Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Tips Mencari Saham yang Sedang Turun

Saham yang sedang turun seringkali dicari oleh trader yang ingin mendapatkan saham di harga murah. Saham yang sudah turun, memiliki peluang yang besar untuk diborong oleh trader, sehingga harganya naik / mengalami technical rebound. 

Akan tetapi, saham yang sedang turun bukan berarti saham tersebut pasti layak untuk dibeli, karena faktanya banyak saham turun yang harganya masih turun lagi. Banyak saham turun yang pergerakan harganya tidak bagus secara teknikal. 

Oleh karena itu, kalau anda ingin mencari saham yang sedang turun untuk ditradingkan di harga yang lebih murah, ada beberapa tips yang harus anda praktikkan, yaitu: 

1. Analisa saham-saham yang sudah diskon dan murah

Seperti yang saya tuliskan, tidak semua saham yang sedang turun adalah saham yang diskon alias murah secara teknikal, dan layak dibeli. Maka dari itu, ketika anda menemukan saham yang sedang turun, anda harus menyaring hanya saham2 yang sudah diskon saja.  

Supaya anda bisa mendapatkan saham2 yang berkualitas untuk trading. Saham2 yang harganya diskon, memiliki potensi technical rebound dibandingkan saham2 yang harganya turun tapi sebenarnya saham tersebut secara teknikal masih mahal. 

Cara mencari saham diskon yang punya potensi naik, dan membedakan saham yang sudah turun karena diskon serta saham yang masih punya potensi turun, sudah saya bahas praktik-praktik tradingnya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

2. Pilih saham-saham yang punya pergerakan likuid 

Saham-saham yang turun / diskon, memiliki peluang naik / rebound yang lebih tinggi jika saham tersebut punya likuiditas yang baik, karena saham2 tersebut punya pergerakan harga yang cenderung stabil. 

Nah, kalau anda menemukan saham yang harganya lagi turun katakanlah 20% dalam satu hari, maka saham tersebut kemungkinan besar bukanlah saham2 turun yang bagus untuk trading (kecuali kalau anda memang berniat untuk scalping). 

Karena saham2 yang turun sampai puluhan persen dalam waktu singkat, umumnya memiliki likuiditas yang kurang baik, sehingga pergerakan naik-turunnya tidak pasti / sulit diprediksi secara analisa teknikal. 

3. Perhatikan momentum trading

Pergerakan saham bisa turun karena banyak faktor, mulai dari faktor koreksi normal (karena sahamnya sudah naik tinggi sebelumnya), maupun karena IHSG sedang turun banyak. 

Kalau IHSG lagi turun drastis saat itu (di web ini kita juga sudah sering bahas pos tentang koreksi IHSG karena sentimen2 negatif), dan koreksi IHSG terjadi secara cepat, di sesi pre-opening saham2 sudah pada jatuh semua, maka tips terbaik adalah wait and see sambil melakukan screening saham / memilih saham2 yang sudah murah yang nantinya akan anda tradingkan. Baca juga: Strategi Beli Saham Saat Turun.

Pada saat IHSG anjlok, kemungkinan besar saham2 yang awalnya sudah turun di sesi pembukaan market, harga sahamnya bisa turun lagi lebih banyak. Kalau anda membeli saham saat IHSG lagi jelek (merah padam), hal ini ibaratnya sama saja anda menerjang badai. 

IHSG
Salah satu contoh pergerakan IHSG yang koreksi drastis (tanda lingkaran). 

Sehingga, walaupun saham sudah turun banyak, ada baiknya anda tidak terburu membeli (karena ada potensi penurunan lanjutan). Saat IHSG turun banyak, itu menjadi kesempatan anda untuk memiliki lebih banyak opsi saham yang bisa anda pilih saat IHSG sudah rebound. 

Jadi tiga tips inilah yang bisa anda gunakan untuk mencari saham-saham yang sedang turun. Pertama, cari saham2 yang punya pola diskon / murah secara analisa teknikal. Kedua carilah saham2 yang punya pergerakan likuid dan perhatikan momentum trading yang bagus. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.