Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Risiko Saham: Saham yang Tidak Memberikan Keuntungan?

Trading maupun investasi saham tidak hanya bicara soal keuntungan, tapi trading saham juga mengandung risiko. Itulah mengapa di banyak pos web Saham Gain ini, saya selalu mengatakan pada anda, kalau anda tidak cocok main saham, jangan memaksakan untuk membeli saham. Baca juga: Risiko Trading Saham Online: Keuntungan dan Kerugian.

Risiko terbesar dalam main saham adalah apabila suatu saham tidak memberikan keuntungan bagi trader / pemegang saham. Saham yang tidak memberikan keuntungan adalah saham yang harganya tidak naik alias turun terus. Dan itulah mengapa anda juga perlu cut loss, supaya dana anda tidak "terpenjara" seumur hidup. 

Kemudian anda bertanya: "Ngapain cut loss, toh nanti harga saham akan balik lagi setelah turun."

Atau anda pasti sering mendengar: "Kalau seseorang investasi saham, dalam jangka panjang harga sahamnya akan naik berlipat ganda"

Saya sependapat. Namun harus anda ketahui, tidak semua harga saham yang yang turun akan kembali naik. Karena di Bursa Efek ini banyak saham tidak likuid dan banyak perusahaan yang kinerjanya tidak terlalu bagus, sehingga sahamnya hanya dimainkan bandar, maka potensi suatu saham harganya turun dan tidak kembali selama bertahun-tahun itu sangat mungkin terjadi.

Saham APOL, salah satu saham yang harganya nggak balik lagi

Ada banyak contoh saham yang harganya turun, kemudian tidak kembali ke harga awalnya sampai bertahun-tahun. Contohnya seperti LION, IATA, APOL, SIAP, CPGT dan lain2. Saham APOL contohnya. 

Awal tahun 2015 banyak trader yang berani membeli saham APOL karena APOL ini terkadang bisa naik 8%, 5% sehari. Saat mulai banyak trader yang APOL-nya nyangkut, banyak pula trader yang tidak mau cut loss, dan harga APOL belum pernah kembali menyentuh harga tersebut sampai saat pos ini ditulis, dan APOL stagan di 55. Dan masih banyak contoh kasus saham2 seperti APOL ini, yaitu saham2 yang tidak memberikan keuntungan untuk trader.   

So tipe2 saham yang berisiko besar, saham2 yang tidak memberikan keuntungan bagi trader hendaknya anda hindari. Belilah saham yang setidaknya memiliki grafik yang jelas dan bisa diprediksi. 

Kalau anda adalah tipikal trader yang berani ambil risiko, tidak masalah anda membeli saham yang tidak likuid, tapi anda harus sangat disiplin membatasi risiko. 

Kedua, kalau anda adalah tipe trader yang anti cut loss, saya sarankan untuk tidak membeli saham2 yang memiliki risiko tinggi. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.