Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Rasio Leverage: Analisis Rasio Total Utang terhadap Total Aset

Dalam melakukan analisis keungan perusahaan, ada alat ukuran yang sangat penting untuk diperhatikan oleh investor, yaitu ukuran solvabilitas atau leverage. Baca juga: Analisis Rasio Keuangan: Rasio Solvabilitas. Solvabilitas pada umumnya digunakan untuk melihat perbandingan besar kecilnya utang perusahaan jika dibandingkan dengan ekuitas atau aset.

Dengan kata lain, rasio leverage atau solvabilitas ini mengukur tingkat kesehatan perusahaan yang dilihat dari utang yang dimiliki perusahaan. Utang yang terlampau besar tentu berdampak buruk bagi kondisi perusahaan di masa mendatang (risiko kebangkrutan). 

Salah satu rasio leverage yang seringkali digunakan untuk melihat kondisi kesehatan perusahaan adalah debt ratio atau rasio utang atau total debt to total asset ratio. Di sini kita akan menyebutnya debt ratio saja. Berikut adalah rumus debt ratio: 


Debt ratio mengukur seberapa besar persentase aset perusahaan yang dibiayai oleh utang. Debt ratio menunjukkan sejauh mana utang perusahaan dapat ditutup oleh aset-aset perusahaan. Atau sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menjaminkan aset2nya untuk menutup atau membayar utang. 

Semakin kecil debt ratio, maka perusahaan semakin sehat / solvabel. Hal ini dikarenakan debt ratio yang semakin kecil menunjukkan bahwa utang perusahaan semakin kecil. Utang yang semakin kecil dapat menghindarkan perusahaan dari risiko kebangkrutan. 

Total utang disini berarti adalah seluruh utang baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Sedangkan total aset berarti total keseluruhan aset baik aset jangka pendek maupun aset jangka panjang. 

Sekarang kita akan masuk pada contoh perhitungan debt ratio. Saya akan menggunakan laporan keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Perhatikan debt ratio MYOR selama 2 tahun dibawah ini: 



Interpretasi:

Selama 2 tahun, debt ratio MYOR mengalami penurunan dari 60% menjadi 54%. Artinya, utang perusahaan adalah sebesar 60% dari total asetnya pada tahun 2014. Sedangkan tahun 2015, total utang menurun menjadi 54% dari total asetnya. 

Hal ini terlihat dari adanya total utang perusahaan yang mengalami penurunan, sedangkan total aset mengalami kenaikan. Penurunan debt ratio ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin solvabel, karena hal ini bisa menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset yang semakin besar untuk menutup utang-utang perusahaan, baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.