Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Trading Saham yang Aman

"Pak Heze apa ada tips bagaimana cara trading saham yang aman supaya risiko trading kecil tapi profitnya bisa maksimal?" Saya pernah menerima pertanyaan tersebut dari rekan trader. 



Anda yang sedang membaca pos ini, mungkin juga memiliki keinginan yang sama: Trading saham yang aman, risiko kecil dan profitnya bisa besar. Selama ini, anda mungkin sering mendengar anjuran seperti ini: 

"Kalau mau trading saham anda risikonya kecil dan aman, perpanjang jangka waktu trading. Jangan trading harian. Investasikan saham anda jangka panjang, karena dalam jangka panjang saham-saham pasti naik."

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, pendapat ini kurang tepat. Karena tidak semua saham dalam jangka panjang harganya naik. Faktanya, banyak sekali saham yang dalam jangka panjang justru tidak menghasilkan return sama sekali. 

Di Bursa Efek, ada banyak saham yang kinerja fundamental kurang baik dan likuiditasnya rendah. Misalnya seperti saham BUMI yang pada tahun 2008 harganya sempat hampir menyentuh Rp8.000. Namun sekarang harganya sahamnya tidak bergerak di harga Rp50. 

Atau anda bisa perhatikan saham TRAM yang dulu sempat naik drastis dari 400 ke 1.800. Namun karena fundamental perusahaannya kurang sehat, TRAM akhirnya turun terus sampai ke Rp50. 

Itu hanyalah sedikit contoh. Masih ada banyak saham yang harganya dalam jangka panjang tidak menguntungkan. Jadi singkat tidaknya time frame trading anda, sesungguhnya tidak terlalu mempengaruhi apakah anda nantinya bisa menerapkan trading saham dengan cara yang lebih aman atau tidak.  

Ada beberapa tips agar anda bisa menerapkan strategi trading saham yang aman. Berikut tips-tips trading saham yang aman, yang bisa anda praktikkan: 

1. Pilih dan screening saham yang bagus untuk trading 

Dalam praktik trading, tidak semua saham indeks LQ45, saham2 blue chip dan saham lapis dua bagus untuk dibeli dalam waktu yang bersamaan. Jadi ketika trading, jangan membeli saham hanya karena label saham tersebut. Misalnya, anda langsung membeli saham INDF hanya karena produknya terkenal.  

Apalagi sebagai trader saham modal anda relatif terbatas. Anda tidak mungkin mentradingkan semua saham di Bursa Efek. Oleh karena itu, anda harus bisa memilah alias screening saham yang bagus untuk ditradingkan. 

Anda bisa praktikkan full strategi cara-cara screening dan memilih saham yang bagus untuk trading disini: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus (365 halaman). 

Screening saham bagus ini bertujuan agar setiap trader memiliki daftar beberapa saham yang bagus untuk trading, untuk dimasukkan dalam STOCK PICK. Jadi anda bisa fokus trading di beberapa saham saja yang bagus. 


Sehingga anda memiliki kompas / arah trading yang lebih baik. Disinilah kunci anda untuk meraih PROFIT KONSISTEN dan menciptakan portofolio saham yang risikonya kecil / aman. 

2. Beli saham-saham yang risikonya relatif kecil 

Berdasarkan tingkat risikonya, di pasar saham adalah saham lapis satu (saham-saham blue chip), saham lapis dua (likuid, kinerja bagus tapi masih dibawah blue chip dan bukan market leader seperti ACES, PWON), dan saham-saham lapis tiga alias saham gorengan (seperti TRAM, SAFE, SMBR). 

Saham yang risikonya relatif kecil adalah saham-saham blue chip. Selain itu, saham-saham  lapis dua indeks LQ45 atau indeks IDX30 juga bisa jadi opsi saham2 yang risikonya lebih kecil, karena saham2 di indeks tersebut telah dipilih berdasarkan daftar saham2 yang likuid dan sering diperdagangkan, sehingga lebih mudah anda analisa pergerakannya. 

Dengan mentradingkan saham2 yang risikonya relatif kecil, anda bisa meminimalkan risiko trading, sehingga trading saham anda lebih aman. 

Tapi kalau portofolio anda diisi dengan saham2 gorengan atau bahkan waran, maka anda risiko kerugian anda dalam trading justru semakin besar.

Jadi untuk menerapkan strategi trading yang aman, salah satu poin yang harus anda perhatikan adalah menghindari saham2 gorengan dan waran terlebih dahulu. 

3. Pilih saham dengan analisa yang simpel & praktikal 

Trading saham anda akan semakin kecil risikonya, jika anda mampu menganalisa saham tersebut dengan baik, sehingga anda dapat membeli saham yang kualitasnya bagus di yang lebih tepat (tidak beli saat harganya terlalu tinggi). 

Jadi kombinasi-kombinasi screening saham, analisa yang simpel & praktikal (bisa anda terapkan langsung buat trading) akan 

Dalam menganalisa saham, anda bisa memprioritaskan dua analisa, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Apabila anda ingin trading saham jangka pendek, gunakan analisa teknikal yang simpel untuk memilih saham. 

Jika anda ingin investasi saham, prioritaskan analisa fundamental (analisa laporan keuangan, valuasi saham) untuk melihat saham2 yang bagus untuk dibeli jangka panjang. Anda bisa mempraktikkan strategi2 analisa saham yang simpel & pratikal disini: 
Banyak trader yang belum paham bagaimana cara menggunakan analisa yang simpel untuk diterapkan di market. Ini yang juga menyebabkan risiko trading anda akan cenderung meningkat, sehingga trader akan kesulitan menerapkan strategi trading yang aman. 

TRADING SAHAM YANG AMAN

Jadi tiga poin  ini yang harus anda terapkan apabila anda ingin menerapkan cara trading yang aman. Namun perlu anda ketahui bahwa trading saham yang aman itu bukan berarti bebas risiko. 

Setiap aktivitas trading pasti ada risikonya, sekalipun anda membeli saham-saham blue chip. Tapi kalau anda sudah menerapkan tiga poin ini, risiko anda akan jauh lebih kecil, sehingga dengan jangka waktu pendek maupun panjang (investasi), anda tetap bisa meminimalkan risiko, dan meningkatkan potensi profit yang lebih konsisten.

Di pos ini: High Risk High Return Saham, kita juga sudah membahas bagaimana cara-cara meminimalkan risiko di saham, sehingga high risk high return bisa anda ubah menjadi low risk high return.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.