Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Semakin Banyak Informasi, Trading Saham Semakin Oke?

Dalam trading saham, informasi memang adalah sesuatu yang kita butuhkan sebagai trader untuk dasar mengambil keputusan beli dan jual saham. Sebagai contoh, anda membutuhkan informasi kapan harga batu bara akan naik lagi sebagai dasar pengambilan keputusan untuk entry buy yang tepat pada saham batu bara. 

Tetapi pemain saham seringkali menjadi "tergila-gila" untuk mencari informasi sebanyak mungkin dari pasar saham. Banyak pemain saham beranggapan bahwa dengan adanya informasi yang semakin banyak, mereka bisa memiliki beragam informasi yang dapat digunakan untuk trading.

Trader mencari informasi sebanyak mungkin tentang saham apa yang ingin dibeli, saham-saham apa yang bagus, baik dari berita, forum-forum saham, pendapat para pakar dan masih banyak lainnya. Jadi, baguskah trader bila memiliki banyak informasi? Benarkah semakin banyak informasi, berarti anda bisa selangkah lebih baik menuju profit? 

Saya banyak menemukan trader yang cenderung lambat dalam mengambil keputusan karena mereka memiliki terlalu banyak informasi:

"Bung Heze, saya ingin beli saham A.. Katanya ada rumor akuisisi. Enaknya dibeli nggak? Kemarin katanya perusahaan A juga mau aksi korporasi. Saya kemarin juga dengar dari grup sebelah kalau perusahaan tersebut sedang kesulitan keuangan karena banyak utang".

Karena terlalu banyak pertimbangan dan informasi, akhirnya harga saham sudah keburu naik duluan, trader sudah nggak sempat beli sahamnya. Hal ini banyak dan kerap kali terjadi dalam trading sehar-hari. Informasi yang banyak tidak menjamin seorang pemain saham menjadi lebih hebat dan handal dalam mengambil keputusan trading. 

Saya pribadi sudah pernah mencoba trik seperti, dan hasilnya? Saya justru bingung harus memilah informasi mana yang paling akurat. Hal ini akhirnya membuat saya menjadi latah sendiri karena banyaknya informasi yang saya gunakan untuk menganalisis harga saham. 

Perlu anda ketahui, setiap manusia memiliki bounded rationality (keterbatasan rasionalitas). Artinya begini, dalam mengambil sebuah keputusan manusia pasti akan dihadapkan pada berbagai macam opsi / pilihan. Kalau pilihan tersebut terlalu sedikit, maka anda akan bingung menentukan pertimbangan terbaik lainnya.

Namun kalau informasi yang diberikan terlalu banyak, anda juga pasti akan bingung memilih mana informasi yang harus anda gunakan. Sekali lagi, semakin banyak informasi dan opsi, tidak menjamin anda akan profit di pasar saham. 

Informasi yang berlebih terkadang selain membuat pemain saham bingung memilah informasi, trader juga akan cenderung menjadi mudah panik dan takut apabila ada informasi-informasi lain yang kurang sejalan dengan informasi yang pertama didengar. 

Dalam main saham, hal utama yang anda perlukan bukanlah informasi, tetapi analisis. Analisis disini berarti: Anda harus bisa menganalisis grafik saham. Anda harus bisa menganalisis ke mana pergerakan IHSG selanjutnya. Saya tidak mengatakan informasi itu tidak penting. Akan tetapi, informasi bukanlah jalan untuk mencetak profit di pasar saham.

Melalui pos ini, saya ingin mengajak anda untuk menjadi seorang pemain saham yang rasional dan realistis. Dalam trading saham, selalu utamakan analisis teknikal. Usahakan jangan mengambil terlalu banyak informasi untuk anda jadikan sebagai bahan pertimbangan trading ataupun investasi. Informasi yang terlalu banyak justru bisa menjadi senjata makan tuan bagi pemain saham. 

Informasi ada untuk anda jadikan pengetahuan, bukan untuk mengambil untung di Bursa saham. Informasi bisa membuat anda semakin pintar, tetapi tidak menjamin anda  semakin profit. Dalam trading saham, yang tujuan kita adalah UNTUNG, bukan BENAR. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.