Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Target Take Profit Saham

Menetapkan target take profit / harga jual setelah anda beli, adalah bagian dari trading plan yang harus anda jalankan. Ketika berbicara soal trading plan, biasanya banyak anjuran yang mengatakan: 

"Trading plan itu harus ditepati. Kalau sudah menetapkan jual saham di 1.500, berarti ya harus tunggu saham tersebut naik sampai 1.500 baru dijual." 

Pertanyaannya: Apa memang trading plan sekaku itu? Bolehkah kalau seumpama trader merubah target take profit trading? Misalnya dari target awal 1.500 ke diubah ke 1.520 atau malah lebih rendah ke 1.470. 

Menurut pendapat saya pribadi: Anda boleh merubah target take profit anda.. 

"Lho tapi kan melanggar trading plan kita sendiri?" Protes anda. 

Tidak.. Tergantung. Anda juga harus pahami bahwa pasar saham itu punya pergerakan yang FLUKTUATIF, sehingga dalam trading anda hendaknya tidak terlalu kaku dalam menetapkan target trading. Dengan kata lain, anda harus menjadi trader yang FLEKSIBEL dan LUWES. 
Pasar saham itu berfluktuatif. Maka sebagai trader, anda harus fleksibel dalam menetapkan target-target trading.. 
Jadi kalau anda beranggapan bahwa akan ada perubahan tren market secara drastis, dan saham anda sudah mulai tidak bergerak sesuai harapan, maka anda bisa merubah target take profit anda. 

Namun tentunya, merubah target take profit juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Artinya, kalau anda mau merubah target profit, lakukanlah 100% dengan ANALISA dan PERTIMBANGAN yang matang. Anda saya sarankan untuk (boleh) merubah target take profit jika: 
  • Analisa anda mengatakan bahwa saham masih sulit naik ke resisten (turunkan target)
  • Analisa anda mengatakan bahwa saham masih bisa breakout lagi (naikkan target)
  • Target yang anda ubah adalah full dari analisa dan pertimbangan pribadi 
  • Anda melakukan karena analisa, bukan karena panik atau euforia (Euforia contohnya menaikkan target setinggi mungkin). 

Maka anda dapat dikatakan tidak melanggar trading plan. Namun lebih tepatnya, dalam hal ini anda bisa menjadi trader yang fleksibel dan responsif terhadap market. Sebaliknya, kalau anda merubah target take profit karena anda: 
  • Panik atau euforia 
  • Mendengar pendapat orang lain
  • Ikut-ikutan trader lain
  • Asal merubah target tanpa melakukan analisa 

Maka hal inilah yang tidak dianjurkan dalam take profit. Well, jadi secara umum memang hendaknya anda mematuhi target jual ketika anda sudah menetapkannya. 

Tetapi dalam beberapa kasus market tertentu, kalau anda punya pendapat pribadi dan ingin merubah target profit, maka ya itu sah-sah saja. Toh, trading tidaklah kaku. 

Kita sendiri beberapa kali menghadapi kondisi market yang berubah drastis, entah dari bearish tiba2 jadi bullish dan sebaliknya, sehingga pergerakan saham yang anda beli juga ikut berpengaruh secara tren. 

Disinilah anda harus menjadi trader yang fleksibel dan bisa menganalisa lebih dalam perubahan pada saham2 anda. 

Dalam merubah target, tidak ada aturan baku anda harus merubah berapa poin diatas/ dibawah harga beli anda. Namun, setiap dari anda harus memiliki pertimbangan dan analisa subjektif jika anda ingin merubah target take profit. 

Saran saya, anda bisa merubah target take profit mangacu pada support dan resisten terdekat. Atau anda bisa merubah target berdasarkan antrian bid-offer/ analisa tape reading. Terkait tape reading, bisa anda pelajari disini: Teknik dan Analisa Tape Reading Saham.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.