Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Turun: Dibeli atau Dihindari?

Konsep membeli saham yang turun selalu menjadi banyak perdebatan di kalangan trader saham. Sebagian trader yang anti membeli saham yang turun mengatakan: "Saham turun adalah saham yang berbahaya, lebih baik membeli saham2 yang uptrend daripada membeli saham turun".

Trader penganut saham uptrend akan sangat anti untuk membeli saham2 yang harganya turun, karena membeli saham turun ibarat menangkap pisau jatuh. 

Sebagian trader yang suka mengincar saham turun menganggap bahwa saham turun adalah kesempatan untuk membeli saham dalam jumlah yang lebih besar, karena ketika saham turun, maka potensi naiknya  / rebound akan lebih besar. 

"Jadi Pak Heze saham yang turun sebaiknya dibeli ataukah dihindari saja?" Tanya anda penasaran. 

Membeli saham yang turun memang sangat berbahaya untuk trader, karena banyak kasus di mana saham yang turun trennya ternyata masih turun terus. Salah satu penyebab trader mengalami kerugian besar adalah karena trader membeli saham yang turun.  

Sebagai contoh, banyak trader yang terjebak membeli saham LPKR, di harga 480-an karena banyak trader beranggapan LPKR harganya sudah turun banyak. Tetapi ternyata LPKR masih turun lagi sampai ke harga 320, dan LPKR masih belum kembali ke harga 480 dalam jangka waktu berbulan-bulan. Masih banyak lagi contoh2 seperti ini. 

Tapi apakah benar saham yang turun itu adalah saham yang sangat jelek, tidak memberikan keuntungan, risikonya besar? Nah di pos ini saya akan memberikan pandangan "membeli saham turun" berdasarkan pengalaman pribadi saya. 

Di pos ini: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun, saya secara gamblang juga menuliskan bahwa "Konsep main saham adalah belilah saham saat turun, dan juallah pada saat naik".

Dalam praktikknya memang benar bahwa saham2 yang turun mencapai support tertentu, pada akhirnya saham2 tersebut akan rebound. Contohnya bisa anda lihat disini: Rekomendasi Saham, di mana ada banyak saham2 watchlist kita yang sudah ada di harga bottom, dan kenyataannya bisa rebound lebih cepat. 

Terutama dalam kondisi pasar yang strong bearish, terjadi kelesuan ekonomi (seperti tahun 2015), di mana banyak sekali saham2 bagus yang turun, tapi ketika pasar saham pulih, banyak sekali saham yang naik lebih kencang. 

Nah kalau anda anti membeli saham yang turun / koreksi, kemungkinan besar anda bisa ketinggalan momentum2 yang bagus, dan tentu saja hal ini sangatlah disayangkan. 

So kesimpulannya, kalau anda menemukan saham turun, anda harus analisa lebih detail saham tersebut, dan anda harus bisa jawab pertanyaan dari hasil analisa anda: Apakah saham tersebut layak dibeli atau bakalan turun lagi? Karena ada saham turun yang layak dibeli dan ada saham turun yang tidak layak dibeli. 

Menurut pandangan analisa teknikal: Saham turun yang layak dibeli masuk dalam kategori saham DISKON atau saham MURAH. Ibarat anda masuk di supermarket, ketika anda menemukan barang2 diskon (apalagi kalau anda sedang membutuhkannya), maka anda  dan orang lain akan membelinya dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan ketika tidak ada diskon. 

Tetapi bagaimana cara agar anda bisa MEMILAH mana saham yang sudah diskon beneran (sehingga anda bisa beli di harga rendah dan jual di harga lebih tinggi) atau saham yang masih turun?

Untuk menemukan saham-saham yang diskon melalui grafik dan pola-pola analisa teknikal, anda bisa mendapatkan materi praktik tradingnya disini: Panduan Menemukan Saham Diskon dan Murah.

Saya memberikan banyak praktik bagaimana cara membedakan saham2 yang sudah benar2 diskon dan murah, dan membedakan saham yang kelihatannya murah, tapi sebenarnya masih turun, termasuk banyak praktik srtategi trading lainnya, beserta contoh2 saham yang saya tradingkan sendiri, termasuk cara memilih saham diskon yang aman. 

Sehingga anda bisa mempraktikkan membeli saham2 yang murah dan bisa menjual saham di harga yang lebih tinggi. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.