Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Untuk Pemula: Saham Apa yang Bagus?

Trader pemula yang memiliki modal kecil untuk trading seringkali bingung memilih saham-saham untuk ditradingkan. Keterbatasan modal membuat para trader pemula belum bisa membeli saham2 yang bagus, seperti saham blue chip. 

Akhirnya, banyak trader pemula yang membeli saham2 yang harganya murah alias saham2 yang nominal harganya kecil, dengan anggapan bahwa saham2 yang harganya murah lebih terjangkau, lebih mudah dibeli dengan jumlah lot yang banyak, sehingga profitnya nanti akan lebih terasa.

Karena anggapan2 tersebut, akhirnya banyak trader yang ujung2nya terjebak membeli saham2 gorengan, ikut beli saham2 IPO yang nominalnya kecil. 

Padahal saham-saham yang nominalnya sangat rendah, apalagi waran, risikonya sangat besar untuk trader. Saham2 tersebut memiliki pergerakan harga yang tidak pasti, serta harganya mudah naik dan turun dengan cepat dalam hitungan menit. 

Pernah ada trader pemula yang berkonsultasi portofolio sahamnya ke saya, di mana trader pemula tersebut memiliki 9 jenis saham dan semuanya adalah saham2 gorengan yang harganya murah2, saham2 IPO dan waran. Beberapa diantara saham2 tersebut bahkan banyak yang mengalami floating loss sampai 11%. 

Saat saya bertanya ke trader: Mengapa beli saham-saham tersebut? Trader menjawab: Karena harganya murah, dan modal saya masih belum cukup buat beli saham2 blue chip. 

Jadi sebenarnya kalau anda mencari saham untuk pemula yang bagus untuk ditradingkan, jawabannya bukanlah saham2 yang nominalnya murah. 

Tetapi saham yang bagus untuk pemula adalah saham-saham yang likuid, bisa dianalisa dengan analisis teknikal, pergerakan harganya cenderung stabil, sehingga risikonya kecil untuk pemula. 
Baca juga: Panduan Simpel & Efektif Memilih (Screening) Saham Bagus. 

Memang saya akui, saham2 dengan kriteria seperti diatas, mayoritas harga sahamnya cenderung lebih tinggi dibandingkan saham2 gorengan (saham2 gorengan harganya dibawah Rp300, bahkan waran harganya bisa dibawah Rp50).

Saham2 yang risikonya kecil, biasanya harga sahamnya diatas Rp600, bahkan banyak yang harganya diatas Rp1.000, atau diatas Rp2.000 per saham. 

"Tapi Pak Heze, kalau modal saya masih sedikit, apa saya bisa beli saham2 itu?" Tanya anda

Tentu bisa. Karena sekarang 1 lot saham adalah 100 lembar, kalau dulu 1 lot saham = 500 lembar. Apalagi saat ini sudah banyak saham2 yang stock split sehingga harganya murah. Misalnya saham HMSP, BBRI, BRPT, CLEO yang sudah stock split. Jadi di zaman sekarang  ini anda bisa menjangkau saham2 dengan modal yang lebih kecil.  

Nah, untuk seorang pemula, saya menyarankan anda agar menggunakan modal awal minimal buat trading antara Rp1-3 juta. Jangan kurang dari, dan jangan memaksakan juga trading dengan modal besar. 

Karena dengan modal Rp1-3 juta, anda sudah bisa membeli saham2 likuid yang harganya diatas Rp1.000. Anda bisa lihat contoh daftar saham bagus harga murah disini: Daftar Saham Bagus Harga Murah. 

Tapi kalau modal anda cuma Rp200 ribu misalnya, maka anda tentu nggak akan menjangkau untuk beli saham2 yang bagus. Misalnya saham BBTN harganya Rp2.300. Maka untuk bisa punya sahamnya 1 lot, anda harus keluar duit Rp230.000 (Rp2.300 x 1 lot x 100 lembar). Modal Rp200 ribu tentu tidak cukup. 

"Pak Heze, kalau beli saham2 yang harganya diatas Rp1.000 pakai modal kecil, paling2 kita cuma bisa beli beberapa lot. Profitnya kan kecil nanti" Protes anda.

Diawal trading memang profit yang anda terima akan cenderung kecil, karena modal anda masih sedikit. Tetapi tujuan seorang pemula adalah bisa meminimalkan risiko (rugi dan cut loss). 

Target pemula bukanlah mendapat profit besar, karena kalau anda tidak paham cara meminimalkan risiko, maka anda tidak akan bisa profit. Cara meminimalkan dan belajar manajemen risiko trading, salah satunya dengan cara memulai dengan modal kecil. 

Kalau anda sudah bisa mengelola modal kecil, anda bisa menambah modal secara bertahap. Disitulah profit anda akan bertambah besar. 

Tentu saja semua membutuhkan proses, dan anda harus memulainya dari nol. Memulai dengan modal kecil, memulai beli saham dengan jumlah lot sedikit, memulai dengan menganalisa saham. 

Oke, jadi kalau anda tanya saham yang bagus buat pemula, maka jawabannya bukan saham2 yang nominal harganya kecil, tetapi saham2 yang bagus buat pemula saham2 yang likuid, yang bisa dianalisa secara teknikal. 

Sekarang ini ada banyak saham2 yang bisa anda beli dengan modal Rp1-3 juta. Jadi untuk anda pemula, anda tidak harus mencari saham2 dengan harga sangat rendah (saham gorengan dan waran) yang berisiko tinggi untuk trading. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.