Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Contoh Analisis Common Size Laporan Keuangan

Dalam analisis laporan keuangan, kita semua mengenal salah satu analisis yang cukup sering digunakan, yaitu prosedur analitis laporan keuangan yang terdiri dari analisis laporan horizontal dan analisis laporan keuangan vertikal. Saya pernah membahas secara lengkap disini: Pengertian dan Contoh Analisis Horizontal dan Vertikal Laporan Keuangan.

Selain analisis horizontal dan vertikal, ada lagi analisis common size laporan keuangan. Analisis common size ini sebenarnya masih menjadi bagian dari analisis horizontal dan vertikal, karena tujuan kita adalah membandingkan persentase kenaikan dan penurunan setiap akun dalam pos-pos laporan, dan menganalisis dampak perubahannya. 

Analisis common size juga menggunakan perbandingan persentase dalam melakukan analisis. Bedanya, analisis common size ini lebih bagus digunakan untuk membandingkan kondisi suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis / industri sejenis. Dan analisis coomon size ini, hanya disajikan dalam bentuk persentase. Sedangkan analisis vertikal dan horizontal, masih menyajikan angka-angka yang tertera di laporan keuangan. 

Dengan demikian laporan common size dapat digunakan untuk membandingkan data2 laporan keuangan periode berjalan dengan periode sebelumnya dalam satu perusahaan, membandingkan antar perusahaan dan membandingkan antara satu perusahaan dengan persentase industri.  

Berikut adalah contoh laporan common size perbandingan 2 perusahaan industri sejenis. 

Sumber data: Warren Reeve Fess - Pengantar Akuntansi Edisi 21

Pada laporan common size diatas, tampak bahwa laba kotor Lincoln Company memiliki peningkatan yang lebih besar dibandingkan Madison Company (30,4% vs 30,0%). Namun Madison Company lebih mampu untuk menekan kenaikan total beban operasi dibandingkan Lincoln Company . 

Hal ini terlihat dari kenaikan total beban operasi Madison Company yang hanya naik 15,6% dibandingkan Lincoln Company sebesar 19,7%. Hal ini membuat Madison Company mampu mencetak kenaikan laba operasi yang lebih tinggi (14,4% vs 10,7%). 

Pada bottom line yaitu laba bersih, Madison Company dapat mencetak kenaikan laba bersih sebesar 9%. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan pesaingnya Lincoln Company yang hanya mencetak kenaikan laba bersih sebesar 6,1%. Sehingga kesimpulannya dari kinerja keuangan pada laporan laba rugi, growth dan kemampuan meminimalkan beban operasi pada Madison Company lebih bagus dibandingkan Lincoln Company. 


Laporan common size ini memang hanya membandingkan peningkatan dan penurunan dalam bentuk persentase antar perusahaan sejenis. Oleh karena itu, untuk melakukan analisis lebih lanjut anda juga harus menganalisis kinerja keuangan yang lain. 

Tentu saja angka2 persentase pada tabel tersebut didapatkan dari angka2 riil di laporan keuangan perusahaan. Maka dari itu, sangat perlu juga anda menganalisis langsung laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan untuk mengetahui besar kecilnya laba yang dihasilkan masing2 perusahaan. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.