lebih murah. 

Strategi dan cara-cara mencari saham yang murah dan diskon secara teknikal yang berpotensi naik, bisa anda terapkan praktik-praktiknya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Artinya, anda tidak asal membeli saham. Anda tidak membeli saham setiap hari. Anda tetap melihat momentum kapan saatnya saham murah. Kapan saatnya saham sudah mulai mahal / naik tinggi. Dengan strategi ini, anda bisa memilih saham-saham yang harganya bagus dan diskon. 

2. Strategi Buy on Breakout (BOB)

BOB merupakan strategi trading yang dilakukan dengan cara membeli saham ketika tren-nya sedang naik, dan ada potensi untuk melanjutkan kenaikan harga saham lebih tinggi lagi (breakout). 

Jadi pada strategi ini, anda membeli saham yang harganya sudah berhasil menembus resisten tertentu, di mana resisten sebelumnya adalah resisten yang sulit ditembus. 

Strategi BOB ini bagus diterapkan pada kondisi pasar saham yang sedang bullish, dan saham-saham yang berada pada tahap awal bullish, sehingga banyak saham yang berpotensi meneruskan kenaikannya. 

Strategi BOB juga sudah pernah kita bahas disini: Strategi Trading Saham: Buy on Breakout.

Sekali lagi, BOB merupakan bagian penting dari penerapan strategi saham. Sebab kalau anda asal membeli saham yang lagi naik, padahal sahamnya sudah diujung tren naik, maka saham anda justru tidak akan bisa memberikan keuntungan jangka pendek. 

3. Memanfaatkan saham-saham sideways 

Strategi trading berikutnya adalah: Memanfaatkan saham-saham sideways untuk trading. Ini juga merupakan strategi yang cukup efektif diterapkan di market, mengingat saham-saham di Bursa Efek juga banyak yang memiliki pola sideways.

Saham yang polanya sideways / mendatar, juga tidak bisa asal digunakan untuk trading. Hal ini karena banyak juga saham sideways yang tidak menguntungkan untuk trader. 

Untuk memilih dan menganalisa saham-saham sideways apa saja yang bagus untuk trading, anda bisa pelajari full praktiknya disini: Full Praktik Strategi Trading di Saham Sideways. 

Strategi membeli saham juga harus memperhatikan manajemen modal. Jadi, ketika anda memutuskan untuk membeli saham, anda bisa melakukannya dengan dua strategi mengelola modal sebagai berikut: 

1. Membeli saham sekali dengan modal full 

Anda boleh membeli saham yang sama sekali saja dengan full modal. Misalnya anda sudah berencana menggunakan modal Rp5 juta untuk beli saham BBRI. Ketika harga saham BBRI berada di harga target anda, anda langsung buy BBRI sebanyak Rp5 juta. 

Strategi ini bisa diterapkan kalau anda sudah benar-benar yakin saham yang anda beli ada potensi naik dan saham yang anda beli adalah saham2 yang bagus. Selain itu, kondisi market yang mendukung untuk trading bisa diterapkan strategi beli saham dengan full alokasi modal. 

2. Beli saham bertahap / akumulasi 

Mungkin selama ini, banyak trader yang hanya mengenal strategi beli saham sekali dengan modal full. Padahal strategi trading saham itu bisa diterapkan dengan strategi akumulasi juga alias beli saham secara bertahap. 

Strategi akumulasi juga bisa dibedakan menjadi averaging down dan averaging up. Anda bisa pelajari kembali analisanya disini: Averaging Down dan Averaging Up Saham.

Membeli saham bertahap itu misalnya anda punya modal Rp5 juta untuk beli saham BBRI. Modal Rp5 juta tersebut tidak langsung dipakai semua buat beli saham BBRI. Melainkan anda pakai modal katakanlah Rp1 juta dulu untuk beli beberapa lot. 

Setelah saham BBRI turun ke support yang bagus, anda menambah Rp2 juta beberapa lot. Dan anda beli lagi Rp1 juta beberapa lot, sampai anda mendapatkan harga rata-rata dari beberapa kali pembelian saham yang sama. 

Beberapa teknik averaging down dan averaging up, bisa anda pelajari full praktiknya disini: Strategi Averaging Down yang Benar dan Teknik Tepat Melakukan Averaging Up. 

Strategi membeli saham secara bertahap bagus diterapkan ketika kondisi kondisi market masih sangat fluktuatif. Atau ketika anda belum 100% yakin kalau saham yang anda beli bakalan naik tinggi dalam waktu dekat. 

Sehingga, dengan membeli bertahap, psikologis anda juga lebih tenang. Anda membeli dengan modal kecil dulu. Kalau saham anda turun, anda masih punya modal dan anda tidak menanggung modal terlalu besar. Kalau saham anda naik, anda tetap punya sahamnya, sehingga anda tetap bisa dapat profit. 

Itulah strategi membeli saham yang harus anda terapkan dalam trading. Strategi membeli saham harus dikombinasikan antara strategi analisa teknikal, memilih saham dan manajemen modal. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.