Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Perputaran Persediaan: Jumlah Hari Penjualan dalam Persediaan

Dalam analisis laporan keuangan, kita mengenal adanya rasio perputaran persediaan. Perputaran persediaan adalah rasio yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam mengelola persediaan. Secara umum, nilai perputaran persediaan yang semakin besar, menunjukkan bahwa rasio tersebut semakin bagus. 

Hal ini akan menurunkan risiko kerusakan barang di gudang, dan menunjukkan efektivitas manajemen dalam mengubah persediaan menjadi produk yang siap dijual. Saya pernah membahasnya disini: Analisis Rasio Keuangan: Rasio Perputaran Persediaan.

Jika kita mengenal perputaran persediaan, ada juga rumus rasio jumlah hari penjualan dalam persediaan. Jumlah hari penjualan dalam persediaan (number of days sales in invetory) adalah rasio yang mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk membeli, menjual dan mengganti persediaan. Rumusnya adalah sebagai berikut: 



Harga pokok penjualan harus dibagi dengan 365 (jumlah hari dalam satu tahun) untuk menentukan jumlah hari dalam persediaan. Untuk mendapatkan nilai persediaan akhir tahun, anda bisa melihatnya di laporan posisi keuangan bagian aset lancar. Untuk mendapatkan angka harga pokok penjualan, anda bisa melihat di laporan laba rugi (beban pokok pendapatan yang merupakan komponen pengurang penjualan bersih).

Sekarang kita akan masuk ke contoh perhitungan untuk rasio ini. Saya akan menggunakan contoh laporan keuangan PT Astra International Tbk (ASII) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017. Perhatikan tabel perhitungan dibawah ini: 



INTERPRETASI DAN ANALISIS JUMLAH HARI PENJUALAN DALAM PERSEDIAAN

Dari rasio jumlah hari penjualan dalam persediaan ASII, tampak bahwa tahun 2016 didapatkan angka sebesar 44,8 hari. Dan tahun 2017 adalah sebesar 43,4 hari. Hal ini mengindikasikan bahwa selama tahun 2016, ASII membutuhkan rata-rata sebanyak 43,4 hari untuk membeli, menjual dan mengganti persediaan (memutar persediaannya). 

Jumlah hari ini kemudian mengalami penurunan pada tahun 2017. ASII hanya membutuhkan 43,4 hari untuk membeli, menjual dan mengganti persediaannya. Apa artinya? 

Artinya, jika jika melihat dari sisi rasio aktivitas, maka dapat dikatakan ASII semakin efisiensi dalam memutar persediaannya. Hal ini tampak dari turunnya jangka waktu yang dibutuhkan ASII untuk membeli, menjual dan mengganti persediaan, sehingga hal ini akan mengurangi risiko barang-barang menumpuk di gudang, dan kemampuan perusahaan untuk memutar persediaannya bisa berpotensi meningkatkan penjualan perusahaan. 

Secara umum, rasio jumlah hari penjualan dalam persediaan dikatakan bagus apabila mengalami penurunan jumlah hari. Karena hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membeli, menjual dan mengganti persediaan, sehingga hal ini juga akan mengurangi risiko kerusakan barang di gudang akibat barang terlalu lama dan risiko turunnya penjualan (karena persediaan tidak mampu diubah menjadi produksi). 

Sama seperti rasio perputaran persediaan, untuk menilai rasio ini bagus atau tidak, anda harus membandingkan dengan perusahaan di sektor sejenis, karena setiap industri memiliki karakteristik yang berbeda. 

Sebagai contoh, jumlah hari penjualan dalam persediaan pada manufaktur mungkin akan cenderung lebih cepat / singkat dibandingkan perusahaan-perusahaan perhotelan, karena perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang industrinya terus mengelola dan memproduksi barang dalam jumlah masal.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.