Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Konflik Amerika Serikat, Korut dan Harga Saham Indonesia

El Heze
Setiap kali ada guncangan politik maupun ekonomi dari negeri Paman Sam, harga saham Indonesia selalu ikut turun. Seperti adanya konflik AS dengan Korut, di mana Korut mengancam akan merudal Pulau Guam, Amerika. Tentunya AS tidak tinggal diam dengan aksi Korut tersebut. AS mengerahkan penjagaan militer yang lebih kuat dan mengancam akan menyerang Korut apabila Korut terus melancarkan aksi uji coba rudal dan peperangan.

Melihat adanya sentimen politik yang panas, IHSG sempat ditutup turun sampai -1,03%. Keesokan harinya ketika ketegangan kedua negara mulai reda, IHSG kembali rebound cepat lebih dari 0,5%.  

Sebenarnya inilah yang dinamakan dengan SENTIMEN. Di pasar saham, harga saham bisa bergerak naik dan turun salah satunya karena sentimen lokal dan sentimen global (dunia). Untuk kasus ketegangan politik antara AS dan Korut ini masuk dalam sentimen global. 

Mungkin anda sempat bertanya-tanya, memangnya kalau AS yang kena guncangan kok harga saham kita ikut "ribut"? Mereka yang konflik, kok sini ikutan bingung? Waktu awal mengenal dunia saham, saya juga sering bertanya-tanya hal yang sama. 

Jadi, kenapa setiap ada guncangan dari Amerika Serikat (seperti konflik, suku bunga, data tenaga kerja AS) bisa turut mempengaruhi IHSG? Ada 3 jawaban yang bisa menjelaskannya:

1. IHSG cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS

Pergerakan IHSG biasanya mengikuti / mengekor pergerakan Indeks Dow Jones yang merupakan indeks besar di bursa saham AS. Saat Indeks Dow turun, IHSG biasanya mengikutinya dan sebaliknya, walaupun tidak selalu seperti itu. Saya pernah membahas ulasannya disini: Makna Indeks Saham Dunia Bagi Pemain Saham

Jadi disini jelas sekali kalau politik AS sedang jelek, suka nggak suka indeks Dow pasti akan merosot. Saat Indeks Dow turun, apalagi jika turunnya drastis, maka IHSG biasanya akan mengikuti pergerakan bursa saham Amerika. Kenapa harus bursa saham Amerika? Ya karena Amerika Serikat merupakan pusat perekonomian dunia. Saya jelaskan ini di poin dua. 

2. AS merupakan pusat perekonomian dunia, Indonesia termasuk salah satu negara yang punya kerja sama bilateral dengan AS

AS adalah negara dengan pusat perekenomian terbesar di dunia. Memang, Tiongkok sekarang juga merupakan pusat ekonomi yang kuat, tetapi AS tetap memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perekonomian dunia. Sehingga, kalau AS sedang dalam kondisi politik dan ekonomi yang kurang baik, hal ini juga pasti akan mengancam kelangsungan kegiatan perdagangan di negeri Paman Sam. You know what I mean. 

Sedangkan AS juga merupakan salah satu tujuan ekspor Indonesia. Indonesia mengekspor banyak produk ke AS seperti ban mobil, sepatu dan lain2. Walaupun AS bukanlah satu2nya tujuan utama ekspor Indonesia, tetapi kalau kondisi AS sedang kurang baik, maka hal ini juga akan sangat berpengaruh pada neraca perdangan Indonesia. 

3. Alasan bandar agar bisa beli saham di harga rendah 

Sentimen apapun itu, bisa jadi alasan dan bahan bandar membanting harga supaya bandar nantinya bisa akumulasi saham-saham di harga rendah dan kemudian dengan mudah menaikkan lagi harganya setinggi langit. Terkadang sentimen negatif bisa dibuat seolah-olah sentimen tersebut adalah sesuatu yang sangat danger, sehingga bisa menyebabkan aksi panic selling dan harga saham berguguran. 

2 komentar:

  1. bung Heze, MPPA apa udah saatnya rebound, atau cuma PHP hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hari ini naik volume besar sekali.. bisa mulai masuk.. Lebih bagus lagi jika hari ini kena ARA

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.